<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232</id><updated>2012-02-17T00:20:19.500+07:00</updated><category term='curhat dan artikel'/><category term='wanita'/><category term='Renungan'/><category term='Untuk Wanita'/><category term='artikel'/><category term='impian'/><category term='Hikmah'/><category term='DOAKU'/><category term='HARAPAN'/><category term='kisah'/><category term='untuk semua'/><category term='artikel untuk semua'/><category term='kisah teladan'/><category term='artikel.'/><title type='text'>RENUNGAN DIRI DAN KUMPULAN ARTIKEL</title><subtitle type='html'>ikhtiar seorang hamba,untuk hidup ke arah yang lebih barokah..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-5948987853213919054</id><published>2008-12-13T09:39:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T09:44:29.889+07:00</updated><title type='text'>Alhamdullilah..</title><content type='html'>Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Allah sungguh Maha Pemurah,Maha Pengasih,Dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Karenanya hanya kepada-Nya lah tempat kita meminta,mengadu dan berserah.&lt;br /&gt;yakin,yakinkanlah dalam hati kita ......&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-5948987853213919054?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/5948987853213919054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/12/alhamdullilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5948987853213919054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5948987853213919054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/12/alhamdullilah.html' title='Alhamdullilah..'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2544088789400496113</id><published>2008-12-02T08:51:00.003+07:00</published><updated>2008-12-02T08:58:42.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel untuk semua'/><title type='text'>SITUS-SITUS ISLAMI</title><content type='html'>Berikut ini ada beberapa situs-situs islami yang bisa kita jadikan referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. http://www.muslimmuda.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teman ! yang merasa sebagai remaja muslim namun tidak melupakan keberadaan sebagai remaja yang mengedepankan kreativitas dan semangat dalam beraktivitas tidak salah mengujungi situs ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. http://www.remasindo.cjb.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang merasa sebagai web master muslim yang profesional maupun amatir , ini ada wadah untuk saling berbagi cerita en pengalaman dalam pembuatan websites remaja masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. http://www.pk-jaktim.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk para simpatisan dan anggota Partai Keadilan di Wilayah Jakarta Timur mengenai keberadaan dan informasi seputar partai keadilan umumnya dan Jakarta timur khususnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. http://www.ummigroup.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan en Akhwatfillah yang suka membaca majalah saksi, ummi dan anninda , nih ada situs yang mampu merendam rasa penasaran mu yang telat membeli , karena di situs menyediakan informasi yang sebelumnya sudah diterbitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. http://www.sabili.ku.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Majalah Sabili menduduki peringkat ke 2 berdasarkan survey AC Nielsen sebagai majalah terbanyak dibaca penduduk indonesia . Kamu-kamu dapat melihat secara online kalau nggak punya uang untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. http://alislam.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu ingin mendapat bahan -dan wawasan tentang islam secara terpadu dapat melirik situs ini. Situs ini banyak sekali menawarkan artikel , biografi , cerita islami , fiqih secara lengkap dan mereka punya database yang lengkap&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;7. http://www.palestina-info-melayu.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah penghianatan besar untuk hanya berdiam diri menyaksikan pemandangan didepan mata dengan banjir darah. dan air mata .&lt;br /&gt;Bangsa Palestina berhak mendapat dukungan dan PEMBELAAN dari UMAT ISLAM mereka berhak atas apa yang kita miliki Harta, AIR mata bahkan juga DARAH KITA&lt;br /&gt;Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat hingga kaum Muslimin berperang melawan kaum Yahudi, hingga orang-orang Yahudi itu bersembunyi di belakang batu dan pohon. Maka pohon dan batu berkata, “Hai Muslim, di sini ada orang Yahudi, maka bunuhlah ia, kecuali pohon ghorqod, karena pohon itu adalah pohon Yahudi.”(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. http://www.trustco.vr9.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Web ini tentang Lembaga manajemen Terapan TRUSTCO yang berkecimpung dalam bidang pelatihan , workshop , manajemen organisasi dengan berwawasan keislaman .&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;9. http://www.hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini berisikan tentang majalah hidayatullah dalam bentuk online . situs ini juga menawarkan e-mail gratis dan kalau ingin bertukar pikiran bergabung dalam mailing list.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. http://www.kisdi.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs yang didirikan Indonesia Committe for World Moslem Solidarity (KISDI) untuk menginformasikan kegiatan ummat islam di indonesia dalam memperjuangkan keadilan bagi saudara-saudaranya di Palestine, Kosovo , Checnya , Bosnia , Khasmir ,Mindanao dll.&lt;br /&gt;“Sungguh akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik.” ( Qs:Al-Maaidah :82)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;11. http://riska.diffy.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini menggambarkan bagaimana aktivitas dari teman teman Remaja Islam Sunda Kelapa ( RISKA ) . Yuk yang merasa remaja rame-rame datang ke mesjid , banyak lagi akifitas nya … kita tunggu yach ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. http://aldakwah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi ikhwahfillah yang hendak memperdalam ruhiyah dan wawasan keislaman maka situs ini dapat dijadikan referensi . Situs ini dimiliki oleh Lembaga Dakwah dan Taklim ,Jakarta . Dan juga yang ingin memperdalam bahasa Arab tidak ada salah meng-Klik situs ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. http://www.tazkia.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs tentang artikel ekonomi dan keuangan islami ,banyak menggali tentang bagaimana islam memadang kehidupan individu dalam mengelola perekonomian dari rumah tangga hingga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14. http://www.potensi.4t.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini dimiliki lembaga swadaya masyarakat islami yaitu Potensi ( Pusat Orientasi Training dan Edukasi ) yang berlokasi di Kelurahan Pondok Kelapa didirikan oleh anak-anak muda yang kreatif dan mandiri dalam memadang permasalahan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;15. http://www.moslemworld.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini adalah sebuah portal yang menyajikan beragam topik untuk pengunjungnya dari Biografi Rasulullah SAW, tokoh dan ilmuwan muslim , akidah dan akhlaq , sekilas tentang islam hingga kanal untuk chat ,email dan forum.&lt;br /&gt;Yang menariknya adalah di situs ini tersedia pembuatan guestbook, counter , respon form hingga jejak pendapat bagi para pengunjung yang sedang membuat homepage. Bahkan anda dapat point berhadiah untuk belanja di tempat yang sudah yang ditentukan oleh situs ini .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;16. http://baitulhasanah.cjb.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs remaja islami yang dibuat oleh Remaja Islam Baitul Hasanah , Solo . Web ini berisi tentang kegiatan dan organisasi disana dan ada artikel -artikel keislaman yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;17. http://helvy.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang suka baca novel islami ? Pasti tidak asing lagi dengan Helvy Tiana Rosa . Dalam situs ini memuat apa saja tentang beliau dengan beragam aktivitasnya . Yang tak kalah menariknya adalah beliau juga memuat cerpen -cerpen yang menarik dan mungkin belum sempat kita baca .&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;18. http://hidayatullah.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini tentang hidayatullah dari visi ,misi ,keanggotaan hingga aktivitas . Disamping itu banyak artikel artikel yang menarik dan ok punya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;19 . http://ukhuwah.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs yang menyajikan tentang berbagai hal-hal mengenai keislaman . Situs ini didirikan oleh Forum Ukhuwah dan Kajian Islam (FUKI) , Fakultas Ilmu Komputer , Universitas Indonesia . Kalangan pendiri situs ini berharap Situs ini dapat menjadi wadah pemersatu , pusat gerakan islam on-Line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20. http://eramoslem.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs Portal ini menyajikan informasi-informasi layak portal-portal umumnya namum dalam menyajikan berita-berita berlandaskan nilai-nilai islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;21. http://isnet.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs islami yang berisi tentang kajian-kajian islami dar hal-hal yang mendasar hingga kajian kajian fikih yang memerlukan pemahaman mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;22. http://daudrsd.hypermart.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs personal tentang Ustadz Dr.Daud Rasyid,MA berisi artikel-artikel menarik , kegiatan ,agenda dan biodata Beliau.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;23. http://www.myquran.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs portal Islami yang menyajikan berbagai fasilitas -fasilitas seperti e-mail gratis , mailing list , chatting ,artikel artikel , siroh nabi hingga kisah-kisah islami yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;24. http://ikhwah-net.8m.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs yang menyajikan informasi yang berkaitan dengan keislaman dan juga menampilkan informasi dari dunia islam . Situs ini juga menampilkan tips dan perkembangan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;25. http://peka.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs yang didirikan oleh Para pencinta Keadilan yang menampilkan kegiatan dan peran serta para aktivis Partai Keadilan dalam kehidupan berbangsa dan beragama .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Sumber dari Kins Blog wong mosongan crb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2544088789400496113?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2544088789400496113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/12/situs-situs-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2544088789400496113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2544088789400496113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/12/situs-situs-islami.html' title='SITUS-SITUS ISLAMI'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-8226586722931683086</id><published>2008-11-29T09:13:00.003+07:00</published><updated>2008-11-29T09:38:15.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOAKU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARAPAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat dan artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Do'a ku hari ini....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/STCq8kgzfaI/AAAAAAAAADE/wM7Q-K0R_YY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/STCq8kgzfaI/AAAAAAAAADE/wM7Q-K0R_YY/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273903121220992418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullilah Ya ALLAH...,sampai saat ini KAU masih menganugrahkanku kesehatan iman dan islam,kesehatan jasmani dan rohani.Sungguh nikmat yang tiada terkira.&lt;br /&gt;tapi..&lt;br /&gt;kadang aku masih saja selalu merasa kurang dan kurang atas nikmatmu itu.&lt;br /&gt;seperti hari ini aku memohon kepada-MU agar diberikan jalan hidup yang mudah yang berkah dan terbaik untuk ku.hanya kepada-MU lah aku memohon dan hanya kepada-MU lah aku kan kembali kelak karena jiwaku,hidupku,dan matiku hanya milik-MU....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-8226586722931683086?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/8226586722931683086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/doa-ku-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8226586722931683086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8226586722931683086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/doa-ku-hari-ini.html' title='Do&apos;a ku hari ini....'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/STCq8kgzfaI/AAAAAAAAADE/wM7Q-K0R_YY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7898707875997973806</id><published>2008-11-27T08:47:00.002+07:00</published><updated>2008-11-27T08:54:33.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Diantara Keajaiban perintah Sujud Terhadap Tubuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SS39qbpmghI/AAAAAAAAAC8/Z4gaRiI31EU/s1600-h/sujud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 91px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SS39qbpmghI/AAAAAAAAAC8/Z4gaRiI31EU/s320/sujud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273149644139299346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda sedang mengalami stress, atau tensi anda naik, atau pusing yang berkepanjangan, atau mengalami nervous (salah satu jenis penyakit penyimpangan perilaku berupa uring-uringan, gelisah, takut, dll). Jika anda takut terkena tumor, maka sujud adalah solusinya.... Dengan sujud akan terlepas segala penyakit nervous dan penyakit kejiwaan lainnya. Inilah salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid, dosen jurusan biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi.&lt;br /&gt;Sudah lumrah bahwasannya manusia apabila mengalami kelebihan dosis dalam radiasi, dan hidup di lingkungan tegangan listrik atau medan magnet, maka hal itu akan berdampak kepada badannya, akan bertambah kandungan elektrik di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, Dr. Dhiyaa' mengatakan bahwa sesungguhnya sujud bisa menghilangkan zat-zat atau pun hal-hal yang menyebabkan sakit.&lt;br /&gt;Pembahasan Seputar Organ Tubuh&lt;br /&gt;Dia adalah salah satu organ tubuh... dan dia membantu manusia dalam merasakan lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan dirinya, dan itulah tambahan dalam daerah listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguan dan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit modern yang disebut dengan "perasaan sumpeg", kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/lelah, stress ... sampai sering lupa, migrant, dan masalah menjadi semakin parah apabila tanpa ada usaha untuk menghindari penyebab semua ini, yaitu menjauhkan tubuh kita dari segala peralatan dan tempat-tempat yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Solusinya ???&lt;br /&gt;Harus dengan mengikuti sesuatu yang diridhai untuk mengeliminir hal itu semua, ... yaitu dengan bersujud kepada Satu-satunya Dzat yang Maha Esa sebagaimana kita sudah diperintah untuk hal itu, dimana sujud itu dimulai dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai). Maka di dalam sujud akan mengalir ion-ion positif yang ada di dalam tubuh ke bumi (sebagai tempat ion-ion negatif). dan seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet. Lebih khusus lagi ketika sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki) maka dalam posisi ini sangat memudahkan bagi kita menetralisir dampak listrik dan magnet.&lt;br /&gt;Diketahui selama penelitian, agar semakin sempurna proses penetralisiran dampak itu semua, maka sujud harus menghadap ke Makkah (Masjid Ka'bah), yaitu aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat (qiblat). Sebab Makkah adalah pusat bumi di alam semesta. Dan penelitian semakin jelas bahwa menghadap ke Makkah ketika sujud adalah tempat yang paling utama untuk menetralisir manusia dari hal-hal yang mengganggu fikirannya dan membuat rileks.&lt;br /&gt;Subhanallah, ....pengetahuan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7898707875997973806?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7898707875997973806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/diantara-keajaiban-perintah-sujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7898707875997973806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7898707875997973806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/diantara-keajaiban-perintah-sujud.html' title='Diantara Keajaiban perintah Sujud Terhadap Tubuh'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SS39qbpmghI/AAAAAAAAAC8/Z4gaRiI31EU/s72-c/sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-8194909432980655345</id><published>2008-11-26T08:47:00.002+07:00</published><updated>2008-11-26T08:52:06.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untuk semua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hikmah Pengharaman Alkohol : Dampaknya Terhadap Jantung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSyrrba2dyI/AAAAAAAAAC0/EXwLF5SNJJg/s1600-h/alkohol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 92px; height: 92px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSyrrba2dyI/AAAAAAAAAC0/EXwLF5SNJJg/s320/alkohol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272778026327111458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dr. Sath-han Ahmad (United State of America)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ٍSudah menjadi sesuatu yang diketahui umum, yaitu adanya dampak yang sangat kentara dari alkohol terhadap otak dan kerja hati (liver), kecuali apabila hal itu digunakan untuk tujuan-tujuan sosial atau untuk medis. Ada sebuah pemahaman yang menyatakan bahwa penggunaan alkohol dalam jumlah kecil tidak berdampak pada toksin atau mempengaruhi anggota tubuh lainnya sehingga tidak boleh melarang penggunaan alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, aku melaksanakan penelitian ini untuk memastikan ada-tidaknya dampak yang signifikan terhadap jantung bagi manusia. Penelitian juga aku lakukan terhadap zat aditif "khomer" bagi responden. Tes percobaan adalah 6 jenis alkohol dengan kandungan 43% saya berikan kepada orang biasa yang sehat yang berusia 23 - 30 tahun selama 2 jam, bagi kelompok pertama, dan 1 jam bagi kelompok kedua. Dan ternyata, kerja jantung jadi berdebar kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap kelompok pertama, setelah berselang 60 menit (1 jam), kandungan al-kohol menjadi + 74 mcm/ml ada penambahan selama pemompaan darah 90 - 96 mili kedua. Dan penambahan waktu kepastian 44 - 52, bertambah persentase keduanya dari 0,299 sampai 323. Dan mulai menurun setelah 2 jam pertama padahal jumlah alkohol dalam darah bertambah sampai 111 mg dengan peningkatan yang sangat cepat/drastis (pada kelompok kedua) dan terjadi dis-fungsi organ perut bagian kiri setelah 30 menit. Hal ini terjadi ketika keadaan alkohol dalam darah mencapai 50 mg/100ml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada kelompok ketiga. Kami melakukan studi komparasional terhadap 5 orang yang aku beri saccharine dan terjadi penurunan pada tiga hal tersebut pada setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penggunaan alkohol dengan dosis "kecil/atau tidak seberapa" akan menyebabkan terjadinya disfungsi organ secara berkala; dan pada orang-orang biasa bila tidak berkala. Dan untuk menganalisis kerja jantung pada pada saat diberi zat aditif tersebut di atas, maka 3 orang yang sudah kecanduan khomer, kami melakukan studi komparasinya dengan kelompok orang-orang biasa yang sehat. Berdasarkan hipotesis : Ada perbedaan yang jelas pada keadaan dan gejala-gejala jantung, maka diketahui bahwasanya ditemukan keadaan yang sangat jelas pada setiap responden tentang disfungsi organ perut bagian kiri, baik besar atau pun kecil. Dan disfungsi ini lebih jelas lagi pada orang yang sedang sakit yang relatif lebih lama pada lama-tidaknya kerja jantung. Pada 12 pasien tidak mengetahui penyebab pembengkakan jantung, sebab ukuran/volume organ perut bagian kiri dan volume darah dan terbuang berbeda lebih jelas dibandingkan pada responden orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada 11 orang yang menderita sakit tambahan, tidak mengetahui pembengkakan jantung dengan perbedaan yang jelas, yaitu adanya penambahan atau pengurangan volume pompa darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 18 pasien, mengetahui adanya pembengkakan jantung tanpa diserta gejala, terjadi penurunan atau dis-fungsi kerja pompa jantung secara jelas dan disertai penurunan volume dan darah yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, penggunaan alkohol (sebagai zat aditif) adalah kritis secara terus-menerus terhadap jantung. Hal ini diawali dengan berdebarnya detak jantung dan sampai pada tahapan berikutnya, sakit; penurunan stamina tubuh pada kerja pompa darah, kemudian pembengkakan jantung, munculnya dis-fungsi jantung. Dan informasi yang diperoleh dari percobaan terhadap sejumlah anjing menguatkan data kami ini, dimana kami telah memberi makan 7 anjing tersebut secara paralel 5 kebutuhan anjing tersebut akan energi panas melalui alkohol selama 18 bulan. Maka, terjadilah dis-fungsi/penurunan yang sangat jelas pada jumlah yang terbuang dari organ perut bagian kiri, dan pada kekuatan tulang biseps. Adapun pembengkakan pada organ perut dan inflamasi ataupun perubahan pada keduanya, maka hal itu tidak terjadi, dan terjadinya penurunan potassium dengan adanya catatan pada biseps jantung anjing (64, dimana sebelumnya 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, pengunaan alkohol dengan dosis apapun dan dalam kondisi apapun bukan hanya mempengaruhi aqidah saja, bahkan berdampak kepada jantung dengan dampak yang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hukum pengharaman di dalam Islam adalah sesuatu yang sudah dogmatis dan terbatas yang tidak ada porsi sedikitpun untuk meragukannya atau mengingkarinya. Sikap Islam terhadap penggunaannya minuman beralkohol dalam dosis kecil adalah sangat jelas yang tidak perlu penjelasan tambahan, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah. Adapun orang-orang kafir dan kalangan pendosa, mereka mengikuti kaidah-kaidah mereka dari aspek kemanusiaan dan medik untuk melegalkan penggunaan alkohol dalam dosis rendah ... . Maka mereka akhirnya menyangka bahwa dosis rendah tidak akan berdampak secara signifikan, tidak jadi haram, dan tidak membahayakan tubuh. Dari hal ini pun akhirnya dimungkinkan penggunaan alkohol dalam dosis sedang untuk tujuan-tujuan medik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dipandang perlu bahwa kita dalam setiap moment selalu mengedepankan ilmu dan dalil untuk memuaskan mereka-mereka yang tidak yakin dengan asas komitmen dalam kita bertahkim dengan hukum ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-8194909432980655345?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/8194909432980655345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/hikmah-pengharaman-alkohol-dampaknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8194909432980655345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8194909432980655345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/hikmah-pengharaman-alkohol-dampaknya.html' title='Hikmah Pengharaman Alkohol : Dampaknya Terhadap Jantung'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSyrrba2dyI/AAAAAAAAAC0/EXwLF5SNJJg/s72-c/alkohol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-3540888264992532865</id><published>2008-11-25T08:42:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T08:47:13.202+07:00</updated><title type='text'>Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab</title><content type='html'>Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:&lt;br /&gt;وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)&lt;br /&gt;Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.&lt;br /&gt;Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.&lt;br /&gt;Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???&lt;br /&gt;( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-3540888264992532865?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/3540888264992532865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/penyakit-yang-menimpa-perempuan-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/3540888264992532865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/3540888264992532865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/penyakit-yang-menimpa-perempuan-tidak.html' title='Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7798347073193045039</id><published>2008-11-24T09:07:00.003+07:00</published><updated>2008-11-24T09:37:35.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Takwa dan Hidup Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoOgONEa7I/AAAAAAAAACU/Q5VWzL5IFxU/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoOgONEa7I/AAAAAAAAACU/Q5VWzL5IFxU/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272042260522101682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Deka Kurniawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.'' (QS Ali Imran: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan takwa yang disebutkan dalam ayat diatas adalah yang paling populer di kalangan umat Islam. Setidaknya, setiap pekan pesan suci itu selalu dikumandangkan dari mimbar Jumat. Pesan istimewa itu juga ''laku keras'' di bulan Ramadan beriringan dengan petikan ayat la'allakum tattaqun (agar kalain bertakwa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, justru karena popularitas dan kebiasaan itu, ia menjadi tidak istimewa lagi. Makna hakikinya hilang dan berhenti hanya menjadi sekadar slogan. Ini karena kebanyakan kaum muslimin tidak berusaha menggali nilai sejati dari wasiat para nabi itu. Salah satu nilai itu adalah bahwa takwa sangat terkait erat dengan kehidupan Islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ditunjukkan ayat di atas, perintah untuk bertakwa dengan takwa yang sebenar-benarnya dibarengi dengan perintah berikutnya, yakni untuk tidak mati melainkan dalam keadaan Islam (husnul khotimah). Dua perintah yang disebutkan dalam satu ayat tersebut jelas memiliki keterkaitan (munasabah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejumlah mufassir (ulama tafsir) perintah kedua dalam ayat itu mengandung makna sebaliknya (mafhum mukhalafah) di mana maksud sesungguhnya adalah janganlah kamu hidup melainkan dengan kehidupan yang Islami. Ini karena kematian tidak bisa terlepas dari kehidupan. Bagaimana seseorang mati sangat bergantung pada bagaimana ia hidup karena tidak ada satu makhlukpun yang bisa memastikan kapan tibanya ajal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang tampaknya kurang banyak ditangkap umat Islam. Ajal bisa datang dalam keadaan hidup seseorang jauh dari nilai-nilai Islam. Maka saat itu kematiannya pun tidak bisa disebut mati secara Islam, walaupun status keagamaannya sebagai muslim. Sebaliknya, ia juga bisa datang dalam keadaan hidup sesorang muslim berada di bawah bimbingan Islam. Maka, saat itu kematiannya pun Islami. Di sini terdapat pesan penting untuk tidak menunda-nunda tobat, berbuat baik, dan berilaku Islami lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini banyak ummat Islam yang menganggap perintah mati dalam keadaan Islam itu secara sempit. Bagi mereka, yang penting ketika meninggal dunia status keagamaan mereka adalah muslim. Tidak penting bagaimana bentuk kehidupan yang mereka jalani, apakah sesuai dengan tuntunan Islam atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hidup yang Islami itu? Yakni seperti yang terdapat dalam perintah pertama bertakwa dengan takwa yang sebenar-benarnya. Ukuran sederhananya adalah memahami serta mengamalkan tiga hal pokok secara konsisten aqidah yang kokoh dan bersih, ibadah yang benar dan tekun, akhlak yang mulia dan melakukan aktivitas secara Islami dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan diri kita,apakah sudah hidup islami?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7798347073193045039?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7798347073193045039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/takwa-dan-hidup-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7798347073193045039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7798347073193045039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/takwa-dan-hidup-islami.html' title='Takwa dan Hidup Islami'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoOgONEa7I/AAAAAAAAACU/Q5VWzL5IFxU/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2463750083023531867</id><published>2008-11-22T09:01:00.005+07:00</published><updated>2008-11-22T09:10:39.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat dan artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jilbab : Citra Intelektual dan Spiritual</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSdo0XXWYqI/AAAAAAAAACM/S-E38R94eg8/s1600-h/wanita-muslimah1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSdo0XXWYqI/AAAAAAAAACM/S-E38R94eg8/s320/wanita-muslimah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271297137694892706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Retno W. Wulandari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena  jilbab  akhir-akhir ini semakin  marak. Gelombang fenomena  ini semakin terasa pada kampus-kampus yang  berkonotasi pada  kam-pus "sekuler" atau "tidak Islami". Dalam satu sisi  pandang, jelas ini merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Karena, paling  tidak ini menjadi suatu cermin korektif betapa  kesadaran akan penghayatan keberagamaan secara lebih mendalam menjadi suatu kebutuhan yang esensial dalam menghadapi arus zaman sekarang ini.&lt;br /&gt;Berjilbab, dalam tatapan ekologis dan kosmologis, merupakan suatu perlawanan dan penolakan terhadap perkembangan budaya asing yang mewabah di negeri ini. Dengan berjilbab, ada semacam  proses identifikasi untuk menjadi Muslimah sejati.&lt;br /&gt;Sementara  itu  dalam perspektif Islam Tradisional -yang pemikirannya dikembangkan secara jernih oleh Sayyid Hussain Nashr-  wanita berjilbab seolah-olah memberontak terhadap  modernisme yang memisahkan kaum Muslim dengan Yang Pusat Yang Ilahi. Lebih jauh Nashr menulis dalam Islam Tradisi (1994 : 15): "Islam tradisional menganjurkan wanita berpakaian yang sopan yang umumnya mengenakan jilbab untuk menutupi rambutnya. Hasilnya adalah sejajaran&lt;br /&gt;pakaian wanita dari  Maroko  sampai Malaysia, seba-gian besar pakaian ini sangat indah dan memantulkan femininitas sesuai dengan etos Islam, yang mene-kankan keselarasan  dengan sifat materi dan karena-nya maskulinitas kaum pria dan feminitas kaum wa-nita. Kemudian datang perubahan-perubahan moder-nis yang membuat  para  wanita menanggalkan  jilbab mereka, menampakkan rambut mereka dan menge-nakan pakaian Barat,  paling  tidak  di kawasan dunia Islam."&lt;br /&gt;Penulis The Tao of Islam, Sachiko Murata, men-jelaskan dengan sangat menarik perihal kepentingan kaum wanita Muslimah  menutupi aurat  mereka. Tulisnya, "Keindahan dan kecantikan  Tuhan  termanisfestasi  dalam  diri wanita. Semakin wanita  tersebut menjaga keindahan  dan  kecantikannya,  maka dalam tatapan  kosmologis, wanita    tersebut seolah-olah menutupi Keindahan  dan  Kecantikan Tuhan."&lt;br /&gt;Sayang, kesadaran wanita yang berjilbab itu belum sampai  ke arah  seperti  itu. Pada dataran praktis, masih banyak terjadi percampuran budaya Barat de-ngan budaya Islam. Ataupun,  ketidakmampuan untuk mengendalikan keinginan diri.  Misalnya, sebagian wanita sudah menge-nakan kerudung atau jilbab, tapi bajunya terbuat dari kain yang tipis yang tentu saja mem-bentuk tubuhnya yang indah. Jelas,  hal ini kurang memenuhi ke-sempurnaan perintah syariat.&lt;br /&gt;Hatta, sekalipun ini dipandang dari perintah syariat maka itu pun belum memenuhi sya-rat sebagai busana muslimah. Syarat se-perti bahan tidak ter-buat dari kain yang tipis, tidak membentuk lekuk-lekuk tubuh dan seterusnya telah ba-nyak dilanggar. Alasannya macam-macam. Salah satu alasan, misalnya, busana  Muslimah pun harus mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alasan  di atas tampak menarik. Karena, di sini ditampilkan bahwa perintah syariat tidaklah ber-tentangan dengan  perkembangan zaman. Pada satu sisi, tentu saja alasan ini  dapat  diterima. Islam me-mang tidak menghalangi kemajuan dan perkembang-an zaman. Namun, apakah  dengan alasan tersebut, lantas  perintah  syariat harus kehilangan  ruhnya ? Ruh berjilbab pada  hakikatnya  untuk menutupi se-luruh keindahan Tuhan yang tidak sepantasnya dilihat oleh  yang  bukan  mahramnya. Jadi,  bukan semata-mata  perintah syariat atau hukum fiqh. Akibat dari pengabaian ruh jilbab, dalam praktiknya acapkali terlihat wanita-wanita yang mengenakan  kerudung atau jilbab pun mengikuti "budaya pacaran" yang tentu  amat asing dalam relasi sosial wanita-pria Islam.&lt;br /&gt;Pacaran, dengan seluruh kompleksitas maknanya, telah menjadi semacam "ideologi". Artinya, ia me-rupakan pandangan yang  melekat dalam  diri pe-lakunya. Sehingga, dengan  alasan,  teman prianya sudah dekat, pelaku pacaran tak jarang rela untuk membuka  auratnya  -minimal rambut- di hadapan kawan prianya. Dan,  di  sini kawan prianya kehi-langan ruh iman. Artinya, ia tidak mengingatkan per-buatan dari kawan wanitanya. Dan menganggapnya itu sebagai hal yang wajar mengingat wanita tersebut adalah calon istrinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ruh Jilbab sebagai Citra Intelektual dan Spriritual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merebaknya  pemakaian busana Muslimah, diduga muncul  karena adanya semangat keislaman yang begitu tinggi setelah keberhasilan Revolusi  Islam Iran (Lihat, misalnya, Gerbang  Kebangkitan,  ed. Hamid Algar, [Yogya: Shalahuddin Press]). Bila dugaan ini benar, tentu  yang  muncul  adalah sikap meng-hormati keyakinan  mazhab Syi’ah  yang dianut oleh bangsa Iran oleh aktivis  Muslim.  Namun kenyataan-nya,  tidak jarang terjadi celaan yang ditujukan kepada bangsa Iran sebagai penganut mazhab Syi’ah. Paling tidak, ketika sebuah jurnal kebudayaan meliput per-kembangan Syi’ah di  Indonesia, muncul surat-surat pembaca yang menyatakan keberatan sekaligus kekecewaannya terhadap pemuatan liputan tersebut. Terakhir, keberatan terhadap  perkembangan Syi’ah diwujudkan dalam seminar sehari  di Masjid Istiqlal yang memfatwakan sesatnya faham Syi’ah !!!&lt;br /&gt;Memberikan  argumentasi  seperti itu  tentu  belum memadai, karena boleh jadi alasan tersebut terlalu "ideologis". Sekalipun beberapa  penelitian membukti-kan gelombang kesadaran  berislam lebih meruah ber-kat kesuksesan Revolusi Islam di Iran. Salah satu hasil dari pengaruh besar revolusi tersebut adalah Sudan.&lt;br /&gt;Negara  yang mayoritas penduduknya beragama Islam  Sunni itu barangkali salah satu representasi terbaik dalam hal  penolakan mereka akan hegemoni Barat, dan seperti saudaranya di  Iran, mereka  pun membangkitkan revolusi Islam Sudan. Kaum wani-tanya mengenakan  busana muslimah yang menutupi aurat mereka. Bahkan, sebagian di antara mereka menjadi  pasukan  pengawal  revolusi Sudan.&lt;br /&gt;Menurut  penulis,  fenomena berjlbab lebih didasarkan pada kesadaran kembali akan tradisi yang hilang akibat arus modernisme yang mencabut manu-sia kontemporer dari, dan memisahkannya dengan, Yang Mahakudus. Wanita Islam modern -dan prianya- merasa asing pada  dirinya sendiri, pada Tuhan Yang Mahaindah, sehingga  dalam setiap momen  hidupnya menganggap Tuhan sebagai  Zat Suci  yang meman-dang dirinya dari kejauhan, seperti matahari menyinari bumi.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi Muslimah tradisional, Tuhan di-pandang bukan saja sebagai  Kebenaran Mutlak (Al-Haqq)  namun  juga  Kehadiran Mutlak.  Jadi, bagi mereka Tuhan bukan Zat Transenden yang  hanya "mengawasinya dari kejauhan", namun juga yang se-nantiasa menyapa dirinya,  yang "bertahta dan bersemayam dalam dirinya"  (imanen). Sehingga saat mengenakan jilbab, muslimah tradisional menyem-bunyikan  "Kecantikan  Tuhan" dalam dirinya, yang hanya akan  dibuka kepada mereka yang berhak yakni suaminya. Bukan yang masih  samar atau spekulasi.&lt;br /&gt;Dengan  paparan tersebut, bagi Muslimah tradi-sional,  jilbab bukan sekadar pemenuhan kewajiban hukum fiqh. Akan tetapi, menunjukkan aspek keda-laman esoteris, aspek yang ingin menyembunyikan Kecantikan Ilahi kepada lawan jenis dan meng-hadirkan Keindahan Tuhan kepada lelaki yang sah. Dalam wacana Muslimah  tradisional, berpacaran -berkhalwat (berdua-duaan) dengan lelaki yang bukan mahram- berarti pelanggaran dirinya  terhadap Kebe-naran  dan Kehadiran Mutlak, suatu dosa yang bagi-nya tidak terampuni. Dan ia sudah memasuki ritus-ritus asing manusia modernis.&lt;br /&gt;Pada  saat  yang sama, berjilbab berarti menam-pilkan  citra intelektual dan spiritual dari suatu tradisi yang merentang sejak para  nabi, wali, filsuf, sufi, dan pewaris-pewaris mereka  yang memahami secara ekstensif dan menghayati secara intensif tradisionalitas Islam leluhur mereka. Citra intelektual dan spiritual akan  hadir  dengan menambah pengeta-huan secara kuantitatif dan meningkatkan ilmu berikut amalnya secara kualitatif dalam  diri Muslimah.&lt;br /&gt;Berjilbab,  dengan demikian, menjadi suatu  tanta-ngan untuk mendapatkan citra intelektual dan spiritual bagi Muslimah tradisional di tengah-tengah arus modernitas. Sebagai suatu tantangan, Muslimah tradisional memestikan dirinya untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya. Baik yang bersifat teoretis maupun praktis. Pada gilirannya, Muslimah tradisional memes-tikan dirinya  untuk  bisa senantiasa  mencerap Ke-indahan Tuhan, kedekatannya  dengan  Yang Kudus (ma’rifatullah) sehingga dengan citra spiritual yang bisa diperolehnya akan mampu memanifestasikan akhlak Jamaliyyah Allah dalam dirinya dan menjadi barakah kepada orang tuanya,  suaminya, anak-anak-nya, tetangga-tetangganya, dan komunitas manusia sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2463750083023531867?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2463750083023531867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/jilbab-citra-intelektual-dan-spiritual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2463750083023531867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2463750083023531867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/jilbab-citra-intelektual-dan-spiritual.html' title='Jilbab : Citra Intelektual dan Spiritual'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSdo0XXWYqI/AAAAAAAAACM/S-E38R94eg8/s72-c/wanita-muslimah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-3156729533715542175</id><published>2008-11-21T08:27:00.006+07:00</published><updated>2008-11-21T08:44:21.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Wanita memiliki Kekurangan Akal ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSYRbKgb0zI/AAAAAAAAACE/DPIPOwde25I/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 82px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSYRbKgb0zI/AAAAAAAAACE/DPIPOwde25I/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270919572258280242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Islam tentang Mukjizatnya Sabda Rasulullah tentang Wanita&lt;br /&gt;Oleh : Aziz Muhammad Abu Kholaf , Peneliti Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak tuduhan-tuduhan negatif yang ditujukan kepada Islam, bahwa Islam tidak menghormati hak asasi perempuan (HAP), sehingga akhirnya pun banyak diadakan seminar-seminar, diskusi-diskusi, program-program "pemberdayaan" di berbagai tempat untuk mengusung tema ini. Dan tema yang diusung adalah seputar "Akal perempuan dan pandangan Islam tentang kurangnya akal perempuan".&lt;br /&gt;Dan ini bisa dibuktikan dengan adanya hadits sah dari Rasulullah -yang termaktub di dalam shahihain, Bukhari dan Muslim- bahwasannya perempuan akalnya kurang. Maka, apakah yang akan mereka katakan bahwa itu adalah benar memang adanya? Dan apakah para perempuan memang memiliki akal yang kurang ? Dan apakah Rasulullah mensifati perempuan dengan sidat itu memang demikian maksudnya, ataukah justeru maksudnya kebalikan dari itu?&lt;br /&gt;Hadits Kurangnya Akal Perempuan&lt;br /&gt;Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya:&lt;br /&gt;Wahai wanita yang beriman seluruhnya, bershadaqahlah kalian semua, dan perbanyaklah kalian beristighfar, karena aku telah melihat bahwa mayoritas penghuni neraka adalah dari kalangan kalian". Maka seorang wanita pun menyela dan bertanya, "Kenapa kami menjadi penghuni neraka yang terbanyak?" Rasulullah bersabda, "Kalian banyak melaknat, dan kufur nikmat kepada suami-suami kalian, dan aku tidak melihat kelompok manusia yang kurangnya akal dan kurangnya agama kecuali dari kalian". Bertanya seorang wanita tadi, "Wahai Rasulullah, Apa kurang akalnya dankurang agamanya perempuan ?" Maka bersabdalah Rasulullah, "Adapun kurang akalnya perempuan adalah karena kesaksian dua orang perempuan sama dengan kesaksian seorang laki-laki, dan ini namanya kurang akalnya perempuan, dan kalian tidak shalat dan tidak puasa Ramadhan ketika datang haidh, dan ini pun kurangnya agama kalian, dan kalian mengingkari hak-hak suami kalian".&lt;br /&gt;Hadits ini tidaklah mungkin kita fahami tanpa kita korelasikan dengan ayat Al-Qur'an yang mulia tentang perempuan menjadi saksi. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Maka ambilah dua orang laki-laki menjadi saksi, maka jika tidak tidak ada dua orang, maka seorang laki-laki dan dua orang perempuan yang kalian ridhai agamanya untuk menjadi saksi. Yang demikian itu agar kalau salah seorangnya lupa, maka yang lain mengingatkannya (Q.S. Al-Baqarah: 282)&lt;br /&gt;Pemahaman yang salah dari hadits ini:&lt;br /&gt;Terbersit di dalam perpepsi sebagian orang yang eror dengan senang dan girang menjelekkan Islam. Mekeka menyimpulkan bahwa kurangnya akal perempuan adalah kurangnya kemampuan otak, daya fikir perempuan lemah di bandingkan laki-laki, Andai mereka mau memperhatikan hadits tersebut, tentu mereka akan menemukan jawabannya, yaitu bahwa salahnya kesimpulan mereka bahkan bertentangan dengan hadits itu sendiri. Rinciannya adalah sbb.:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Disebutkan di dalam hadits tersebut tentang adanya seorang perempuan yang menyela Rasulullah dengan bertanya. Dan orang yang menyela tersebut sebagaimana penjelasan ulama adalah memiliki akal, fikiran, dan dewasa. Maka bagaimana mungkin perempuan ia memiliki kurang akal sedangkan pada saat yang sama ia dewasa dan punya fikiran? &lt;br /&gt;2. Rasulullah takjub dengan kemampuan perempuan dan bahwasannya seorang dari mereka bisa mengungguli seorang laki-laki yang cerdas sekalipun. Maka bagaimana mungkin ia dikatakan kurang akal padahal mengalahkan kecerdasan seorang laki-laki? &lt;br /&gt;3. Dialog tersebut adalah antara Rasulullah dengan wanita muslimah yang terkait dengan hukum-hukum Islam: kadar kesaksian wanita dan shalat, serta puasa. Lalu, andai ada seorang wanita kafir lagi cerdas lalu ia pun masuk Islam, apakah ia tiba-tiba menjadi kurang akalnya ? &lt;br /&gt;Pemahaman-pemahaman yang demikian adalah karena mengambil sepotong-sepotong nash hadits dan tidak melihat kepada keseluruhan nash, ia tidak mengkorelasikan antar sebagian nash dengan sebagian nash lainnya, atau ayat Al-Qur'an. Padahal hadits tersebut hanya membicarakan tentang alasan kurangnya akal wanita, yaitu bahwa kesaksian dua orang wanita adalah sama dengan kesakisian seorang laki-laki. Dan ayat Al-Qur'an pun demikian, yang jika ada seorang perempuan saksi lupa, maka diingatkan oleh yang lainnya. Dan Al-Qur'an tidak menyatakan bahwa perempuan lemah akalnya, dan juga tidak menyatakan bahwa dibutuhkannya dua orang saksi perempuan karena daya fikir wanita lebih lemah daripada daya fikir laki-laki.&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan Daya Fikir dan Akal ?&lt;br /&gt;Daya fikir adalah aktivitas otak dengan bantuan data empirik sesuai dengan eksperien dan kecerdasan untuk mendapatkan tujuan, atau mendapatkan hujjah atau menghilangkan kendala.&lt;br /&gt;Data empirik adalah sesuatu yang bisa dilihat atau disaksikan dan dibuktikan. Dan Eksperien adalah pengetahuan yang diperoleh manusia sesuai dengan fakta empirik dan melalui metodologi ilmiah.&lt;br /&gt;Adapun kecerdasan adalah gambaran tentang kemampuan dasar otak yang ada pada manusia yang berbeda-beda tingkatannya. Daya pikir membutuhkan hujah/dalil untuk membantunya. Dan hal itu tidak mungkin tercapai kecuali dengan menghilangkan kendala-kendala dan menghindarkan dari terjerumus dalam kesalahan dengan skill dan semangat untuk melakukannya.&lt;br /&gt;Penjelasan tentang batasan daya fikir ini tidak berbeda antara laki-laki atau pun perempuan. Pun penjelasan ini tidak menunjukkan adanya perbedaan perolehan ilmu yang terkait dengan penelaahan otak, berfikir, dan belajar antara laki-laki dan perempuan dari aspek daya pikir dan belajar. Juga, tidak menunjukkan adanya perbedaan kemampuan otak dan kecerdasan, syaraf otak, cara memperoleh informasi, serta tidak ada keunggulan pada masing-masingnya kecuali hanya dalam hal-hal yang mempribadi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, daya fikir bukanlah kemampuan akal atau kecerdasan semata, bahkan daya fikir lebih luas dari hal itu, termasuk di dalamnya hal-hal lain yang berjalan dalam tahapan berfikir ilmiah. Yaitu aktivitas yang terstruktur dan bukan sederhana. Sebagaimana demikian juga akal dalam perspektif Al-Qur'an dan Al-Sunnah adalah lebih luas daripada sekedar berfikir. Akan tetapi aktivitas berfikir yang ditujukan untuk beramal/beraktivitas. Oleh karena itu, kami akan memberikan catatan tambahan terhadap hadits di atas dengan penjelasan yang detail. yaitu bahwa kurangnya akal wanita adalah kurang dalam hal metode/tahapan berfikir ilmiah yang berpengaruh kepada fikiran, dan bukan pada kemampuan alami fikir itu sendiri atau kemampuan otak sebagaimana anggapan sebagian besar manusia.&lt;br /&gt;Dimanakah Mukjizat Rasulullah tentang hadits ini?&lt;br /&gt;Nash-nash Al-Qur'an dan Al-Sunnah tidak membedakan antara kemampuan akal laki-laki dengan kemampuan akal perempuan. Hal ini terlihat jelas dalam konteks pembicaraan iman secara umum, baik perempuan atau pun laki-laki. Ini bila kita kaitkan antara nash-nash yang membicarakan kecerdasan, kemampuan, pendapat-pendapat yang benar dari perempuan dalam sejumlah permasalahan dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Oleh karena itu, tidak pernah ada secara ilmiah, adanya perbedaan kemampuan akal wanita dengan laki-laki. Dan nash Al-Qur'an dan Sunnah tidak bertentangan dengan hal ini. Maka, yang dimaksud dengan kurang akalnya perempuan sebagaimana yang disebutkan di dalam nash adalah bukan pada kemampuan akal. Sebab aktivitas berfikir adalah aktivitas yang terpaut dengan hal-hal lain dari kerja syarat, dan terkandung di dalamnya kemampuan akal, dan hal-hallain semisal data empirik dan eksperien/pengalaman.&lt;br /&gt;Jika kita tilik pada ayat di atas, kita kan mendapatkan bahwa alasan dari hal itu adalah kadar kesaksian: bila lupa diingatkan. Dan lupa atau ingat adalah hal yang terkait dengan data empirik dan pengalaman. Dan ini sama antara laki-laki atau perempuan. Akan tetapi perempuan memiliki kekhususan-kekhususan, dimana ia banyak mengalami keadaan yang berbeda-beda "banyak mengalami siklus hidup", seperti siklus yang berkaitan dengan tubuhnya, perasaannya, dimana keduanya sangat berpengaruh kepada proses berfikirnya. Ini, bila kita kaitkan pada hadits tersebut yang berbicara tentang hukum-hukum Islam dalam masyarakat Muslim, dan wanita dihukumi sesuai tabiat dan kehidupan kesehariannya dalam masyarakat islami secara lebih khusus dimana pengalamannya lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki secara umum, apalagi pada moment yang memang wanita jarang berkecimpung di dalamnya.&lt;br /&gt;Jadi, kurang akal di sini terkait dengan hal-hal lain, bukan kemampuan akal itu sendiri, sebagaimana yang difahami kebanyakan orang sehingga ia menghukumi sesuatu tanpa di landasi dengan analisis atau pemahaman yang benar.&lt;br /&gt;Dan sudah datang masanya bagi mereka untuk kembali kepada pemahaman yang benar ini, dan adil di dalam mensikapi Islam dengan seadil-adilnya. Dan bagi wanita, maka berjalanlah mengikuti nash-nash tersebut dan yakinlah kepada Rabb kalian, yakinlah kepada agama kalian (Islam), dan berbanggalah dengan Islam ini.&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Makalah ini adalah salah satu hasil penelitian yang panjang. Bagi yang mau melihat secara lebih lengkap, kami sudah ajukan ke "Muktamar Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Qur'an", dan bisa diakses pada situs-situs di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. http://www.islamway.com/bindex.php?section=articles&amp;article_id=269 تنمية مهارات التفكير&lt;br /&gt;2. http://www.islamway.com/bindex?section=articles&amp;article_id=340 مواجهة المشاكل والتغلب عليها&lt;br /&gt;3. http://www.lahaonline.com/Daawa/DaawaObsta/a2-30-02-1424.doc_cvt.htm كيف واجهت أم المؤمنين عائشة حادثة الإفك؟ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq ( Sabtu, 27122003M / 04111424H )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-3156729533715542175?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/3156729533715542175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/wanita-memiliki-kekurangan-akal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/3156729533715542175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/3156729533715542175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/wanita-memiliki-kekurangan-akal.html' title='Wanita memiliki Kekurangan Akal ?'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSYRbKgb0zI/AAAAAAAAACE/DPIPOwde25I/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-6092182762092948553</id><published>2008-11-20T08:35:00.002+07:00</published><updated>2008-11-20T08:50:39.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mandikan Aku Bunda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSTCUnP3qhI/AAAAAAAAAB8/n_P68GmQ5wY/s1600-h/MANDI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSTCUnP3qhI/AAAAAAAAAB8/n_P68GmQ5wY/s320/MANDI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270551123319040530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bincang-bincang soal pembagian tugas suami-isteri, selalu saja menarik.&lt;br /&gt;Sepanjang masa berbagai argumen dikemukan, tidak sedikit para ustadz dan&lt;br /&gt;ulama urun rembug memberikan arahan dan fatwa. Selama itu pula, sepertinya&lt;br /&gt;ada saja fenomena yang pantas untuk diungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian akhwat atau wanita menganggap tugas wanita lebih sebagai manajer&lt;br /&gt;dirumahnya tanpa perlu dipusingkan urusan dapur dan merawat anak yang&lt;br /&gt;lebih pantas dilakukan oleh para bawahan, alias pembantu ataupun&lt;br /&gt;baby-sitter. Peran sosial dan aktualisasi diri menjadi lebih utama. Di&lt;br /&gt;sisi lain, tidak sedikit akhwat yang tetap "teguh" dan bangga dengan&lt;br /&gt;kesibukan seputar urusan dapur dan diaper ini. Mereka cukup puas dengan&lt;br /&gt;imbalan surga untuk jerih payahnya membenamkan muka di asap "sauna" Mazola (minyak goreng) dan berparfumkan aroma popok bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak hendak membahas kekurangan dan kelebihan kedua sisi ini.&lt;br /&gt;Seperti saya tulis di muka, sudah banyak para ulama dan ustadz yang&lt;br /&gt;memberikan arahan. Saya hanya ingin bertutur tentang seorang sahabat saya.&lt;br /&gt;Sebut saja Rani namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang&lt;br /&gt;tinggi. Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang&lt;br /&gt;terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan&lt;br /&gt;digelutinya. Ketika Universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum&lt;br /&gt;Internasional di University Utrecht, di negerinya bunga tulip, beruntung&lt;br /&gt;Rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan&lt;br /&gt;kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan.&lt;br /&gt;Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang "setara " dengan dirinya,&lt;br /&gt;sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai&lt;br /&gt;Staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon&lt;br /&gt;nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan&lt;br /&gt;huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya. Tentunya&lt;br /&gt;filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani&lt;br /&gt;semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan&lt;br /&gt;dari satu negara ke negara lain makin meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bertanya , " Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal ?"&lt;br /&gt;Dengan sigap Rani menjawab : " Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;Everything is ok." Dan itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan&lt;br /&gt;perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter&lt;br /&gt;betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan&lt;br /&gt;pengertian. Kakek neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu&lt;br /&gt;semata wayang itu tentang ibu-bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek&lt;br /&gt;Alif, ibunya Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak&lt;br /&gt;salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil&lt;br /&gt;dalam bidang akademis dan pekerjaannya. Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani&lt;br /&gt;bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu Ia dan suaminya menjelaskan&lt;br /&gt;dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk&lt;br /&gt;menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini "dapat&lt;br /&gt;memahami" orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua&lt;br /&gt;orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Kisah Rani, Alif&lt;br /&gt;selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya&lt;br /&gt;malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua&lt;br /&gt;orang tua sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam hati kecil saya&lt;br /&gt;menginginkan anak seperti Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak&lt;br /&gt;dimandikan baby-sitternya. " Alif ingin bunda mandikan." Ujarnya. Karuan&lt;br /&gt;saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi&lt;br /&gt;gusar. Tak urung suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante&lt;br /&gt;Mien, baby-sitternya. Persitiwa ini berulang sampai hampir sepekan,"&lt;br /&gt;Bunda, mandikan Alif?" begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir,&lt;br /&gt;mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya&lt;br /&gt;agak minta perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter.&lt;br /&gt;" Bu dokter, Alif deman dan kejang-kejang, Sekarang di Emergency".&lt;br /&gt;Setengan terbang saya pun ngebut ke UGD. But it was too late.&lt;br /&gt;Alloh SWT sudah punya rencana lain.&lt;br /&gt;Alif, si Malaikan kecil keburu dipanggil pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan kantor&lt;br /&gt;barunya,shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah&lt;br /&gt;memandikan anaknya. Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si&lt;br /&gt;kecil terbaring kaku. " Ini bunda, Lif. Bunda mandikan Alif." Ucapnya&lt;br /&gt;lirih, namun teramat pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri&lt;br /&gt;mematung. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, " Ini sudah&lt;br /&gt;takdir, iya kan ? Aku disebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau&lt;br /&gt;sudah saatnya, dia pergi juga kan ? ". Saya diam saja mendengarkan. " Ini&lt;br /&gt;konsekuensi dari sebuah pilihan." lanjutnya lagi, tetap tegar dan kuat.&lt;br /&gt;Hening sejenak. Angin senja berbaur aroma kamboja. Tiba-tiba Rani&lt;br /&gt;tertunduk. " Aku ibunya !" serunya kemudian, " Bangunlah Lif. Bunda mau&lt;br /&gt;mandikan Alif. Beri kesempatan bunda sekali lagi saja, Lif". Rintihan itu&lt;br /&gt;begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-kais tanah&lt;br /&gt;merah ?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya tidak ingin membahas perbedaan sudut pandang pembagian&lt;br /&gt;tugas suami isteri. Hanya saja, sekiranya si kecil kita juga bergelayut :&lt;br /&gt;"Mandikan aku, Bunda ." Akankah kita menolak ? Ataukah menunggu sampai&lt;br /&gt;terlambat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,khususnya teruntuk para orang tua yang memiliki seorang anak kecil,yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dari email teman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-6092182762092948553?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/6092182762092948553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/mandikan-aku-bunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/6092182762092948553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/6092182762092948553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/mandikan-aku-bunda.html' title='Mandikan Aku Bunda'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSTCUnP3qhI/AAAAAAAAAB8/n_P68GmQ5wY/s72-c/MANDI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-417912984696685395</id><published>2008-11-19T09:02:00.004+07:00</published><updated>2008-11-19T09:47:20.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='impian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat dan artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>First Night Or Belah duren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSN5bApmtnI/AAAAAAAAAB0/Cp-tmEJYtvk/s1600-h/bulan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSN5bApmtnI/AAAAAAAAAB0/Cp-tmEJYtvk/s400/bulan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270189493891544690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Assalamu'alaikum&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;Teruntuk&lt;/span&gt; para &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;pemuda&lt;/span&gt; en &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;pemudi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;khususnya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;melangsungkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;pernikahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;tentunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;selain&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;mempersiapkan&lt;/span&gt; mental &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;dan&lt;/span&gt; material,&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;mempersiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;ilmu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;dikuasai&lt;/span&gt;.nah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;sini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;artikel&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;insya&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;bermanfaat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;pertama&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;pasti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;jalani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;pasangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;pengantin&lt;/span&gt; baru.(Hmmmmchh....kebayang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;deh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;indahnya&lt;/span&gt;,&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;jadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;pengen&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;buru&lt;/span&gt;2 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;nikah&lt;/span&gt;...:-])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;MALAM&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;PERTAMA&lt;/span&gt; DAN &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;ADAB&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;BERSENGGAMA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;Ustadz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;Yazid&lt;/span&gt; bin Abdul &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;Qadir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;Jawas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;Malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;Pertama&lt;/span&gt; Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;Adab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;Bersenggama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;Saat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;pertama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;kali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;pengantin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;pria&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;menemui&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;aqad&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;nikah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;dianjurkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;melakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;hal&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;berikut&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;Pertama&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;Pengantin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;pria&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;hendaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;meletakkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;tangannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;ubun&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;ubun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;seraya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;mendo&lt;/span&gt;’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;baginya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;bersabda&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;menikahi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;wanita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;membeli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;budak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;peganglah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;ubun&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;ubunnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;bacalah&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;basmalah&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;serta&lt;/span&gt; do’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;akanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;dengan&lt;/span&gt; do’a &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;berkah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;seraya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;mengucapkan&lt;/span&gt;: ‘Ya Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;memohon&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;kebaikannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;kebaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;tabiatnya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;bawa&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;berlindung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;kejelekannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;kejelekan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;tabiat&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;bawa&lt;/span&gt;.’” [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;Kedua&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;Hendaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;mengerjakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;shalat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;sunnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;raka&lt;/span&gt;’at &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;isterinya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;Syaikh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;Albani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;rahimahullaah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;berkata&lt;/span&gt;: “Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;sandarannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;ulama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;Salaf&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;Shahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;Tabi&lt;/span&gt;’in).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;Sa&lt;/span&gt;’id &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;maula&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;budak&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;dimerdekakan&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;Usaid&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;berkata&lt;/span&gt;: “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;menikah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;masih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;budak&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;mengundang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;Shahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;Nabi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;antaranya&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;Abdullah&lt;/span&gt; bin Mas’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;ud&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;Dzarr&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;Hudzaifah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;anhum&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;Lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;tibalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;shalat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;Dzarr&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;bergegas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;mengimami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;shalat&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;Tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;berkata&lt;/span&gt;: ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;Kamulah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;Sa&lt;/span&gt;’id) yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;berhak&lt;/span&gt;!’ Ia (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;Dzarr&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;berkata&lt;/span&gt;: ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;Apakah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;demikian&lt;/span&gt;?’ ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;Benar&lt;/span&gt;!’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;jawab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;mereka&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;Aku&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;maju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;mengimami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;shalat&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;masih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;budak&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;Selanjutnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;mengajariku&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;isterimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;nanti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;menemuimu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;hendaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;berdua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;shalat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;raka&lt;/span&gt;’at. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;Lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;mintalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;kepada&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;kebaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;isterimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;mintalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;perlindungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;kepada&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;Nya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;keburukannya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;Selanjutnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;terserah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;berdua&lt;/span&gt;...!’”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;Waail&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;Seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;kepada&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;Abdullah&lt;/span&gt; bin Mas’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;ud&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;anhu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;berkata&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;menikah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;gadis&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;khawatir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;membenciku&lt;/span&gt;.’ ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;Abdullah&lt;/span&gt; bin Mas’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;ud&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;berkata&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;cinta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;berasal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;dari&lt;/span&gt; Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;sedangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;kebencian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;berasal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;syaitan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;membenci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;apa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;dihalalkan&lt;/span&gt; Allah. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;isterimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;kepadamu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;perintahkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;melaksanakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;shalat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;raka&lt;/span&gt;’at &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;belakangmu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;Lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;ucapkanlah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;berdo&lt;/span&gt;’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;alah&lt;/span&gt;):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;berikanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;keberkahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;kepadaku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;isteriku&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;berkahilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;sebab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;aku&lt;/span&gt;. Ya Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;berikanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;rizki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;kepadaku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;lantaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;mereka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;berikanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;rizki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;lantaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;aku&lt;/span&gt;. Ya Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;satukanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;kami&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;berdua&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;kebaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;pisahkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;kami&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;berdua&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;kebaikan&lt;/span&gt;.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;Bercumbu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;rayu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;penuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;kelembutan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;kemesraan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;Misalnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;memberinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;segelas&lt;/span&gt; air &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;minum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;atau&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;lainnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;Asma&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;binti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;Yazid&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;binti&lt;/span&gt; as-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;Sakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;anha&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;berkata&lt;/span&gt;: “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;Saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;merias&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;sallam&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;Setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_396"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_397"&gt;datangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_398"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_399"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_400"&gt;panggil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_401"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_402"&gt;supaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_403"&gt;menghadiahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_404"&gt;sesuatu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_405"&gt;kepada&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_406"&gt;Aisyah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_407"&gt;Beliau&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_408"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_409"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_410"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_411"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_412"&gt;samping&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_413"&gt;Aisyah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_414"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_415"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_416"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_417"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_418"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_419"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_420"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_421"&gt;disodori&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_422"&gt;segelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_423"&gt;susu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_424"&gt;Setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_425"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_426"&gt;minum&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_427"&gt;gelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_428"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_429"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_430"&gt;sodorkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_431"&gt;kepada&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_432"&gt;Aisyah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_433"&gt;Tetapi&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_434"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_435"&gt;menundukkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_436"&gt;kepalanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_437"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_438"&gt;malu&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_439"&gt;malu&lt;/span&gt;.” ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_440"&gt;Asma&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_441"&gt;binti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_442"&gt;Yazid&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_443"&gt;berkata&lt;/span&gt;: “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_444"&gt;Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_445"&gt;menegur&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_446"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_447"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_448"&gt;berkata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_449"&gt;kepadanya&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_450"&gt;Ambillah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_451"&gt;gelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_452"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_453"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_454"&gt;tangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_455"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_456"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_457"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_458"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_459"&gt;sallam&lt;/span&gt;!’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_460"&gt;Akhirnya&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_461"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_462"&gt;meraih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_463"&gt;gelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_464"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_465"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_466"&gt;meminum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_467"&gt;isinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_468"&gt;sedikit&lt;/span&gt;.” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_469"&gt;Keempat&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_470"&gt;Berdo&lt;/span&gt;’a &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_471"&gt;sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_472"&gt;jima&lt;/span&gt;’ (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_473"&gt;bersenggama&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_474"&gt;yaitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_475"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_476"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_477"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_478"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_479"&gt;menggauli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_480"&gt;isterinya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_481"&gt;hendaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_482"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_483"&gt;membaca&lt;/span&gt; do’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_484"&gt;Dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_485"&gt;menyebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_486"&gt;nama&lt;/span&gt; Allah, Ya Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_487"&gt;jauhkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_488"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_489"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_490"&gt;syaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_491"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_492"&gt;jauhkanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_493"&gt;syaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_494"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_495"&gt;anak&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_496"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_497"&gt;Engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_498"&gt;karuniakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_499"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_500"&gt;kami&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_501"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_502"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_503"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_504"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_505"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_506"&gt;bersabda&lt;/span&gt;: “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_507"&gt;Maka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_508"&gt;apabila&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_509"&gt;menetapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_510"&gt;lahirnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_511"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_512"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_513"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_514"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_515"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_516"&gt;keduanya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_517"&gt;niscaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_518"&gt;syaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_519"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_520"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_521"&gt;membahayakannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_522"&gt;selama&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_523"&gt;lamanya&lt;/span&gt;.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_524"&gt;Kelima&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_525"&gt;Suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_526"&gt;boleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_527"&gt;menggauli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_528"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_529"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_530"&gt;cara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_531"&gt;bagaimana&lt;/span&gt; pun yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_532"&gt;disukainya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_533"&gt;asalkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_534"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_535"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_536"&gt;ala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_537"&gt;berfirman&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_538"&gt;Artinya&lt;/span&gt; : &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_539"&gt;Isteri&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_540"&gt;Isterimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_541"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_542"&gt;ladang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_543"&gt;bagimu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_544"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_545"&gt;datangi&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_546"&gt;lah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_547"&gt;ladangmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_548"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_549"&gt;kapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_550"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_551"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_552"&gt;cara&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_553"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_554"&gt;sukai&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_555"&gt;utamakanlah&lt;/span&gt; (yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_556"&gt;baik&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_557"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_558"&gt;dirimu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_559"&gt;Bertaqwalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_560"&gt;kepada&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_561"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_562"&gt;ketahuilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_563"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_564"&gt;kamu&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_565"&gt;kelak&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_566"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_567"&gt;menemui&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_568"&gt;Nya&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_569"&gt;sampaikanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_570"&gt;kabar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_571"&gt;gembira&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_572"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_573"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_574"&gt;beriman&lt;/span&gt;.” [Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_575"&gt;Baqarah&lt;/span&gt; : 223]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_576"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; ‘Abbas &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_577"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_578"&gt;anhuma&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_579"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_580"&gt;Pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_581"&gt;suatu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_582"&gt;ketika&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_583"&gt;Umar&lt;/span&gt; bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_584"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_585"&gt;Khaththab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_586"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_587"&gt;anhu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_588"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_589"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_590"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_591"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_592"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_593"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_594"&gt;sallam&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_595"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_596"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_597"&gt;berkata&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_598"&gt;Wahai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_599"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_600"&gt;celaka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_601"&gt;saya&lt;/span&gt;.’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_602"&gt;Beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_603"&gt;bertanya&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_604"&gt;Apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_605"&gt;membuatmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_606"&gt;celaka&lt;/span&gt;?’ ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_607"&gt;Umar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_608"&gt;menjawab&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_609"&gt;Saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_610"&gt;membalikkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_611"&gt;pelana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_612"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_613"&gt;tadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_614"&gt;malam&lt;/span&gt;.’ [6] Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_615"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_616"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_617"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_618"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_619"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_620"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_621"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_622"&gt;komentar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_623"&gt;apa&lt;/span&gt; pun, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_624"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_625"&gt;turunlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_626"&gt;ayat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_627"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_628"&gt;beliau&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_629"&gt;Isteri&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_630"&gt;Isterimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_631"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_632"&gt;ladang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_633"&gt;bagimu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_634"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_635"&gt;datangilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_636"&gt;ladangmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_637"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_638"&gt;kapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_639"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_640"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_641"&gt;cara&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_642"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_643"&gt;sukai&lt;/span&gt;...” [Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_644"&gt;Baqarah&lt;/span&gt; : 223]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_645"&gt;Lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_646"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_647"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_648"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_649"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_650"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_651"&gt;bersabda&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_652"&gt;Setubuhilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_653"&gt;isterimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_654"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_655"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_656"&gt;depan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_657"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_658"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_659"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_660"&gt;belakang&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_661"&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_662"&gt;hindarilah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_663"&gt;jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_664"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_665"&gt;menyetubuhinya&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_666"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_667"&gt;dubur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_668"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_669"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_670"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_671"&gt;haidh&lt;/span&gt;". [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_672"&gt;Juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_673"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_674"&gt;sabda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_675"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_676"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_677"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_678"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_679"&gt;sallam&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_680"&gt;Silahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_681"&gt;menggaulinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_682"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_683"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_684"&gt;depan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_685"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_686"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_687"&gt;belakang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_688"&gt;asalkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_689"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_690"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt;".[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_691"&gt;Seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_692"&gt;Suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_693"&gt;Dianjurkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_694"&gt;Mencampuri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_695"&gt;Isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_696"&gt;Kapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_697"&gt;Waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_698"&gt;Saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_699"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_700"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_701"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_702"&gt;melepaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_703"&gt;hajat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_704"&gt;biologisnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_705"&gt;janganlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_706"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_707"&gt;tergesa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_708"&gt;gesa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_709"&gt;bangkit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_710"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_711"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_712"&gt;melepaskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_713"&gt;hajatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_714"&gt;juga&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_715"&gt;Sebab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_716"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_717"&gt;cara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_718"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_719"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_720"&gt;terbukti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_721"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_722"&gt;melanggengkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_723"&gt;keharmonisan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_724"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_725"&gt;kasih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_726"&gt;sayang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_727"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_728"&gt;keduanya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_729"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_730"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_731"&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_732"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_733"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_734"&gt;mengulangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_735"&gt;jima&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_736"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_737"&gt;lagi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_738"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_739"&gt;hendaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_740"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_741"&gt;berwudhu&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_742"&gt;terlebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_743"&gt;dahulu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_744"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_745"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_746"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_747"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_748"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_749"&gt;bersabda&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_750"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_751"&gt;seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_752"&gt;diantara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_753"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_754"&gt;menggauli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_755"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_756"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_757"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_758"&gt;mengulanginya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_759"&gt;lagi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_760"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_761"&gt;hendaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_762"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_763"&gt;berwudhu&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_764"&gt;terlebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_765"&gt;dahulu&lt;/span&gt;.” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_766"&gt;afdhal&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_767"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_768"&gt;utama&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_769"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_770"&gt;mandi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_771"&gt;terlebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_772"&gt;dahulu&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_773"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_774"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_775"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_776"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_777"&gt;Abu&lt;/span&gt; Rafi' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_778"&gt;radhi&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_779"&gt;yallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_780"&gt;anhu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_781"&gt;bahwasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_782"&gt;Nabi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_783"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_784"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_785"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_786"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_787"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_788"&gt;menggilir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_789"&gt;isteri&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_790"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_791"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_792"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_793"&gt;malam&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_794"&gt;Beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_795"&gt;mandi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_796"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_797"&gt;rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_798"&gt;fulanah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_799"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_800"&gt;rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_801"&gt;fulanah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_802"&gt;Abu&lt;/span&gt; Rafi' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_803"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_804"&gt;Wahai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_805"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_806"&gt;mengapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_807"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_808"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_809"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_810"&gt;mandi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_811"&gt;saja&lt;/span&gt;?” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_812"&gt;Beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_813"&gt;menjawab&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_814"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_815"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_816"&gt;bersih&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_817"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_818"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_819"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_820"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_821"&gt;suci&lt;/span&gt;.” [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_822"&gt;Seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_823"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_824"&gt;dibolehkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_825"&gt;jima&lt;/span&gt;’ (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_826"&gt;mencampuri&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_827"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_828"&gt;kapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_829"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_830"&gt;saja&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_831"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_832"&gt;kehendaki&lt;/span&gt;; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_833"&gt;pagi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_834"&gt;siang&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_835"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_836"&gt;malam&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_837"&gt;Bahkan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_838"&gt;apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_839"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_840"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_841"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_842"&gt;wanita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_843"&gt;mengagumkannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_844"&gt;hendaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_845"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_846"&gt;mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_847"&gt;isterinya&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_848"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_849"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_850"&gt;riwayat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_851"&gt;bahwasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_852"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_853"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_854"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_855"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_856"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_857"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_858"&gt;wanita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_859"&gt;mengagumkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_860"&gt;beliau&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_861"&gt;Kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_862"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_863"&gt;mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_864"&gt;isterinya&lt;/span&gt; -&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_865"&gt;yaitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_866"&gt;Zainab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_867"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_868"&gt;anha&lt;/span&gt;- yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_869"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_870"&gt;membuat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_871"&gt;adonan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_872"&gt;roti&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_873"&gt;Lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_874"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_875"&gt;melakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_876"&gt;hajatnya&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_877"&gt;berjima&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_878"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_879"&gt;isterinya&lt;/span&gt;). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_880"&gt;Kemu&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_881"&gt;dian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_882"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_883"&gt;bersabda&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_884"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_885"&gt;wanita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_886"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_887"&gt;menghadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_888"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_889"&gt;rupa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_890"&gt;syaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_891"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_892"&gt;membelakangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_893"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_894"&gt;rupa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_895"&gt;syaitan&lt;/span&gt;. [11] &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_896"&gt;Maka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_897"&gt;apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_898"&gt;seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_899"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_900"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_901"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_902"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_903"&gt;wanita&lt;/span&gt; (yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_904"&gt;mengagumkan&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_905"&gt;hendaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_906"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_907"&gt;mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_908"&gt;isterinya&lt;/span&gt;. Karena yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_909"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_910"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_911"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_912"&gt;menolak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_913"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_914"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_915"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_916"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_917"&gt;hatinya&lt;/span&gt;.” [12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_918"&gt;Nawawi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_919"&gt;rahimahullaah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_920"&gt;berkata&lt;/span&gt; : “ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_921"&gt;Dianjurkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_922"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_923"&gt;siapa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_924"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_925"&gt;wanita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_926"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_927"&gt;syahwatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_928"&gt;tergerak&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_929"&gt;segera&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_930"&gt;mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_931"&gt;isterinya&lt;/span&gt; - &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_932"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_933"&gt;budak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_934"&gt;perempuan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_935"&gt;dimilikinya&lt;/span&gt; -&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_936"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_937"&gt;menggaulinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_938"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_939"&gt;meredakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_940"&gt;syahwatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_941"&gt;juga&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_942"&gt;jiwanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_943"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_944"&gt;tenang&lt;/span&gt;.” [13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_945"&gt;Akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_946"&gt;tetapi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_947"&gt;ketahuilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_948"&gt;saudara&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_949"&gt;budiman&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_950"&gt;bahwasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_951"&gt;menahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_952"&gt;pandangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_953"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_954"&gt;wajib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_955"&gt;hukumnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_956"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_957"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_958"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_959"&gt;berkenaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_960"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_961"&gt;berlaku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_962"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_963"&gt;pandangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_964"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_965"&gt;tiba&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_966"&gt;tiba&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_967"&gt;ala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_968"&gt;berfirman&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_969"&gt;Katakanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_970"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_971"&gt;laki&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_972"&gt;laki&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_973"&gt;beriman&lt;/span&gt;, agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_974"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_975"&gt;menjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_976"&gt;pandangannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_977"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_978"&gt;memelihara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_979"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt;; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_980"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_981"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_982"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_983"&gt;suci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_984"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_985"&gt;mereka&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_986"&gt;Sungguh&lt;/span&gt;, Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_987"&gt;Maha&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_988"&gt;Mengetahui&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_989"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_990"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_991"&gt;perbuat&lt;/span&gt;” .[An-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_992"&gt;Nuur&lt;/span&gt; : 30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_993"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_994"&gt;Buraidah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_995"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_996"&gt;ayahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_997"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_998"&gt;anhu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_999"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1000"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1001"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1002"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1003"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1004"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1005"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1006"&gt;ber&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1007"&gt;sabda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1008"&gt;kepada&lt;/span&gt; ‘Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1009"&gt;Wahai&lt;/span&gt; ‘Ali, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1010"&gt;janganlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1011"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1012"&gt;mengikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1013"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1014"&gt;pandangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1015"&gt;pandangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1016"&gt;lainnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1017"&gt;karena&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1018"&gt;pertama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1019"&gt;untukmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1020"&gt;dan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1021"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1022"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1023"&gt;untukmu&lt;/span&gt;”. [14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1024"&gt;Haram&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1025"&gt;menyetubuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1026"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1027"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1028"&gt;duburnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1029"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1030"&gt;haram&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1031"&gt;menyetubuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1032"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1033"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1034"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1035"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1036"&gt;haidh&lt;/span&gt;/ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1037"&gt;nifas&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1038"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1039"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1040"&gt;firman&lt;/span&gt; Allah Ta’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1041"&gt;ala&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1042"&gt;Artinya&lt;/span&gt; : Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1043"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1044"&gt;menanyakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1045"&gt;kepadamu&lt;/span&gt; (Muhammad) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1046"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1047"&gt;haidh&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1048"&gt;Katakanlah&lt;/span&gt;, ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1049"&gt;Itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1050"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1051"&gt;sesuatu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1052"&gt;kotor&lt;/span&gt;.’ Karena &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1053"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1054"&gt;jauhilah&lt;/span&gt; [15] &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1055"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1056"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1057"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1058"&gt;haidh&lt;/span&gt;; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1059"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1060"&gt;janganlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1061"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1062"&gt;dekati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1063"&gt;sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1064"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1065"&gt;suci&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1066"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1067"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1068"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1069"&gt;suci&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1070"&gt;campurilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1071"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1072"&gt;sesuai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1073"&gt;dengan&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1074"&gt;ketentuan&lt;/span&gt;) yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1075"&gt;diperintahkan&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1076"&gt;kepadamu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1077"&gt;Sungguh&lt;/span&gt;, Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1078"&gt;menyukai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1079"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1080"&gt;bertaubat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1081"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1082"&gt;mensucikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1083"&gt;diri&lt;/span&gt;.” [Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1084"&gt;Baqarah&lt;/span&gt; : 222]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1085"&gt;Juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1086"&gt;sabda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1087"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1088"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1089"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1090"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1091"&gt;sallam&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1092"&gt;Barangsiapa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1093"&gt;menggauli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1094"&gt;isterinya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1095"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1096"&gt;haidh&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1097"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1098"&gt;menggaulinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1099"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1100"&gt;duburnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1101"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1102"&gt;mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1103"&gt;dukun&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1104"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1105"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1106"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1107"&gt;kafir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1108"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1109"&gt;ajaran&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1110"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1111"&gt;diturunkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1112"&gt;kepada&lt;/span&gt; Muhammad &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1113"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1114"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1115"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1116"&gt;sallam&lt;/span&gt;.” [16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1117"&gt;Juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1118"&gt;sabda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1119"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1120"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1121"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1122"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1123"&gt;sallam&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1124"&gt;Dilaknat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1125"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1126"&gt;menyetubuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1127"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1128"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1129"&gt;duburnya&lt;/span&gt;.” [17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1130"&gt;Kaffarat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1131"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1132"&gt;suami&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1133"&gt;menggauli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1134"&gt;isterinya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1135"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1136"&gt;haidh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1137"&gt;Syaikh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1138"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1139"&gt;Albani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1140"&gt;rahimahullaah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1141"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1142"&gt;Barangsiapa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1143"&gt;dikalahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1144"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1145"&gt;hawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1146"&gt;nafsunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1147"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1148"&gt;menyetubuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1149"&gt;isterinya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1150"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1151"&gt;haidh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1152"&gt;sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1153"&gt;suci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1154"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1155"&gt;haidhnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1156"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1157"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1158"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1159"&gt;bershadaqah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1160"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1161"&gt;setengah&lt;/span&gt; pound &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1162"&gt;emas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1163"&gt;Inggris&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1164"&gt;kurang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1165"&gt;lebihnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1166"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1167"&gt;seperempatnya&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1168"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1169"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1170"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1171"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; ‘Abbas &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1172"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1173"&gt;anhu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1174"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1175"&gt;Nabi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1176"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1177"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1178"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1179"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1180"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1181"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1182"&gt;menggauli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1183"&gt;isterinya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1184"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1185"&gt;haidh&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1186"&gt;Lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1187"&gt;Nabi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1188"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1189"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1190"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1191"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1192"&gt;bersabda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1193"&gt;Hendaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1194"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1195"&gt;bershadaqah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1196"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1197"&gt;satu&lt;/span&gt; dinar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1198"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1199"&gt;setengah&lt;/span&gt; dinar.’”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1200"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1201"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1202"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1203"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1204"&gt;bercumbu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1205"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1206"&gt;isterinya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1207"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1208"&gt;haidh&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1209"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1210"&gt;boleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1211"&gt;bercumbu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1212"&gt;dengannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1213"&gt;selain&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1214"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1215"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1216"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1217"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1218"&gt;sabda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1219"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1220"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1221"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1222"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1223"&gt;sallam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1224"&gt;Lakukanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1225"&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1226"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1227"&gt;kecuali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1228"&gt;nikah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1229"&gt;jima&lt;/span&gt;'/ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1230"&gt;bersetubuh&lt;/span&gt;).” [19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1231"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1232"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1233"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1234"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1235"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1236"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1237"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1238"&gt;tidur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1239"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1240"&gt;jima&lt;/span&gt;’ (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1241"&gt;bercampur&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1242"&gt;hendaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1243"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1244"&gt;mencuci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1245"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1246"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1247"&gt;berwudhu&lt;/span&gt;' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1248"&gt;terlebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1249"&gt;dahulu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1250"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1251"&gt;mencuci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1252"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1253"&gt;tangannya&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1254"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1255"&gt;berdasarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1256"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1257"&gt;dari&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1258"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1259"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1260"&gt;anha&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1261"&gt;bahwasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1262"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1263"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1264"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1265"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1266"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1267"&gt;bersabda&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1268"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1269"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1270"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1271"&gt;tidur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1272"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1273"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1274"&gt;junub&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1275"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1276"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1277"&gt;berwudhu&lt;/span&gt;' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1278"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1279"&gt;wudhu&lt;/span&gt;' &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1280"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1281"&gt;shalat&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1282"&gt;apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1283"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1284"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1285"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1286"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1287"&gt;minum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1288"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1289"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1290"&gt;junub&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1291"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1292"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1293"&gt;mencuci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1294"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1295"&gt;tangannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1296"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1297"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1298"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1299"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1300"&gt;minum&lt;/span&gt;.” [20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1301"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1302"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1303"&gt;anha&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1304"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1305"&gt;berkata&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1306"&gt;Apabila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1307"&gt;Nabi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1308"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1309"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1310"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1311"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1312"&gt;hendak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1313"&gt;tidur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1314"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1315"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1316"&gt;junub&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1317"&gt;beliau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1318"&gt;mencuci&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1319"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1320"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1321"&gt;berwudhu&lt;/span&gt;’ (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1322"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1323"&gt;wudhu&lt;/span&gt;') &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1324"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1325"&gt;shalat&lt;/span&gt;.” [21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1326"&gt;Sebaiknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1327"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1328"&gt;bersenggama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1329"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1330"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1331"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1332"&gt;lapar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1333"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1334"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1335"&gt;keadaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1336"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1337"&gt;kenyang&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1338"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1339"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1340"&gt;membahayakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1341"&gt;kesehatan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1342"&gt;Suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1343"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1344"&gt;dibolehkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1345"&gt;mandi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1346"&gt;bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1347"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1348"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1349"&gt;tempat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1350"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1351"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1352"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1353"&gt;dibolehkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1354"&gt;saling&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1355"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1356"&gt;aurat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1357"&gt;masing&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1358"&gt;masing&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1359"&gt;Adapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1360"&gt;riwayat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1361"&gt;dari&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1362"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1363"&gt;mengatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1364"&gt;bahwa&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1365"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1366"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1367"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1368"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1369"&gt;aurat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1370"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1371"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1372"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1373"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1374"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1375"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1376"&gt;riwayat&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1377"&gt;bathil&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1378"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1379"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1380"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1381"&gt;sanadnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1382"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1383"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1384"&gt;pendusta&lt;/span&gt;. [22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1385"&gt;Haram&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1386"&gt;hukumnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1387"&gt;menyebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1388"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1389"&gt;rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1390"&gt;tangga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1391"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1392"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1393"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1394"&gt;isteri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1395"&gt;Setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1396"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1397"&gt;maupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1398"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1399"&gt;dilarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1400"&gt;menyebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1401"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1402"&gt;rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1403"&gt;tangga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1404"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1405"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1406"&gt;ranjang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1407"&gt;mereka&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1408"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1409"&gt;dilarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1410"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1411"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1412"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1413"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1414"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1415"&gt;sallam&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1416"&gt;Bahkan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1417"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1418"&gt;menyebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1419"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1420"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1421"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1422"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1423"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1424"&gt;orang&lt;/span&gt; yang paling &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1425"&gt;jelek&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1426"&gt;kedudukannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1427"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1428"&gt;sisi&lt;/span&gt; Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1429"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1430"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1431"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1432"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1433"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1434"&gt;bersabda&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1435"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1436"&gt;manusia&lt;/span&gt; yang paling &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1437"&gt;jelek&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1438"&gt;kedudukannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1439"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1440"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1441"&gt;Kiamat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1442"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1443"&gt;laki&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1444"&gt;laki&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1445"&gt;bersenggama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1446"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1447"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1448"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1449"&gt;wanita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1450"&gt;bersenggama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1451"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1452"&gt;suaminya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1453"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1454"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1455"&gt;menyebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1456"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1457"&gt;isterinya&lt;/span&gt;.” [23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1458"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1459"&gt;hadits&lt;/span&gt; lain yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1460"&gt;shahih&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1461"&gt;disebutkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1462"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1463"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1464"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1465"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1466"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1467"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1468"&gt;bersabda&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1469"&gt;Jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1470"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1471"&gt;lakukan&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1472"&gt;menceritakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1473"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1474"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1475"&gt;isteri&lt;/span&gt;). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1476"&gt;Perumpamaannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1477"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1478"&gt;syaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1479"&gt;laki&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1480"&gt;laki&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1481"&gt;berjumpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1482"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1483"&gt;syaitan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1484"&gt;perempuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1485"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1486"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1487"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1488"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1489"&gt;menyetubuhinya&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1490"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1491"&gt;tengah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1492"&gt;jalan&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1493"&gt;dilihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1494"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1495"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1496"&gt;banyak&lt;/span&gt;…” [24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1497"&gt;Syaikh&lt;/span&gt; Muhammad bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1498"&gt;Shalih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1499"&gt;al&lt;/span&gt;-‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1500"&gt;Utsaimin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1501"&gt;rahimahullaah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1502"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1503"&gt;Apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1504"&gt;dilakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1505"&gt;sebagian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1506"&gt;wanita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1507"&gt;berupa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1508"&gt;membeberkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1509"&gt;maslah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1510"&gt;rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1511"&gt;tangga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1512"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1513"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1514"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1515"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1516"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1517"&gt;karib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1518"&gt;kerabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1519"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1520"&gt;kawan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1521"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1522"&gt;perkara&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1523"&gt;diharamkan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1524"&gt;Tidak&lt;/span&gt; halal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1525"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1526"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1527"&gt;menyebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1528"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1529"&gt;rumah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1530"&gt;tangga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1531"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1532"&gt;keadaannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1533"&gt;bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1534"&gt;suaminya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1535"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1536"&gt;seseorang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Allah Ta’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1537"&gt;ala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1538"&gt;berfirman&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1539"&gt;Artinya&lt;/span&gt; : “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1540"&gt;Maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1541"&gt;perempuan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1542"&gt;perempuan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1543"&gt;shalih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1544"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1545"&gt;mereka&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1546"&gt;taat&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1547"&gt;kepada&lt;/span&gt; Allah) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1548"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1549"&gt;menjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1550"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1551"&gt;ketika&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1552"&gt;suaminya&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1553"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1554"&gt;ada&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1555"&gt;karena&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1556"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1557"&gt;menjaga&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1558"&gt;mereka&lt;/span&gt;).” [An-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1559"&gt;Nisaa&lt;/span&gt;' : 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1560"&gt;Nabi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1561"&gt;shallallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1562"&gt;alaihi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1563"&gt;wa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1564"&gt;sallam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1565"&gt;mengabarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1566"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1567"&gt;manusia&lt;/span&gt; yang paling &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1568"&gt;buruk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1569"&gt;kedudukannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1570"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1571"&gt;sisi&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1572"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1573"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1574"&gt;Kiamat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1575"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1576"&gt;laki&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1577"&gt;laki&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1578"&gt;bersenggama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1579"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1580"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1581"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1582"&gt;wanita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1583"&gt;bersenggama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1584"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1585"&gt;suaminya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1586"&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1587"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1588"&gt;menyebarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1589"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1590"&gt;pasangannya&lt;/span&gt;". [25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1591"&gt;Disalin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1592"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1593"&gt;buku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1594"&gt;Bingkisan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1595"&gt;Istimewa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1596"&gt;Menuju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1597"&gt;Keluarga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1598"&gt;Sakinah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1599"&gt;Penulis&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1600"&gt;Yazid&lt;/span&gt; bin Abdul &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1601"&gt;Qadir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1602"&gt;Jawas&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1603"&gt;Penerbit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1604"&gt;Putaka&lt;/span&gt; A-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1605"&gt;Taqwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1606"&gt;Bogor&lt;/span&gt; - &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1607"&gt;Jawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1608"&gt;Barat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1609"&gt;Cet&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1610"&gt;Ke&lt;/span&gt; II &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1611"&gt;Dzul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1612"&gt;Qa'dah&lt;/span&gt; 1427H/&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1613"&gt;Desember&lt;/span&gt; 2006]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1614"&gt;Foote&lt;/span&gt; Note&lt;br /&gt;[1]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1615"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1616"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1617"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1618"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1619"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1620"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 2160), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1621"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1622"&gt;Majah&lt;/span&gt; (no. 1918), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1623"&gt;al&lt;/span&gt;-Hakim (II/185) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1624"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1625"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1626"&gt;menshahihkannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1627"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1628"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1629"&gt;Baihaqi&lt;/span&gt; (VII/148), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1630"&gt;dari&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1631"&gt;Abdullah&lt;/span&gt; bin ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1632"&gt;Amr&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1633"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1634"&gt;anhuma&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1635"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1636"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1637"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1638"&gt;hal&lt;/span&gt;. 92-93)&lt;br /&gt;[2]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1639"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1640"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1641"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1642"&gt;Abi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1643"&gt;Syaibah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1644"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1645"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1646"&gt;Mushannaf&lt;/span&gt; (X/159, no. 30230 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1647"&gt;dan&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1648"&gt;Abdurrazzaq&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1649"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1650"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1651"&gt;Mushannaf&lt;/span&gt; (VI/191-192). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1652"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1653"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1654"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1655"&gt;fis&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1656"&gt;Sunnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1657"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1658"&gt;Muthahharah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1659"&gt;hal&lt;/span&gt;. 94-97), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1660"&gt;cet&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1661"&gt;Darus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1662"&gt;Salam&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1663"&gt;th&lt;/span&gt;. 1423 H.&lt;br /&gt;[3]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1664"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1665"&gt;oleh&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1666"&gt;Abdurrazzaq&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1667"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1668"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1669"&gt;Mushannaf&lt;/span&gt; (VI/191, no. 10460, 10461).&lt;br /&gt;[4]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1670"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1671"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1672"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1673"&gt;oleh&lt;/span&gt; Ahmad (VI/438, 452, 453, 458). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1674"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1675"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1676"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1677"&gt;fis&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1678"&gt;Sunnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1679"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1680"&gt;Muthahharah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1681"&gt;hal&lt;/span&gt;. 91-92), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1682"&gt;cet&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1683"&gt;Darus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1684"&gt;Salam&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1685"&gt;th&lt;/span&gt;. 1423 H.&lt;br /&gt;[5]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1686"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1687"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1688"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1689"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1690"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1691"&gt;Bukhari&lt;/span&gt; (no. 141, 3271, 3283, 5165), Muslim (no. 1434), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1692"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1693"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 2161), at-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1694"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; (no. 1092), ad-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1695"&gt;Darimi&lt;/span&gt; (II/145), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1696"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1697"&gt;Majah&lt;/span&gt; (no. 1919), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1698"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1699"&gt;dalam&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1700"&gt;Isyratun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1701"&gt;Nisaa&lt;/span&gt;' (no. 144, 145), Ahmad (I/216, 217, 220, 243, 283, 286) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1702"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1703"&gt;lainnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1704"&gt;dari&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1705"&gt;Abdullah&lt;/span&gt; bin ‘Abbas &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1706"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1707"&gt;anhuma&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[6]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1708"&gt;Pelana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1709"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1710"&gt;kata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1711"&gt;kiasan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1712"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1713"&gt;isteri&lt;/span&gt;. Yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1714"&gt;dimaksud&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1715"&gt;Umar&lt;/span&gt; bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1716"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1717"&gt;Khaththab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1718"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1719"&gt;menyetubuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1720"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1721"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1722"&gt;kemaluannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1723"&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1724"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1725"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1726"&gt;belakang&lt;/span&gt;. Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1727"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1728"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1729"&gt;menurut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1730"&gt;kebiasaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1731"&gt;suami&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1732"&gt;menyetubuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1733"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1734"&gt;berada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1735"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1736"&gt;atas&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1737"&gt;yaitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1738"&gt;menunggangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1739"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1740"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1741"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1742"&gt;depan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1743"&gt;Jadi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1744"&gt;karena&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1745"&gt;Umar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1746"&gt;menunggangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1747"&gt;isterinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1748"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1749"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1750"&gt;belakang&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1751"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1752"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1753"&gt;menggunakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1754"&gt;kiasan&lt;/span&gt; “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1755"&gt;membalik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1756"&gt;pelana&lt;/span&gt;”. (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1757"&gt;Lihat&lt;/span&gt; an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1758"&gt;Nihayah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1759"&gt;fii&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1760"&gt;Ghariibil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1761"&gt;Hadiits&lt;/span&gt; (II/209))&lt;br /&gt;[7]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1762"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1763"&gt;hasan&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1764"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1765"&gt;oleh&lt;/span&gt; Ahmad (I/297), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1766"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1767"&gt;dalam&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1768"&gt;Isyratun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1769"&gt;Nisaa&lt;/span&gt;' (no. 91) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1770"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1771"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1772"&gt;Tafsiir&lt;/span&gt; an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1773"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i (I/256, no. 60), at-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1774"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; (no. 2980), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1775"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1776"&gt;Hibban&lt;/span&gt; (no. 1721-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1777"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1778"&gt;Mawarid&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1779"&gt;dan&lt;/span&gt; (no. 4190-Ta’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1780"&gt;liiqatul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1781"&gt;Hisaan&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1782"&gt;ala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1783"&gt;Shahiih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1784"&gt;Ibni&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1785"&gt;Hibban&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1786"&gt;ath&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1787"&gt;Thabrani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1788"&gt;dalam&lt;/span&gt; Mu’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1789"&gt;jamul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1790"&gt;Kabir&lt;/span&gt; (no. 12317) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1791"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1792"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1793"&gt;Baihaqi&lt;/span&gt; (VII/198). At-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1794"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1795"&gt;berkata&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1796"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1797"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1798"&gt;hasan&lt;/span&gt;.” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1799"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1800"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1801"&gt;dishahihkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1802"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1803"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1804"&gt;Hafizh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1805"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1806"&gt;Hajar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1807"&gt;dalam&lt;/span&gt; Fat-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1808"&gt;hul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1809"&gt;Baari&lt;/span&gt; (VIII/291).&lt;br /&gt;[8]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1810"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1811"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1812"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1813"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1814"&gt;ath&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1815"&gt;Thahawi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1816"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1817"&gt;Syarah&lt;/span&gt; Ma’&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1818"&gt;anil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1819"&gt;Aatsaar&lt;/span&gt; (III/41) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1820"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1821"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1822"&gt;Baihaqi&lt;/span&gt; (VII/195). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1823"&gt;Asalnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1824"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1825"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1826"&gt;diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1827"&gt;oleh&lt;/span&gt; Imam &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1828"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1829"&gt;Bukhari&lt;/span&gt; (no. 4528), Muslim (no. 1435) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1830"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1831"&gt;lainnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1832"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1833"&gt;Jabir&lt;/span&gt; bin ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1834"&gt;Abdillah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1835"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1836"&gt;anhuma&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1837"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1838"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1839"&gt;Insyirah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1840"&gt;fii&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1841"&gt;Adabin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1842"&gt;Nikah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1843"&gt;hal&lt;/span&gt;. 48) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1844"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1845"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1846"&gt;Ishaq&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1847"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1848"&gt;Huwaini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[9]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1849"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1850"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1851"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1852"&gt;oleh&lt;/span&gt; Muslim (308 (27)) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1853"&gt;dan&lt;/span&gt; Ahmad (III/28), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1854"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1855"&gt;Shahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1856"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1857"&gt;Sa&lt;/span&gt;’id &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1858"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1859"&gt;Khudri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1860"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1861"&gt;anhu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[10]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1862"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1863"&gt;hasan&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1864"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1865"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1866"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1867"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 219), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1868"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1869"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1870"&gt;Isyratun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1871"&gt;Nisaa&lt;/span&gt;' (no. 149), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1872"&gt;dan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1873"&gt;lainnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1874"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1875"&gt;Shahih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1876"&gt;Sunan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1877"&gt;Abi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1878"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 216) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1879"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1880"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1881"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1882"&gt;hal&lt;/span&gt;. 107-108).&lt;br /&gt;[11]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1883"&gt;Maksudnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1884"&gt;isyarat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1885"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1886"&gt;mengajak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1887"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1888"&gt;hawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1889"&gt;nafsu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[12]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1890"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1891"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1892"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1893"&gt;oleh&lt;/span&gt; Muslim (no. 1403), at-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1894"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; (no. 1158), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1895"&gt;Adu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1896"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 2151), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1897"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1898"&gt;Baihaqi&lt;/span&gt; (VII/90), Ahmad (III/330, 341, 348, 395) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1899"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1900"&gt;lafazh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1901"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1902"&gt;miliknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1903"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1904"&gt;Shahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1905"&gt;Jabir&lt;/span&gt; bin ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1906"&gt;Abdillah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1907"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1908"&gt;anhuma&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1909"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1910"&gt;Silsilah&lt;/span&gt; ash-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1911"&gt;Shahiihah&lt;/span&gt; (I/470-471).&lt;br /&gt;[13]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1912"&gt;Syarah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1913"&gt;Shahiih&lt;/span&gt; Muslim (IX/178).&lt;br /&gt;[14]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1914"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1915"&gt;hasan&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1916"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1917"&gt;oleh&lt;/span&gt; at-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1918"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; (no. 2777) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1919"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1920"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1921"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 2149).&lt;br /&gt;[15]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1922"&gt;Jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1923"&gt;bercampur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1924"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1925"&gt;isteri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1926"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1927"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1928"&gt;haidh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[16]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1929"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1930"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1931"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1932"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1933"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1934"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 3904), at-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1935"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; (no. 135), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1936"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1937"&gt;Majah&lt;/span&gt; (no. 639), ad-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1938"&gt;Darimi&lt;/span&gt; (I/259), Ahmad (II/408, 476), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1939"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1940"&gt;Baihaqi&lt;/span&gt; (VII/198), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1941"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1942"&gt;dalam&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1943"&gt;Isyratun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1944"&gt;Nisaa&lt;/span&gt;' (no. 130, 131), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1945"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1946"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1947"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1948"&gt;Hurairah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1949"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1950"&gt;anhu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[17]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1951"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1952"&gt;hasan&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1953"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1954"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1955"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; Adi &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1956"&gt;dari&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1957"&gt;Uqbah&lt;/span&gt; bin ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1958"&gt;Amr&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1959"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1960"&gt;dikuatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1961"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1962"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1963"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1964"&gt;Hurairah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1965"&gt;diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1966"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1967"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1968"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 2162) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1969"&gt;dan&lt;/span&gt; Ahmad (II/444 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1970"&gt;dan&lt;/span&gt; 479). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1971"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1972"&gt;Adaabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1973"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1974"&gt;fis&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1975"&gt;Sunnah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1976"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1977"&gt;Muthahharah&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1978"&gt;hal&lt;/span&gt;. 105).&lt;br /&gt;[18]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1979"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1980"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1981"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1982"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1983"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1984"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 264), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1985"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i (I/153), at-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1986"&gt;Tirmidzi&lt;/span&gt; (no. 136), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1987"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1988"&gt;Majah&lt;/span&gt; (no. 640), Ahmad (I/172), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1989"&gt;dishahihkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1990"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1991"&gt;al&lt;/span&gt;-Hakim (I/172) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1992"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1993"&gt;disetujui&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1994"&gt;oleh&lt;/span&gt; Imam adz-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1995"&gt;Dzahabi&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1996"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1997"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1998"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1999"&gt;hal&lt;/span&gt;. 122)&lt;br /&gt;[19]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2000"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2001"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2002"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2003"&gt;oleh&lt;/span&gt; Muslim (no. 302), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2004"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2005"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 257), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2006"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2007"&gt;Shahabat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2008"&gt;Anas&lt;/span&gt; bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2009"&gt;Malik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2010"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2011"&gt;anhu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2012"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2013"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2014"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2015"&gt;hal&lt;/span&gt;. 123).&lt;br /&gt;[20]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2016"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2017"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2018"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2019"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 222, 223), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2020"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i (I/139), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2021"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2022"&gt;Majah&lt;/span&gt; (no. 584, 593) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2023"&gt;dan&lt;/span&gt; Ahmad (VI/102-103, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2024"&gt;dari&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2025"&gt;Aisyah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2026"&gt;radhiyallaahu&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2027"&gt;anha&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2028"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2029"&gt;Silsilah&lt;/span&gt; ash-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2030"&gt;Shahiihah&lt;/span&gt; (no. 390) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2031"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2032"&gt;Shahiihul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2033"&gt;Jaami&lt;/span&gt;’ (no. 4659).&lt;br /&gt;[21]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2034"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2035"&gt;shahih&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2036"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2037"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2038"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2039"&gt;Bukhari&lt;/span&gt; (no. 288), Muslim (no. 306 (25)), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2040"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2041"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 221), an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2042"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i (I/140). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2043"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2044"&gt;Shahiihul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2045"&gt;Jaami&lt;/span&gt;’ (no. 4660).&lt;br /&gt;[22]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2046"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2047"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2048"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2049"&gt;hal&lt;/span&gt;. 109.&lt;br /&gt;[23]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2050"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2051"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2052"&gt;Ibnu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2053"&gt;Abi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2054"&gt;Syaibah&lt;/span&gt; (no. 17732), Muslim (no. 1437), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2055"&gt;Abu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2056"&gt;Dawud&lt;/span&gt; (no. 4870), Ahmad (III/69) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2057"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2058"&gt;lainnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2059"&gt;Hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2060"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2061"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2062"&gt;kelemahannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2063"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2064"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2065"&gt;sanadnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2066"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2067"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2068"&gt;rawi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2069"&gt;lemah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2070"&gt;bernama&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2071"&gt;Umar&lt;/span&gt; bin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2072"&gt;Hamzah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2073"&gt;al&lt;/span&gt;-‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2074"&gt;Amry&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2075"&gt;Rawi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2076"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2077"&gt;dilemahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2078"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2079"&gt;Yahya&lt;/span&gt; bin Ma’in &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2080"&gt;dan&lt;/span&gt; an-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2081"&gt;Nasa&lt;/span&gt;-i. Imam Ahmad &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2082"&gt;berkata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2083"&gt;tentangnya&lt;/span&gt;, “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2084"&gt;Hadits&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2085"&gt;haditsnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2086"&gt;munkar&lt;/span&gt;.” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2087"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2088"&gt;kitab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2089"&gt;Mizanul&lt;/span&gt; I’tidal (III/192), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2090"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2091"&gt;Adabuz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2092"&gt;Zifaf&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2093"&gt;hal&lt;/span&gt;. 142). &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2094"&gt;Makna&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2095"&gt;hadits&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2096"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2097"&gt;semakna&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2098"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2099"&gt;hadits&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2100"&gt;hadits&lt;/span&gt; lain yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2101"&gt;shahih&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2102"&gt;melarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2103"&gt;menceritakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2104"&gt;rahasia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2105"&gt;hubungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2106"&gt;suami&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2107"&gt;isteri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[24]. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2108"&gt;Diriwayatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2109"&gt;oleh&lt;/span&gt; Ahmad (VI/456-457).&lt;br /&gt;[25]. Fataawaa al-Islaamiyyah (III/211-212).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.almanhaj.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-417912984696685395?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/417912984696685395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/first-night-or-belah-duren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/417912984696685395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/417912984696685395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/first-night-or-belah-duren.html' title='First Night Or Belah duren'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSN5bApmtnI/AAAAAAAAAB0/Cp-tmEJYtvk/s72-c/bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7505165705686653095</id><published>2008-11-18T08:38:00.003+07:00</published><updated>2008-11-18T09:18:38.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Cantik Sebenar-benar Cantik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSIl8YlL-oI/AAAAAAAAABs/Mp2M5dNk7v0/s1600-h/mata.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSIl8YlL-oI/AAAAAAAAABs/Mp2M5dNk7v0/s320/mata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269816233297705602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berbaik dan tak pernah kecilkan seseorang dari hati.&lt;br /&gt;Apabila sudah melakukan kebaikan pada semua orang,&lt;br /&gt;jika suatu ketika terpaksa memerlukan pertolongan,&lt;br /&gt;akan senantiasa ada tangan terulur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertambahnya usia,&lt;br /&gt;semakin mensyukuri telah diberi dua tangan,&lt;br /&gt;satu untuk menolong diri sendiri&lt;br /&gt;dan satu lagi untuk menolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan,&lt;br /&gt;bukan pada bentuk tubuh,&lt;br /&gt;atau cara dia menyisir rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan wanita terdapat pada mata,&lt;br /&gt;cara dia memandang dunia.&lt;br /&gt;Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia,&lt;br /&gt;di mana cinta dapat berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah.&lt;br /&gt;Tetapi kecantikan yang murni,&lt;br /&gt;terpencar dari jiwanya,&lt;br /&gt;yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta.&lt;br /&gt;Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan tercermin dari akhlak yang mulia&lt;br /&gt;dan budi pekerti yang terpuji, terlihat dalam tingkah laku dan pembawaan setiap hari.&lt;br /&gt;Kemuliaan akhlak dapat dikesan melalui caranya bergaul serta&lt;br /&gt;membawa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang mulia jauh lebih penting bagi seorang wanita berbanding kecantikan paras rupa,&lt;br /&gt;karena kecantikan akhlak akan kekal walaupun usianya telah lanjut, sedangkan kecantikan wajah akan lenyap apabila tubuhnya sudah diamamah usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf apakah anda cantik yang sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk membentuk bibir menawan, ucapkan kata-kata kebaikan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan mata indah, lihat kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan bentuk badan langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapat rambut indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisir dengan jarinya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk kaum wanita sudahkah kau bertanya pada diri sendiri,Apakah diri mu sudah cantik? Cantik yang sebenarnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dari Google&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7505165705686653095?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7505165705686653095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/cantik-sebenar-benar-cantik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7505165705686653095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7505165705686653095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/cantik-sebenar-benar-cantik.html' title='Cantik Sebenar-benar Cantik'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSIl8YlL-oI/AAAAAAAAABs/Mp2M5dNk7v0/s72-c/mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-81561592994995374</id><published>2008-11-17T09:07:00.005+07:00</published><updated>2008-11-17T09:32:00.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Indahnya Malam Pertama Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSDXmeYPUsI/AAAAAAAAABc/3aZj6E-urKY/s1600-h/kaligarfi.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSDXmeYPUsI/AAAAAAAAABc/3aZj6E-urKY/s320/kaligarfi.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269448620013212354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Achmad Falatehan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal sebagai bahan renungan Kita…&lt;br /&gt;Tuk merenungkan indahnya malam pertama&lt;br /&gt;Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata&lt;br /&gt;Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa&lt;br /&gt;Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut&lt;br /&gt;Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara&lt;br /&gt;Hari itu…mempelai sangat dimanjakan&lt;br /&gt;Mandipun…harus dimandikan&lt;br /&gt;Seluruh badan kita terbuka….&lt;br /&gt;Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .&lt;br /&gt;Tak ada sedikitpun rasa malu…&lt;br /&gt;Seluruh badan digosok dan dibersihkan&lt;br /&gt;Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan&lt;br /&gt;Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih…&lt;br /&gt;Itulah sosok kita….&lt;br /&gt;Itulah jasad kita waktu itu&lt;br /&gt;Setelah dimandikan.. .,&lt;br /&gt;Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih&lt;br /&gt;Kain itu…jarang orang memakainya..&lt;br /&gt;Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan&lt;br /&gt;Wewangian ditaburkan ke baju kita…&lt;br /&gt;Bagian kepala…badan…dan kaki diikatkan&lt;br /&gt;Tataplah….tataplah….itulah wajah kita&lt;br /&gt;Keranda pelaminan…langsung disiapkan&lt;br /&gt;Pengantin bersanding sendirian…&lt;br /&gt;Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga&lt;br /&gt;Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul&lt;br /&gt;Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga&lt;br /&gt;Serta rasa haru para handai taulan&lt;br /&gt;Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir&lt;br /&gt;Akad nikahnya bacaan talkin…&lt;br /&gt;Berwalikan liang lahat..&lt;br /&gt;Saksi-saksinya nisan-nisan…yang tlah tiba duluan&lt;br /&gt;Siraman air mawar…pengantar akhir kerinduan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya….. Tiba masa pengantin..&lt;br /&gt;Menunggu dan ditinggal sendirian…&lt;br /&gt;Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan&lt;br /&gt;Malam pertama bersama KEKASIH..&lt;br /&gt;Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah&lt;br /&gt;Di kamar bertilamkan tanah..&lt;br /&gt;Dan ketika 7 langkah tlah pergi….&lt;br /&gt;Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…&lt;br /&gt;Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…&lt;br /&gt;Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..&lt;br /&gt;Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….&lt;br /&gt;Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan… .&lt;br /&gt;Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima&lt;br /&gt;Kita sungkan sekali meneteskan air mata…&lt;br /&gt;Seolah barang berharga yang sangat mahal…&lt;br /&gt;Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..&lt;br /&gt;Atau melemparkan dirimu ke neraka..&lt;br /&gt;Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…&lt;br /&gt;Tapi….tapi …..sudah pantaskah sikap kita selama ini…&lt;br /&gt;Untuk disebut sebagai ahli syurga&lt;br /&gt;HuhHuhHuh&lt;br /&gt;Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu&lt;br /&gt;Bukan aku tak setia… Bukan aku berkhianat.. ..&lt;br /&gt;Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan&lt;br /&gt;Tapi percayalah…aku pasti kan mendo’akanmu. ..&lt;br /&gt;Karena…aku sungguh menyayangimu. ..&lt;br /&gt;Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga&lt;br /&gt;Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien&lt;br /&gt;Sahabat…, jika ini adalah bacaan terakhirmu&lt;br /&gt;Jika ini adalah renungan peringatan&lt;br /&gt;dari Kekasihmu&lt;br /&gt;Ambillah hikmahnya……&lt;br /&gt;Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….&lt;br /&gt;Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ….&lt;br /&gt;Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku&lt;br /&gt;Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. …..&lt;br /&gt;Kalau tulisan ini ada manfaatnya.. ..&lt;br /&gt;Silakan di print out dan kau simpan sebagai renungan…&lt;br /&gt;Siapa tahu…suatu saat kau ingat padaku&lt;br /&gt;Dan…aku tlah di alam lain….&lt;br /&gt;Satu pintaku padamu…&lt;br /&gt;Tolong do’akan aku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.&lt;br /&gt;(QS 103:1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Browsing in mang google&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-81561592994995374?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/81561592994995374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/indahnya-malam-pertama-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/81561592994995374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/81561592994995374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/indahnya-malam-pertama-kita.html' title='Indahnya Malam Pertama Kita'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSDXmeYPUsI/AAAAAAAAABc/3aZj6E-urKY/s72-c/kaligarfi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-1150279108705353998</id><published>2008-11-15T08:35:00.003+07:00</published><updated>2008-11-15T08:50:52.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Politik Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SR4q8a5LDpI/AAAAAAAAABM/-yK6DQXAXKA/s1600-h/politik.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SR4q8a5LDpI/AAAAAAAAABM/-yK6DQXAXKA/s320/politik.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268695831569698450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Khalifah Umar bin Khathab berpidato di hadapan kaum Muslimin. Seusai berpidato, seorang pemuda mengacungkan pedang sambil berteriak, ''Wahai Umar, bila kami melihat Anda menyimpang, kami akan meluruskanmu dengan pedang ini.'' Mendengar pernyataan tersebut, Umar spontan mengucapkan, ''Alhamdulillah.'' Ternyata masih ada rakyat yang berani mengungkapkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat singkat ini memberikan gambaran jelas tentang kehidupan berpolitik dalam Islam. Apa yang dilakukan pemuda itu merupakan salah satu bentuk aktivitas politik, muhasabah lil hukkaam atau mengoreksi penguasa.&lt;br /&gt;Istilah politik saat ini memang mengalami distorsi. Politik didentikkan dengan perebutan kekuasaan dengan cara ''kotor'' sehingga memuncukan seruan untuk menjauhkan Islam dari aktivitas politik. Padahal dalam Islam, politik yang secara etimologis berasal dari kata saasa, yasuusu, siyaasah bermakna ri'ayah syu'uun al ummah 'pengaturan urusan rakyat'. Pengaturan urusan rakyat tidak selalu menjadi urusan pemerintah saja seperti persepsi banyak orang. Mengurus ekonomi, pidana, sosial, pendidikan, dan lain-lain seharusnya juga melibatkan rakyat&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas politik diselenggarakan oleh negara dan rakyat. Negara merupakan institusi yang secara langsung melakukan pengaturan urusan rakyat. Sedangkan rakyat berfungsi melakukan kontrol terhadap negara.&lt;br /&gt;Karena itu setiap Muslim wajib memiliki kesadaran politik karena dengan begitu kehidupan akan senantiasa berjalan dengan normal dan ideal.&lt;br /&gt;Muhammad Ismail dalam kitab Al Fikru Al Islamiy menyebutkan bahwa kesadaran politik haruslah terdiri atas dua unsur. Pertama, kesadaran itu haruslah bersifat universal, bukan kesadaran lokal semata. Misalnya, umat Islam Indonesia harus tahu dan peduli dengan saudara-saudara mereka di Palestina yang kini tengah berjuang melawan kepungan Israel. Kedua, kesadaran itu harus berdasarkan sudut pandang subyektif sekaligus obyektif dalam menilai politik yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subyektifitas adalah cara pandang itu harus dari kacamata Islam. Sedangkan obyektif artinya tekun dan teliti dalam ''membaca'' peristiwa yang terjadi. Ketelitian dan akurasi memahami peristiwa politik mutlak diperlukan karena kamuflase dan pemutarbalikan fakta dalam peristiwa politik sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-1150279108705353998?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/1150279108705353998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/politik-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1150279108705353998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1150279108705353998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/politik-dalam-islam.html' title='Politik Dalam Islam'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SR4q8a5LDpI/AAAAAAAAABM/-yK6DQXAXKA/s72-c/politik.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2957153165644388339</id><published>2008-11-14T08:28:00.004+07:00</published><updated>2008-11-14T08:53:05.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat dan artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kurma Penjegal Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRzZLydYHxI/AAAAAAAAABE/8YmpFQAPtEM/s1600-h/doa.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 83px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRzZLydYHxI/AAAAAAAAABE/8YmpFQAPtEM/s320/doa.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268324460663414546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang kita lupa atau sengaja melupakannya akan yang hak atau bukan hak kita,semua kita ambil semua kita rengkuh,hanya karena untuk kepentingan kita sendiri,kepentingan keluarga ,atau kepentingan golongan kita.&lt;br /&gt;Padahal disana ada hak orang lain yang mungkin lebih memerlukannya dari pada kita,seperti haknya anak-anak yatim,fakir miskin,janda-janda tua,dan para dhuafa.&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Rabb...Selalu senantiasa kuatkanlah diri ini agar selalu dapat memilah yang mana yang hak dan yang bukan bagi ku,keluargaku,teman,dan saudara seimanku..Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini ada kisah tentang bagai mana yang hak dan yang bukan hak kita,apa imbasnya untuk kita.smoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kurma Penjegal Doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai beribadah haji, Ibrahim bin Adham membeli satu kilogram kurma dari pedagang tua di dekat Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, ia melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Ia menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli. Ibrahim pun memungut kurma itu dan memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia kemudian shalat dan berdoa khusuk sekali di bawah kubah Sakhra. Namun, betapa terkejutnya, tatkala tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya. Salah satu dari malaikat itu berkata, ''Doa Ibrahim bin Adham ditolak karena, empat bulan lalu, ia memakan sebutir kurma yang bukan haknya.'' Ibrahim terhenyak. Jadi, selama empat bulan ini, shalat, doa, dan mungkin semua amalan ibrahim tidak diterima Allah SWT lantaran dia memakan sebutir kurma yang bukan haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena resah, tanpa pikir panjang Ibrahim berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua itu untuk memintanya mengikhlaskan sebuah kurma yang telah dimakannya. Namun sayang, pedagang tua itu ternyata telah meninggal. Dia hanya menemukan seorang anak muda yang tidak lain adalah anak kandung pedagang itu. Ibrahim pun meyampaikan maksudnya --pada ahli waris pedagang tua tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda sepakat menghalalkannya. Betapa bahagia hati Ibrahim. Namun, kebahagiaan itu ternyata belum sempurna. Masih ada 11 orang lagi anak pedagang tua itu --sebagai ahli waris -- yang harus juga diminta keikhlasan mereka. Meski jauh dan memerlukan perjuangan keras untuk menemui kesebelas anak itu, akhirnnya Ibrahim bisa bernapas lega karena semua telah sepakat untuk mengikhlaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat bulan kemudian, Ibrahim kembali ke Al Aqsa untuk shalat dan berdoa di sana. Tiba-tiba dia mendengar percakapan malaikat yang sama. ''Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''O ... tidak, sekarang doanya sudah makbul lagi. Apa yang dia makan telah dihalalkan oleh ahli waris pemilik kurma.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Ibrahim ini adalah peringatan buat kita semua, terutama bagi mereka yang merampas puluhan miliar, bahkan triliunan rupiah yang bukan menjadi haknya. Mereka menilap uang rakyat lewat berbagai megaproyek, tetapi masih saja bisa tidur nyenyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah,apakah kita termasuk yang melakukanya atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Berbagai Sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2957153165644388339?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2957153165644388339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/kurma-penjegal-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2957153165644388339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2957153165644388339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/kurma-penjegal-doa.html' title='Kurma Penjegal Doa'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRzZLydYHxI/AAAAAAAAABE/8YmpFQAPtEM/s72-c/doa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-3602324239742923943</id><published>2008-11-13T08:46:00.004+07:00</published><updated>2008-11-13T09:00:11.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat dan artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Prinsip Tawakal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRuIKLjWAJI/AAAAAAAAAA8/UKStgQ07z1c/s1600-h/tawakal.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 80px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRuIKLjWAJI/AAAAAAAAAA8/UKStgQ07z1c/s320/tawakal.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267953897621029010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Allah Kau telah memberiku jalan,memberiku kesempatan untuk hidup ke arah yang lebih baik.tetap kuatkan lah diri ini untuk tetap berikhtiar,istikomah di jalan-Mu Ya Rabb...,Pada-Mu lah kuserahkan segalanya karna hanya Kepada-Mu ku bertawakal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi semuanya di bawah ini ada riwayat tentang bagaimana prinsip bertawakal kepada Allah.Silahkan baca semoga bermanfaat untuk hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Tawakal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan, ada seorang dari suku Badui yang meletakkan untanya sembarangan ketika akan beristirahat di suatu tempat. Namun, dia sengaja tidak menambat unta itu. Selesai istirahat, ketika ia hendak kembali melanjutkan perjalanan, ternyata untanya telah hilang. Kontan saja ia panik setengah mati. Orang-orang sekitar mengerumuninya begitu mendengar suara memekik orang itu, memanggil unta yang kabur. ''Untaku, untaku ... ke mana untaku?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencari ke sana-sini, ia meyakinkan dirinya bahwa ketika kali terakhir dia melihat lapangan, unta tunggangannya itu masih ada, berkumpul bersama unta-unta lain. Ia yakin untanya tak akan kabur karena Allah akan menjaganya. Ia telah bulat hati mempercayakan unta itu pada Allah. Atas dasar keyakinan demikian ia merasa tidak perlu lagi menambatkan untanya ke tiang. Malah Badui itu mengklaim diri telah melakukan salah satu kesalehan, tawakal. Benarkah sikap tawakal ala Badui itu? Ternyata tidak. Tawakal bukanlah pasrah diri seperti yang dilakukan Badui itu. Setidaknya, itu adalah model sikap yang merugikan. Orang bisa terkikis tandas harta benda miliknya jika menggunakan model sikap seperti itu. Apalagi di alam yang materialistis seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Allah memuliakan sikap tawakal. ''Dan hanya kepada Allah saja bertawakal orang-orang yang beriman.'' (QS Almaa'idah: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tawakal itu tidak berdiri sendiri. Sikap ini ditopang oleh dua hal lain yang sangat prinsipil. Pertama, orang bertawakal adalah setelah menyempurnakan ikhtiar. Kedua, tawakal diiringi keyakinan bulat bahwa segala sesuatu terjadi hanya karena kehendak dan takdir Allah. Orang bertawakal hatinya utuh pada Allah, namun keringatnya deras mengucur karena usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tawakal yang benar akan melahirkan kecukupan. ''Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.'' (QS ath-Thalaq: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal bukan saja mulia, namun dengannya Allah akan menaungi hamba-hamba-Nya dengan kecukupan. Sepantasnya kita berlatih menyempurnakan sikap tawakal kita. Tetapi, tentu bukan model tawakal seperti Badui tersebut. Wallahu a'lam bis shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-3602324239742923943?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/3602324239742923943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/prinsip-tawakal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/3602324239742923943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/3602324239742923943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/prinsip-tawakal.html' title='Prinsip Tawakal'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRuIKLjWAJI/AAAAAAAAAA8/UKStgQ07z1c/s72-c/tawakal.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-5847821938890083648</id><published>2008-11-11T08:43:00.004+07:00</published><updated>2008-11-11T09:10:12.358+07:00</updated><title type='text'>PENANTIAN DAN HARAPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRjkp9N3hgI/AAAAAAAAAA0/fPwgsGRfChE/s1600-h/watergreenglass.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 272px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRjkp9N3hgI/AAAAAAAAAA0/fPwgsGRfChE/s320/watergreenglass.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267211173668292098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa..Allah ya Tuhan ku berikan lah senantiasa diri hamba ini kekuatan untuk tetap sabar dalam menjalani hidup ini dalam menjalani semua ketentuan-Mu,kehendak-Mu,dan takdir-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari akhir ini adalah hari penantian bagi ku hari-hari yang penuh harapan,harapan untuk hidup yang lebih baik,lebih berkah,dan barokah.semoga harapan itu akan tiba dan ku serahkan semua ini hanya pada-Mu ya Allah,karena Kau Maha Segalanya atasku dan atas hamba-hamba-Mu semuanya dan akan selalu bersama dengan hamba-hambanya yang slalu mengingat-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hari ini Allah menganugrahkan kita semua pertolongan,keberkahan dan keberhasilan atas apa yang kita ikhtiarkan semua..Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini ada artikel tentang harusnya kita yakin bahwa Allah senantiasa bersama kita,Met membaca dan semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah Beserta Kitakah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Mustoffa Kamil Ridwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sukses perebutan benteng oleh pasukan Khalid bin Walid merupakan pertolongan Allah kepada pasukan Islam karena mawas diri. Kegagalan pasukan Islam selama tiga bulan karena ''ada yang kurang'' dalam beribadah, sehingga Allah tidak kunjung beserta mereka dalam peperangan itu. Untuk itu, mereka memutuskan untuk berpuasa. Maka datanglah pertolongan Alah melalui anjing-anjing yang mencuri makanan sahur mereka. Subhanallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata berikut ini menunjukkan bahwa betapa Allah memberi pertolongan dari arah yang tidaak disangka-sangka kepada mereka yang berjuang di jalan-Nya dengan kepatuhan mutlak. Kisah terjadi saat perebutan Konstantinopel (Romawi Timur) oleh pasukan Turki. Hal ini terungkap berkat penelitian terhadap dua buah pulau di Samudra Pasifik. Dua pulau itu menurut penelitian berasal dari satu pulau saja, yang terbelah akibat letusan gunung berapi di tahun 1452. Letusan itu hebat sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membelah pulau, cahaya letusannya melesat tinggi ke angkasa. Kala itu, tentara Islam sedang mengepung Konstantinopel. Cahaya letusan gunung yang jauhnya puluhan ribu kilometer itu menerangi kota itu, yang terletak di lambung benua Eropa. Tentara Romawi, begitu melihat cahaya api menerangi kota mereka, mengira kota mereka terbakar. Maka menyerahlah mereka kepada pasukan Islam. Hingga kini kota itu menjadi bagian wilayah Turki dengan nama Istambul. Allahu Akbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain, lebih ''kontemporer''. Seorang pemimpin gabungan koperasi ditanya oleh seseorang, apa yang dilakukannya manakala badan usaha yang dipimpinnya dicekam kesulitan besar. Jawabnya, ia perintahkan anak buahnya mengumpulkan seluruh surat permintaan sumbangan, dari mana pun. ''Penuhi semua permohonan itu,'' katanya. Anak buahnya tentu saja protes karena perusahaan sedang sulit sekali, tidak cukup dana untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, pemimpin itu tetap tegar, ''pokoknya penuhi!'' Si anak buah terpaksa menurut. Apa yang terjadi? Dalam waktu tidak lama terbukalah jalan-jalan kemudahan bagi gabungan koperasi itu. Allah Akbar, Allahu Akbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''... bagi mereka yang bertakwa Allah akan memberi jalan keluar; dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka ....'' Itulah janji Allah dalam Surat Atthalaq ayat 2 dan 3. Sudah bertakwakah kita? Marilah kita mawas diri, seperti Khalid bin Walid; seperti pemimpin gabungan koperasi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya, bangsa ini serta seluruh unit bagiannya yang mengaku Islam perlu melakukannya agar Allah bersedia ''beserta kita'' dan melepas kita dari kesulitan. Tanpa itu, jangan-jangan kita dicap munafik oleh Allah. Nauzubillahi min zalik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-5847821938890083648?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/5847821938890083648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/penantian-dan-harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5847821938890083648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5847821938890083648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/penantian-dan-harapan.html' title='PENANTIAN DAN HARAPAN'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SRjkp9N3hgI/AAAAAAAAAA0/fPwgsGRfChE/s72-c/watergreenglass.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2142573461253557264</id><published>2008-11-10T09:15:00.000+07:00</published><updated>2008-11-10T09:17:26.567+07:00</updated><title type='text'>Umar dan Yerusalem</title><content type='html'>Kota suci Yerusalem, yang kini berada di bawah cengkeraman Israel, mempunyai arti penting bagi umat Islam. Kota ini merupakan kiblat pertama umat Islam dan tempat persinggahan Nabi Muhammad saw ketika melakukan Isra' dan Mi'raj. Empat tahun setelah Nabi saw wafat (632 M), Khalifah Umar bin Khattab menaklukkan Yerusalem pada 636 M. Khlalifah kedua ini ingin datang sendiri ke kota suci itu. Umar yang dikenal rendah hati, dalam perjalanan dari Damaskus, Suria ke Yerusalem, hanya ditemani seorang pengawal. Mereka membuat perjanjian akan menunggang onta bergantian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, seluruh warga Yerusalem sedang menanti kedatangan Umar. Uskup dari makam suci Kristus telah mengumumkan kepada rakyatnya, ''Seorang pemimpin besar Islam akan datang, kita harus mengucapkan selamat kepadanya.'' Karenanya, semua penduduk berkumpul di pintu gerbang kota untuk menunggu arak-arakan Raja yang agung. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tidak terlihat adanya arak-arakan. Sebaliknya, dari kejauhan dua orang datang mendekati kota secara perlahan. Tepat ketika keduanya sampai di Yerusalem, tiba giliran pengawal menaiki onta dan Umar mengiringinya berjalan kaki. Tak pelak lagi, semua orang mengelu-elukan orang yang menaiki onta itu. Mereka pun berdesak-desakan mengucapkan selamat kepadanya. ''Tunggu! Saya bukan khalifah,'' kata pengawal sambil menjelaskan perjanjiannya dengan Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyerahkan kunci kota Yerusalem, Uskup kemudian mengundang Umar untuk shalat di dalam gereja mereka. Tetapi, ketika khalifah melihat bagian dalam gereja dihiasi simbol-simbol Kristen, ia dengan sopan menjelaskan, ''Saya akan shalat di luar pintu ini saja.'' Setelah shalat, uskup bertanya kepadanya, ''Mengapa tuan tidak mau ke gereja kami.'' Umar menjelaskan, ''Kalau itu saya lakukan, para pengikut saya dan orang-orang yang datang ke sini pada masa-masa mendatang akan mengambil alih bangunan ini dan mengubahnya jadi masjid. Agar gereja kalian tetap sebagaimana adanya, maka saya shalat di luar.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membebaskan Yerusalem, Islam bukan saja memberikan kebebasan kepada kelompok Kristen untuk beribadah, tetapi sebagai ahli kitab umat Nasrani pun dibebaskan dari pajak. Uskup setempat berterima kasih pada Islam yang membebaskan mereka dari penindasan Kerajaan Byzantium. Umar menunjukkan toleransi kaum Muslimin yang tidak mau menghancurkan keyakinan agama bangsa yang mereka taklukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2142573461253557264?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2142573461253557264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/umar-dan-yerusalem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2142573461253557264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2142573461253557264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/umar-dan-yerusalem.html' title='Umar dan Yerusalem'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-4685909313038337168</id><published>2008-11-08T08:55:00.003+07:00</published><updated>2008-11-08T09:20:02.923+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pernikahan adalah Sekolah Cinta</title><content type='html'>Sumber : sobat-Azzam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J I K A........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu memancing ikan..... &lt;br /&gt;Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu..... &lt;br /&gt;Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.... &lt;br /&gt;Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang... . &lt;br /&gt;Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya..... &lt;br /&gt;Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja...... &lt;br /&gt;Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadar keperluanmu. ...... &lt;br /&gt;Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula...... &lt;br /&gt;Akhirnya ia dibuang..... . &lt;br /&gt;Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kamumemiliki seseorang, terimalah seadanya.... . &lt;br /&gt;Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa.... . &lt;br /&gt;Anggaplah ia manusia biasa.&lt;br /&gt;Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. &lt;br /&gt;Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya.... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain.... &lt;br /&gt;Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-4685909313038337168?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/4685909313038337168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/pernikahan-adalah-sekolah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4685909313038337168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4685909313038337168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/pernikahan-adalah-sekolah-cinta.html' title='Pernikahan adalah Sekolah Cinta'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-8971098116263474497</id><published>2008-11-07T08:51:00.002+07:00</published><updated>2008-11-07T09:01:04.213+07:00</updated><title type='text'>Solusi Kehidupan</title><content type='html'>Assallamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya hidup di dunia ini adalah persinggahan dimana cobaan dan ujian harus kita jalani.untuk kembali ke kehidupan yang abadi...,Mari kita semua merenung mengevaluai hidup kita,hari-hari dan waktu yang kita jalani.sudahkan cukup bekal amal kita untuk kembali kelak....?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Solusi Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang semakin tua ini kelihatan semakin menggoda. Hari demi hari jumlah manusia yang tertipu oleh janji-janjinya semakin berjejer panjang. ''Hamba-hamba dunia'' semakin banyak memadati kolong-kolong langit. Mereka berlomba menggapai kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik bayangan kenikmatan dunia yang dikejar itu, terlihat sangat jelas derita yang dirasakan oleh yang mencarinya. Hidup seperti tiada mendapatkan bimbingan, dada dipenuhi dengan penyakit, dan hilangnya petunjuk, serta rahmat dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kehidupan gersang para pengagung dunia, tidak mengenal Allah, susah memejamkan mata untuk istirahat, kecemasan terhadap kurangnya harta benda yang dimiliki. Terjadinya broken home, tidak harmonisnya hubungan dengan sesama, saling menindas, saling menjatuhkan, yang kaya menjadi sombong dan si miskin bergelimang derita. Penguasa bangga dengan kezaliman, rakyat menangis dengan ketelantaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ujungnya, terdengar jeritan dari hati kecil manusia, adakah solusi? Adakah konsep untuk hidup bahagia? Adakah penderitaan mental dan fisik ini akan berakhir? Dan sekian banyak lagi pertanyaan keluar dari hati setiap orang yang tengah merasakan kegersangan dalam hidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya konsep itu ada, namun ditinggalkan. Rambu-rambu menuju keselamatan sudah jelas, namun diingkari. Tetapi, bukan berarti tidak ada jalan untuk memperbaiki diri dan berhak untuk bahagia. Solusinya masih boleh didapat. Kebahagiaan masih dapat dirasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan solusi untuk semua permasalahan dan konsep untuk kebahagiaan serta penawar bagi semua penyakit kehidupan. Firman-Nya yang berarti, ''Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit [yang barada] didada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman'' (QS Yunus: 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu janji yang sangat manis yang tidak akan dimungkiri oleh yang menjanjikannya. Suatu seruan untuk seluruh manusia demi kebahagiaan mereka. Suatu cara hidup (way of life) dari Yang Mahatahu atas liku-liku kehidupan makhluq yang diciptakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi sudah terlihat, obat sudah di depan mata, tinggal siapa yang mau untuk mengambilnya dan memakainya dalam kehidupan? Semoga Allah memberikan hikmah-Nya.&lt;br /&gt;Amin.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-8971098116263474497?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/8971098116263474497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/solusi-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8971098116263474497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8971098116263474497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/solusi-kehidupan.html' title='Solusi Kehidupan'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-4242759018167123178</id><published>2008-11-06T09:08:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T09:16:31.644+07:00</updated><title type='text'>Titik Penghabisan</title><content type='html'>Doa ku hari ini " Ya Allah...jadikan lah hari ini hari yang lebih baik,lebih berkah,lebih beruntung dari hari kemarin.jadikan lah segala kegiatanku hari ini sebagai bentuk ibadah hamba kepada-Mu Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Titik Penghabisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Bila kiamat esok tiba, dan di tanganmu ada bibit pohon kurma, maka tanamlah. Mudah-mudahan kamu mendapatkan pahala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa hadis Nabi tersebut. Apalagi yang bisa diharapkan seseorang dari menanam bibit kurma ketika kiamat sudah di depan mata? Tidakkah perbuatan itu hanya sia-sia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam pandangan Nabi, hal itu tetap bernilai suatu kebaikan, dan di sisi Allah, berpahala. Allah tidak melihat hasil usaha seseorang. Allah melihat proses dan kesungguhannya berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan seorang miskin menyedekahkan Rp 1.000 rezeki yang dimilikinya jauh lebih berharga ketimbang seorang konglomerat yang menyumbang Rp 100 juta karena mengejar popularitas dan perhitungan bisnis. Bagi seorang kuli mencangkul, uang Rp 1.000 merupakan 10 persen dari upahnya. Sedangkan bagi konglomerat, uang Rp 100 juta itu hanya sekian permil dari kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut juga mengingatkan setiap Muslim untuk terus berjuang sampai titik penghabisan. Selama umur masih bersisa, kesempatan selalu terbuka. Hari esok kita tak pernah tahu, tapi hari ini merupakan kesempatan terbaik yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri keanggunan Islam terletak pada kesederhanaannya. Hal itu pun tampak dalam ajaran-ajaran Nabi tentang kebaikan. Berbuat kebaikan tidak harus yang muluk-muluk atau mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda, "Barangsiapa melapangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat, dan barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang, maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah baginya jalan ke surga. Suatu kaum yang berkumpul dalam sebuah rumah dari rumah-rumah Allah, bertilawat Alquran dan mempelajarinya bersama-sama, maka Allah akan menurunkan ketenteraman dan menaungi mereka dengan rahmat." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah lagi seorang Muslim menemukan celah untuk menghindar dan menunda berbuat kebaikan? Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-4242759018167123178?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/4242759018167123178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/titik-penghabisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4242759018167123178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4242759018167123178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/titik-penghabisan.html' title='Titik Penghabisan'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-6327758617579354870</id><published>2008-11-05T15:39:00.002+07:00</published><updated>2008-11-05T15:43:22.327+07:00</updated><title type='text'>Mangkuk dan Rambut</title><content type='html'>Suatu kali Rasulullah saw bersama Abu Bakar, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan bertamu ke rumah Ali bin Abi Thalib. Fatimah, putri Rasul sekaligus istri Ali, menghidangkan madu dalam mangkuk cantik. Ketika madu itu dihidangkan, sehelai rambut terikut di dalam mangkuk. Rasul lalu minta semuanya membuat perbandingan terhadap mangkuk, madu dan sehelai rambut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar memulai, ''Iman itu lebih cantik dari mangkuk cantik ini. Orang beriman lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar segera menyahut, ''Kerajaan lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Seorang raja lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Utsman pun dengan kalem bertutur, ''Ilmu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang menuntut ilmu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimilikinya lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau kalah, Ali menyusul, ''Tamu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah pun menyahut, ''Seorang wanita lebih cantik dari mangkuk yang cantik. Wanita yang berpurdah (bercadar) lebih manis dari madu, dan mendapatkan wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah tersenyum, kemudian bersabda, ''Seseorang yang mendapat taufik untuk beramal lebih cantik dari mangkuk yang cantik. Beramal baik lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril pun turut berkata, ''Menegakkan pilar-pilar agama lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT berfirman, ''Surga-Ku lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, nikmat surga-Ku lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku lebih sulit dari meniti sehelai rambut.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keseharian Rasulullah dan sahabat, senantiasa berlomba mencari dan memberi yang terbaik. Bagaimana dengan kita? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-6327758617579354870?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/6327758617579354870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/mangkuk-dan-rambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/6327758617579354870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/6327758617579354870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/mangkuk-dan-rambut.html' title='Mangkuk dan Rambut'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-189034910532257933</id><published>2008-11-03T08:47:00.003+07:00</published><updated>2008-11-03T08:59:56.612+07:00</updated><title type='text'>Keikhlasan Kaum Anshar</title><content type='html'>Di Ji'ranah, Rasulullah saw sedang membagikan harta hasil perang Hunain. Tokoh-tokoh Quraisy diberi banyak harta, misalnya, Shafwan bin Umayyah diberi 300 ekor unta dan domba. Dia pun kontan masuk Islam (HR Shahih Muslim). Banyak lagi bekas musuh Rasul dijatah masing-masing puluhan kilogram perak dan ratusan ekor ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tak satu pun kaum Anshar menerimanya. Mereka kesal, terutama kaum mudanya. Pemimpinnya, Sa'ad bin Ubadah, segera menghadap Nabi. Mendengar kekecewaan mereka, Rasul menyuruhnya mengumpulkan semua kaum Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka berkumpul, Rasul bersabda, "Wahai kaum Anshar, desas-desus apakah yang sampai kepadaku? Apakah kalian marah kepadaku? Bukankah ketika aku hijrah kalian masih tersesat, lalu Allah memberi hidayah kepada kalian melalui aku? Bukankah kini kalian kaya, padahal sebelum kedatanganku kekurangan? Kalian pun saling berperang, lalu Allah mempersatukan kalian karena aku?"&lt;br /&gt;Semuanya menjawab, "Benar, Allah dan Rasul-Nya yang lebih pemurah dan lebih utama jasanya."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka hanya menjawab demikian, Rasul pun bertanya, "Mengapa kalian tidak mau membalas perkataanku?"&lt;br /&gt;"Demi Allah," lanjut Rasulullah saw, "Kalau mau, kalian tentu bisa membalasnya. Itu pasti dibenarkan. Kalian bisa katakan, 'Anda datang ketika didustakan orang, maka kamilah yang mempercayai. Ketika Anda diusir, kamilah yang membela. Kala Anda diburu, kami yang melindungi'. Wahai kaum Anshar, mengapa kalian jengkel karena tak menerima sampah dunia itu? Apakah kalian tidak rela ketika orang lain pulang bersama unta dan domba, kalian pulang ke Madinah bersama Rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika mengalirlah air mata kaum Anshar. Lenyaplah kejengkelan. Bangkit kembali keikhlasan. Bahwa walau merekalah yang lebih berjasa dibanding penerima harta, mereka puas hanya dengan jatah akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, banyak manusia membongkar korupsi, mempublikasi data penyelewengan dana, atau memunculkan beragam masalah baru, tampaknya bukan untuk melenyapkan kezaliman, melainkan agar kemunkarannya tertutupi. Atau, dia mendapat simpati, jabatan, dan harta beberapa tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya para politisi berkaca. Amalan kaum Anshar tak berhenti di retorika. Meski sampai mengorbankan nyawa membela Islam dan negara, mereka tetap merasa diri mereka bukan paling berjasa, sehingga paling layak berharta dan berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;script language="JavaScript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;  var user = 'cahyadi';&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src='http://www.implix.com/popup1.js'&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-189034910532257933?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/189034910532257933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/keikhlasan-kaum-anshar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/189034910532257933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/189034910532257933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/keikhlasan-kaum-anshar.html' title='Keikhlasan Kaum Anshar'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-4940457818503629782</id><published>2008-11-01T08:41:00.004+07:00</published><updated>2008-11-01T09:09:36.478+07:00</updated><title type='text'>MENJEMPUT REZEKI</title><content type='html'>Assalamualaikum.wr.wb&lt;br /&gt;Maaf sebelumnya baru posting lagi nich..,kemarin gak sempet bloging soalnya kemarin bis ada tes psikotes di salah satu asuransi terbesar di indonesia.rencananya sih mau pindah kerja yach ikhtiarlah mencari perubahan hidup ke arah yang lebuh baik.doain semua ya...biar di terima.&lt;br /&gt;Posting kali ini berhubungan dengan pentingnya menjemput rezeki,met membaca..and moga bermanfaat khususnya bagi diri saya sendiri,keluarga,teman,sahabat,and semuanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rezeki Burung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaqiq al-Balkhisalah, sufi yang saleh, pergi berdagang. Di jalan, ia melihat burung yang lumpuh dan buta. Ia berpikir bagaimana burung itu dapat bertahan hidup. Seketika itu pula datang burung lain membawa makanan untuknya. Akhirnya, sang sufi mengurungkan niat berniaga dengan anggapan burung saja ada jaminan rezekinya apalagi manusia.&lt;br /&gt;Kepulangan Syaqiq menimbulkan tanda tanya Ibrahim bin Adham yang juga seorang sufi besar. Mendengar penjelasan Syaqiq, Ibrahim berkata, ''Aneh, kau Syaqiq! Mengapa yang kaucontoh burung yang buta dan lumpuh, bukan burung lainnya yang suka memberi makan burung lumpuh itu?''&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syaqiq tersadar bahwa ''tangan di atas'' lebih mulia daripada ''tangan di bawah''. Memberi sadaqah atau infak adalah tanda kemuliaan, sementara meminta-minta hanya membawa kehinaan. &lt;br /&gt;Untuk menghindari sikap meminta-minta, tidak ada cara lain selain bekerja. Sudah seharusnya kita juga bisa ''terbang'' menemukan jatah rezeki seperti burung kedua itu. Menjemput rezeki yang telah disediakan Allah seoptimal mungkin adalah tugas kita. &lt;br /&gt;Selama ini, bangsa Indonesia terlalu dimanja dengan segala potensi kekayaan alam, namun telah lama dijarah. Tanpa sadar negeri ini hanya menjadi tempat pemodal asing mengeruk kekayaan. Mereka menyisakan beban utang yang sangat besar. Rakyat dalam keadaan miskin. Hampir di setiap sudut kota kita dapat menjumpai orang yang meminta-minta, mulai dari pengemis hingga pemalak uang recehan, bahkan peminta sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah. &lt;br /&gt;Fenomena yang memprihatinkan ini setidaknya mengetuk kesadaran kita semua untuk tidak hidup bermalas-malasan dalam kebodohan. Kita yang memiliki segala potensi kekayaan alam tidak selayaknya hanya menerima upah minimum, atau merasa senang dengan pinjaman utang baru tanpa kemampuan membayar. Itu sama saja dengan menggiring bangsa ini dalam lumpur kehinaan.&lt;br /&gt;Saatnya kini kita membangun kembali kehormatan bangsa dengan bekerja secara optimal. Tidak hanya tenaga, tetapi pikiran dan hati pun turut bekerja. Terbanglah seperti burung yang memberi makan kepada burung yang lumpuh dan buta. ''Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya...'' demikian Allah memerintahkan kita dalam QS Al-Mulk:15).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.WebsiteWizard.com/index/cahyadi"&gt;&lt;img src="http://www.implix.com/banners/ww1.gif" border=0 width="468" height="60"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-4940457818503629782?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/4940457818503629782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/menjemput-rezeki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4940457818503629782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4940457818503629782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/11/menjemput-rezeki.html' title='MENJEMPUT REZEKI'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-1504784537818546511</id><published>2008-10-30T08:40:00.002+07:00</published><updated>2008-10-30T08:52:39.091+07:00</updated><title type='text'>Ibadah Sosial Muwafaq</title><content type='html'>Ketika menunaikan ibadah haji, Abdullah bin Mubarak tertidur di Masjid Al-Haram dan bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit. Salah satu malaikat berkata, ''Berapa orang yang berhaji tahun ini?'' &lt;br /&gt;''Enam ratus ribu,'' jawab rekannya. &lt;br /&gt;''Berapa banyak yang diterima?''&lt;br /&gt;''Tidak seorang pun, kecuali seorang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwafaq. Dia batal berhaji, tetapi hajinya diterima sehingga semua yang berhaji tahun ini diterima berkat hajinya Muwafaq.''&lt;br /&gt;Ketika mendengar percakapan itu, Abdullah spontan terbangun dan langsung berangkat ke Damsyik mencari Muwafaq. Begitu bertemu dengannya, Abdullah bertanya kebaikan apa gerangan yang dilakukan Muwafaq sehingga ia mencapai derajat sedemikian tinggi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang Muwafaq menjawab bahwa dengan tabungan 300 dirham dari pekerjaannya membuat dan mereparasi sepatu, semula dia memang ingin berhaji, tetapi batal. Ini karena pada suatu hari tercium bau makanan dari rumah tetangganya. Istrinya yang tengah hamil menginginkan makanan itu, kemudian dia pergi ke rumah tetangganya itu untuk menyampaikan maksudnya. ''Istriku menginginkan makanan Anda,'' cerita Muwafaq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, betapa kaget dia tatkala mendengar jawaban tetangganya. Ternyata si tetangga itu sangat miskin. Ia hidup bersama anak-anak yatim asuhannya dan mereka telah tiga hari tidak makan. Saat mencari makan, ia mendapatkan bangkai keledai di pinggir jalan, lalu ia memotong sebagiannya untuk dibawa pulang. ''Makanan ini halal bagi kami, tetapi haram untukmu,'' kata si tetangga yang fakir itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu Muwafaq kembali ke rumah, lalu mengambil 300 dirham miliknya. Dia menyerahkan tabungannya itu seraya menyuruhnya berbelanja untuk anak-anak yatim yang dalam pengasuhannya. ''Sebenarnya, hajiku adalah di depan pintu rumahku,'' kata Muwafaq lagi.&lt;br /&gt;Demikianlah kisah sufi yang sangat mengesankan ini. Pesan ini menandaskan bahwa membantu tetangga yang kelaparan amat besar pahalanya, apalagi di dalamnya terdapat anak yatim. Pahala ibadah sosial ini mampu menggantikan pahala haji. Selama ini kita sering melihat orang pergi haji berkali-kali karena kelebihan harta, namun banyak yang tidak mempunyai kepedulian sosial, termasuk pada anak yatim. Tidakkah kisah ini patut menjadi bahan renungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-1504784537818546511?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/1504784537818546511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/ibadah-sosial-muwafaq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1504784537818546511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1504784537818546511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/ibadah-sosial-muwafaq.html' title='Ibadah Sosial Muwafaq'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-8915431115660427486</id><published>2008-10-29T08:50:00.001+07:00</published><updated>2008-10-29T08:53:12.239+07:00</updated><title type='text'>Pembangun dan Perusak Umat</title><content type='html'>Rasulullah saw bersabda, ''Dua kelompok manusia yang bila baik keduanya maka akan baik pula seluruh masyarakat, tetapi bila buruk keduanya maka akan buruk pula seluruh masyarakat. Dua kelompok itu adalah ulama dan umara/pemimpin (al-hadits).''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut menjelaskan kepada kita betapa pentingnya posisi dan kedudukan ulama dan umara dalam menentukan kualitas, kepribadian, dan akhlak masyarakat dan bangsa. Ulama yang baik, yang khasyiah (takut hanya kepada Allah) yang membimbing masyarakat dengan ilmu pengetahuan agama yang dimilikinya, baik dengan ucapan maupun dengan keteladanannya, akan mampu membangun masyarakat ke arah yang labih baik (QS 35:28). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama tersebut digambarkan oleh Rasulullah bagai bintang-gemintang yang mampu menerangi galapnya dunia. Ulama inilah yang senantiasa dibutuhkan kehadirannya oleh setiap masyarakat, kapan dan di mana pun. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ulama yang buruk (ulama suu') adalah ulama yang ilmunya hanya dipergunakan untuk memperkaya diri sendiri, bahkan kadang rela membenarkan perilakunya yang salah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, serta memiliki kesenangan melempar isu yang meresahkan masyarakat. Ulama yang demikian inilah yang oleh Rasulullah saw dikatakan sebagai faqiihun faajirun (orang yang mengerti agama, tetapi memiliki perilaku yang jahat). Orang yang demikian menjadi salah satu dari tiga penyakit yang sangat merusak keberagamaan (HR Daelami dari Ibn Abbas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang adil, yang memiliki visi kuat untuk menyejahterakan masyarakat. Jabatan yang diembannya dianggap sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan di hadapan Allah SWT kelak di hari kemudian. Pemimpin yang seperti ini tidak akan pernah merasa tenang manakala rakyatnya menderita kemiskinan dan kelaparan. Ia akan selalu berusaha untuk mengedepankan kepentingan rakyat, sehingga rakyat akan tenang di bawah kepemimpinannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang zalim, yang menjadikan rakyat sebagai objek pemerasan untuk memperkaya diri dan kelompoknya. Pemimpin yang demikian merupakan sumber utama penyebab kerusakan dan kehancuran masyarakat. Semoga para pemimpin dan para ulama kita akan menjadi pengayom dan panutan umat. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-8915431115660427486?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/8915431115660427486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/pembangun-dan-perusak-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8915431115660427486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8915431115660427486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/pembangun-dan-perusak-umat.html' title='Pembangun dan Perusak Umat'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2118739406655755319</id><published>2008-10-28T08:42:00.003+07:00</published><updated>2008-10-28T09:12:24.425+07:00</updated><title type='text'>Bilal bin Rabah</title><content type='html'>Suatu hari, Rasululah saw bertanya kepada Bilal, "Sewaktu Aku bermi'raj ke Shidratul Muntaha, dalam perjalanan aku mendengar suara terompahmu di surga. Wahai Bilal, amalan apa yang engkau kerjakan sehingga engkau mendapat kemuliaan seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh tawadhu, Bilal menjawab, "Hamba bukanlah apa-apa, ya, Rasulullah." Bilal tak ingin menjadikan ibadahnya ria, namun akhirnya dia menjawab, "Saya hanya menjaga diri saya selalu dalam keadaan berwudhu. Jika saya batal, maka saya kembali berwudhu dan mengerjakan shalat sunah dua rakaat setelahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk Islam, Bilal hanyalah seorang budak hitam yang tidak ada harganya. Pada zaman dulu, jual-beli budak sudah menjadi tradisi. Untuk ukuran saat itu, diri Bilal tak lebih hanya seharga sebuah kursi kayu yang sangat murah. Tidak ada seorang pun yang tertarik kepadanya, kecuali Umayyah, yang menjadi tuannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar kabar tentang datangnya seorang Nabi yang membawa risalah Allah yang tidak membedakan golongan, suku bangsa, warna kulit, dan strata lainnya, Bilal tergerak untuk memeluk agama baru itu. Diam-diam Bilal menemui Rasulullah dan menyatakan keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berita ini, Umayyah marah lalu menyiksa Bilal di tengah padang pasir yang sangat panas. Cambukan, pukulan, dan batu besar yang menindih tubuhnya tak membuat imannya luntur. "Ahad, ahad," hanya itu yang diucapkan lisannya. Kemudian datang pertolongan Allah melalui Abu Bakar, ditebuslah Bilal walaupun dengan harga yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebaslah Bilal. Dia mencurahkan hari-harinya untuk Allah bersama Rasulullah dan kaum Muslimin. Sejak dia memeluk Islam, tidak ada lagi perbedaan antara dirinya dengan sahabat-sahabat yang lain. Bahkan, sahabat Umar bin Khatab sangat menghormatinya. Dalam suatu majlis Rasulullah, Umar tidak berani menegakkan badannya ketika duduk di samping Bilal. "Bagaimana aku mau meninggikan diri di hadapannya, sementara Allah memuliakannya dengan menjamin baginya Surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Bilal bin Rabah. Seorang budak Habsy yang menjadi mulia bersama Islam. Dalam agama yang dipeluk muadzin pertama dalam Islam ini, tidak ada pembedaan strata dalam kehidupan masyarakat. Semua sama di hadapan Allah. Hanya takwa yang menjadikan seorang Muslim paling mulia di sisi Tuhannya (QS Al Hujurat: 13). &lt;br /&gt;&lt;a href="http://DynamiteCovers.com/index/cahyadi"&gt;&lt;img src="http://www.dynamitecovers.com/banners/dynamite3.gif" border=0 width="468" height="60"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2118739406655755319?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2118739406655755319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/bilal-bin-rabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2118739406655755319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2118739406655755319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/bilal-bin-rabah.html' title='Bilal bin Rabah'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2655553444785058297</id><published>2008-10-27T10:17:00.001+07:00</published><updated>2008-10-27T10:19:30.139+07:00</updated><title type='text'>Jihad Wanita</title><content type='html'>Asma binti Yazid ra bertanya pada Nabi Muhammad saw. "Ya Rasulullah, saya adalah utusan kaum wanita untuk menghadap baginda. Sesungguhnya Allah mengutus Anda dengan membawa kebenaran untuk kaum laki-laki dan wanita, lalu kami beriman dan mengikuti Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kami, kaum wanita, terbatas hanya menjadi penunggu rumah kalian (kaum laki-laki) dan mengandung anak-anak kalian, sedangkan kalian kaum laki-laki diberi keutamaan atas kami lewat shalat Jumat, shalat berjamaah, menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, dan lebih utama dari itu semua adalah jihad fi sabilillah."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bila laki-laki berangkat untuk melakukan ibadah haji, berperang, dan umrah," lanjut Asma, "kamilah yang menjaga harta mereka, menenun pakaian, dan mendidik anak-anak mereka. Apakah kami menyertai mereka dalam kebaikan dan pahala, wahai Rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Kembalilah wahai wanita dan beri tahukanlah semua wanita di belakangmu bahwa taat kepada suami karena mengakui haknya sebagai suami, itu sebanding dengan semua pahala dan jihad yang kamu sebutkan itu, namun sedikit di antara kalian yang melakukannya." (HR Al Bazzar dan Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa ketika hendak membangun sebuah masyarakat, Islam memberikan perhatian khusus kepada kaum wanita demi terwujudnya masyarakat Islam yang sempurna. Bila tugas wanita pada masa sebelum Islam hanya sebatas pemuas nafsu seks laki-laki dan melahirkan anak-anak mereka, di masa Islam, mereka memiliki tugas lain yang sangat mulia dan bahkan merupakan tugas pokoknya, yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga yang akan melahirkan mujahid-mujahid agung demi kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini menganggap suci aktivitas kaum wanita dalam rumah tangga. Meskipun secara lahir aktivitas perempuan tampak terlalu sedikit dibanding dengan aktivitas kaum laki-laki, namun pahala aktivitas yang sedikit ini sebanding dengan aktivitas yang banyak lagi sulit yang dilakukan kaum laki-laki seperti jihad, bekerja mencari rezeki, shalat berjamaah, dan ibadah fisik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, agar mampu mengobarkan semangat jihad dan memunculkan generasi yang tangguh, kaum wanita harus memiliki akidah Islamiyah yang kokoh pula, di samping punya intelektualitas cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk kaum wanita dan para calon ibu....smoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2655553444785058297?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2655553444785058297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jihad-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2655553444785058297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2655553444785058297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jihad-wanita.html' title='Jihad Wanita'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-6272611531526567723</id><published>2008-10-25T09:55:00.000+07:00</published><updated>2008-10-25T09:57:09.502+07:00</updated><title type='text'>Sultan Abdul Hamid II</title><content type='html'>"Saya tidak bisa menjual walau sejengkal tanah negeriku karena tanah ini bukan milikku tapi milik bangsaku. Bangsaku telah berjuang untuk imperium ini dengan tetesan darah, dan mereka menghidupkan negeri ini dengan tumpah darah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegasan itu dilontarkan Sultan Abdul Hamid II, ketika Theodore Hertzl meminta bantuannya memberikan sejengkal tanah di Palestina untuk bermukim bangsa Yahudi yang tercecer di pelosok penjuru dunia. Hertzl, pendiri dan pemimpin gerakan Zionisme dunia, telah lama mengidamkan satu tempat di mana kaum Yahudi bisa menetap dan memiliki satu wilayah resmi sebagai sebuah negara. Permohonan Hertzl dilakukan berulang kali, namun jawabannya selalu sama: ditolak!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan Hertzl, termasuk mengiming-imingi harga tinggi. Tapi, penguasa yang memerintah kesultanan Turki Utsmaniyah pada 1876-1909 M ini dikenal sangat keras terhadap upaya kelompok Yahudi internasional. Kesultanan Turki saat itu meliputi seluruh jazirah Arab dan Afrika Utara. Hertzl lalu menempuh jalur ketiga, lewat perantara kalangan diplomat AS dan Inggris di Estonia. Delegasi ini menemui sultan, namun hasilnya pun nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbagai usaha dilakukan, termasuk menyelundupkan beberapa orang Yahudi masuk wilayah Palestina, Hertzl mengubah strategi dengan 'melengserkan' sang sultan. Kekhalifahan Utsmaniyah, demikian Hertzl, harus ditumbangkan. Berkolaborasi dengan kelompok oposisi dan pihak Barat, Hertzl lalu berhasil menumbangkan Sultan Hamid. Kekuasaan Utsmaniyah dipecah-pecah. Sejak saat itu, mulailah berdatangan orang-orang Yahudi ke bumi Palestina, padahal sebelumnya sama sekali tidak ada etnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr Hassan Hallaq, sejak Sultan Hamid II berkuasa, pihaknya telah menegaskan bahaya dibukanya tanah Palestina bagi kaum Yahudi. Dia bersumpah selama hidupnya, tidak nantinya kaum Yahudi diberi izin memiliki tanah di Palestina. Sultan sadar betul dengan karakter orang Yahudi yang sarat dengan kekerasan -- suatu hal yang sangat ditentang oleh Islam dan nilai-nilai universal kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, peringatan sang sultan jadi kenyataan. Bangsa Yahudi-Israel menjadi sumber malapetakan kemanusiaan di dunia Arab. Kita harus belajar mengapa Turki terpecah belah, dan apa akibat disintegrasi itu pada sultannya yang pernah berjaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-6272611531526567723?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/6272611531526567723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/sultan-abdul-hamid-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/6272611531526567723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/6272611531526567723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/sultan-abdul-hamid-ii.html' title='Sultan Abdul Hamid II'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-4427596736666052550</id><published>2008-10-24T08:50:00.001+07:00</published><updated>2008-10-24T08:52:19.909+07:00</updated><title type='text'>Pembebas Tahanan Muslim</title><content type='html'>Karena Islam makin tersebar, penguasa dan konglomerat musyrik Makkah kian kalap. Budak-budak mereka diinterogasi. Ketika mereka mengaku telah meyakini Islam, sekaligus meninggalkan kepercayaan dan sistem kehidupan musyrik, mereka pun disiksa. Nasib yang sama juga dialami rakyat jelata, seperti Abu Dzar al Ghifari atau Zubair bin Awwam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tuduhan musyrikin Makkah terhadap Rasulullah saw, kaum muslimin pun didakwa memecah belah masyarakat dan menghancurkan stabilitas negara. Mereka dituding mengikuti orang gila. Tuduhan yang sangat berbahaya. Tuduhan seperti ini direkayasa Walid bin Mughirah, tokoh yang paling dihormati kaum musyrik karena kekayaannya, keluarga, pengikut, dan alat perang yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah penderitaan umat, tampillah Abu Bakar. Meski tidak pernah ada perintah langsung dari Alquran atau sabda nabi, dia datangi satu persatu tempat penyiksaan kaum Muslimin. Ia berdebat dengan Umayyah bin Khalaf, misalnya, yang sedang berpeluh keringat menyiksa Bilal di tengah padang pasir. Dengan kecerdasannya, Abu Bakar membantah semua tuduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ajak mereka berpikir bahwa sia-sia saja menyiksa sebab semua Muslim itu takkan bergeser imannya. Karena itu, "bebaskan saja dan saya akan beli mereka dengan harga mahal," kira-kira begitu tutur Abu Bakar. Lalu, mereka dimerdekakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, penangkapan dan penyiksaan umat Islam mereda. Apalagi, tak lama setelah misi Abu Bakar, Umar bin Khattab masuk Islam. Sasaran musyrikin berubah: hanya nabi. Padahal, beliau selalu dalam lindungan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, banyak Muslim dipenjara dan disiksa. Tanpa bukti, mereka ditahan dalam sel sempit, tanpa bisa berdiri atau berselonjor. Kaki dan tangan mereka diikat erat. Kepala dan mata mereka ditutup dengan karung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ditimpa tudingan palsu. Bila dakwaan pertama tak terbukti, lahir tuduhan baru. Pengadilannya pun penuh rekayasa, termasuk oleh pengacara mereka, agar mereka mau mengaku hingga bisa lama dipenjara atau divonis mati. Inilah saat pembuktian keimanan. Mereka yang mau memanfaatkan kepintaran, jabatan, dan hartanya untuk membebaskan umat Islam, insya Allah, berada di jalan yang telah ditempuh pengikut nabi termulia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-4427596736666052550?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/4427596736666052550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/pembebas-tahanan-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4427596736666052550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4427596736666052550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/pembebas-tahanan-muslim.html' title='Pembebas Tahanan Muslim'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-1851208315630695509</id><published>2008-10-23T08:41:00.001+07:00</published><updated>2008-10-23T08:42:48.182+07:00</updated><title type='text'>Suap Kaum Quraisy</title><content type='html'>Oleh:Amrihana M Rahmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk Islam, Amr bin 'Ash dan Abdullah bin Abu Rabi`ah pernah menjadi diplomat kafir Quraisy untuk bernegosiasi sekaligus menyuap Raja Najasy dan para uskupnya di Habasyah (sekarang: Etiopia). Dengan 'hadiah' yang mereka berikan, keduanya berharap Raja Najasy menolak para imigran Arab yang datang minta suaka politik padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penguasa yang bijak, Raja Najasy tidak langsung menolak atau mengabulkan permintaan dua diplomat Quarisy itu. Ia memanggil para imigran itu, yang tak lain adalah para sahabat Nabi saw yang terusir dari tanah kelahiran mereka. Raja tak ingin hadiah yang diterimanya menutupinya dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Agama macam apa yang kalian anut, yang karena agama itu kalian terpecah belah dan kalian juga tidak mau masuk agama kami serta tidak satu pun dari agama-agama ini?" tanya raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ja`far bin Abu Thalib, juru bicara kaum Muslim kala itu, menceritakan segala sesuatu seadanya, penuh kejujuran, baik tentang alasan mengapa mereka bermigrasi ke Habasyah maupun tentang Muhammad beserta ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran rombongan Muslimin kala itu membuat luluh hati Raja Najasy. Ia lebih mempercayai mereka ketimbang dua diplomat Quraisy dengan hadiah-hadiahnya itu. Ketika Ja`far membacakan sebagian surat Maryam: "Kaf ... ha` ... ya` ... `ain ... shad ..." dan seterusnya, maka menangislah Raja Najasy dan para uskupnya. Air mata membasahi jenggot-jenggot mereka.&lt;br /&gt;Cerita ini kembali diungkap untuk menggambarkan betapa penting peran nurani untuk menentukan sesuatu yang hak dan batil. Sebagai penguasa yang banyak mengenal ajaran Isa as, Raja Najasy akhirnya memilih mendukung dan melindungi golongan lemah dan hina di mata manusia biasa, dengan segala risikonya, daripada menerima hadiah yang tak lain adalah suap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ketika materialisme menjadi epidemi global dan seringkali mempengaruhi manusia untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai kemuliaan dunia, orang-orang seperti Raja Najasy inilah yang kita butuhkan. Perkara suap-menyuap ternyata merupakan fenomena yang sudah ada sejak dulu. Semoga hal ini tidaklah menjadikan kita putus asa dan mundur dari jihad sosial untuk selalu memeranginya karena "... Allah SWT melaknat penyuap, yang disuap, dan perantara keduanya." (HR Ahmad dan Thabrani). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-1851208315630695509?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/1851208315630695509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/suap-kaum-quraisy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1851208315630695509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1851208315630695509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/suap-kaum-quraisy.html' title='Suap Kaum Quraisy'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7732919149422435477</id><published>2008-10-22T14:29:00.000+07:00</published><updated>2008-10-22T14:30:53.551+07:00</updated><title type='text'>Perilaku Islami</title><content type='html'>Oleh : KH Didin Hafidhuddin &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis riwayat Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, ''Iman itu adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota tubuh.'' Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa hakikat keimanan dan keislaman seseorang bukanlah hanya ditentukan oleh pengakuannya, akan tetapi oleh kesadaran hati yang mendalam, meyakini keberadaan Allah SWT dengan segala sifat dan ajaran-Nya yang sempurna, untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam wujud perilaku yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis lain riwayat Imam Thabrani pula, Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah tidak akan melihat rupa kalian. Bukan pula pada keturunan kalian dan bukan pula pada harta kalian, akan tetapi Allah memperhatikan pada hati dan amal kalian.''&lt;br /&gt;Ajaran Islam yang begitu indah seperti untuk selalu jujur, bersih hati, pikiran, dan jasmani, menebarkan keselamatan dan kedamaian pada orang lain, menjauhkan diri dari perilaku korup, perilaku hasad, rakus, dan tamak, harus diterjemahkan dalam kenyataan kehidupan keseharian oleh kaum Muslimin. Jika hal ini secara konsisten dilakukan, maka akan dirasakan dampak kenikmatannya oleh seluruh anggota masyarakat dan bangsa dan bukan hanya oleh orang Islam, karena memang Islam adalah rahmatan lil-alamin, seperti dinyatakan dalam QS 21: 107. &lt;br /&gt;Islam akan dirasakan sebagai sistem kehidupan Ilahi yang menawarkan kelezatan samawi dan kepuasan rohani serta kesejahteraan materi. Islam akan dirasakan pula sebagai ajaran yang pas dan cocok untuk segala situasi dan kondisi serta untuk setiap kelompok umat manusia. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam QS 30: 30.&lt;br /&gt;Akan tetapi, manakala kaum Muslimin tidak melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan kesehariannya dan terdapat jurang pemisah yang menganga antara idealita (yang seharusnya) dan realita (yang terjadi di tengah masyarakat), maka kerahmatan ajaran Islam tidak akan pernah dirasakan. Orang yang mengaku Islam tetapi perilakunya korup, rakus, dan tamak terhadap kekuasaan duniawi dan kepuasan jasmani semata-mata, sesungguhnya akan merusak citra Islam, meskipun Islam sebagai agama dari Allah SWT tidak akan menurun derajatnya hanya karena perilaku yang buruk dari umatnya. Islam akan dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT sebagaimana tertera dalam QS 15: 9.&lt;br /&gt;Karena itu, jika ada orang Islam, apalagi pemimpinnya, yang menyatakan bahwa asas Islam tidak cocok untuk saat ini, ibarat baju yang terlalu sempit, maka sesungguhnya orang itu telah melecehkan ajaran Islam yang agung, mulia, dan sempurna. Seharusnya orang tersebut mau berpikir bahwa kondisi tersebut akibat dari perilakunya yang tidak sesuai nilai-nilai Islam. Semoga Allah selalu menjaga kita dari sikap keragu-raguan terhadap Islam. Wallahu A'lam bi ash-Shawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7732919149422435477?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7732919149422435477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/perilaku-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7732919149422435477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7732919149422435477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/perilaku-islami.html' title='Perilaku Islami'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7589574915654593294</id><published>2008-10-21T09:15:00.003+07:00</published><updated>2008-10-21T09:38:45.603+07:00</updated><title type='text'>Iblis dan Niat Manusia</title><content type='html'>Oleh:SH Syamsul Rijal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, ''Ada tiga tipe manusia yang pertama diadili. Pertama, seorang lelaki yang merasa dirinya mati syahid, ketika ditanya, 'bagaimana keadaanmu?', dia menjawab, 'saya telah berjuang dan mati di jalan-Mu ya Allah', lalu Allah menjawab, 'kauberjuang bukan karena-Ku, tetapi agar kau disebut pahlawan. Gelar itu telah kaudapatkan dan sekarang tempatmu di neraka'.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe kedua, lanjut Nabi, ''Adalah orang yang merasa telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta sering membaca Alquran untuk Allah, ketika ditanya, 'bagaimana keadaanmu?', dia menjawab 'saya telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta sering membaca Alquran untuk-Mu ya Allah', lalu jawab Allah, 'kaubelajar dan mengajar supaya dikatakan pintar dan alim, dan membaca Alquran agar diberi gelar qori', gelar itu telah kaudapatkan dan tempatmu di neraka'.''&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tipe ketiga, menurut Rasulullah, ''Adalah seseorang yang merasa telah menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah, ketika ditanya, 'bagaimana keadaanmu?', dia menjawab, 'saya telah menginfakkan seluruh hartaku di jalan-Mu ya Allah', jawab Allah, 'kaulakukan itu agar dikatakan dermawan, gelar itu telah kaudapatkan, sekarang tempatmu di neraka'.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dengan jelas menyatakan bahwa segala perbuatan manusia tergantung kepada niat. ''Sesungguhnya segala amal itu dilakukan dengan niat. Sesungguhnya setiap orang tergantung pada apa yang diniatkannya,'' demikian Rasulullah dalam haditsnya yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak sekali ajakan untuk berbuat kebaikan sebagaimana dalam hadits tersebut di atas. Berjihad untuk mati syahid di jalan Allah, mempelajari ilmu Alquran, dan mendermakan harta di jalan Allah. Ajakan ini haruslah kita lakukan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena yang lain. Ini harus betul-betul kita tancapkan ke dalam hati sanubari kita yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah hendaknya kita berhati-hati dalam melakukan setiap langkah. Iblis akan selalu mengganggu keturunan Adam agar rusak amal mereka, kecuali hamba Allah yang mukhlas. ''Iblis berkata, 'ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlas'.'' (QS Alhijr: 39-40). &lt;br /&gt;&lt;a href="http://eBookGold.com/index/cahyadi"&gt;&lt;img src="http://www.implix.com/banners/ebg3.gif" border=0 width="468" height="60"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7589574915654593294?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7589574915654593294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/iblis-dan-niat-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7589574915654593294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7589574915654593294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/iblis-dan-niat-manusia.html' title='Iblis dan Niat Manusia'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-8790290286233932682</id><published>2008-10-20T08:56:00.003+07:00</published><updated>2008-10-21T09:30:18.019+07:00</updated><title type='text'>Sakit Sebagai Kafarat</title><content type='html'>Kematian tidak bisa kita terka kapan ia akan menghampiri kita,tapi kita tahu seberapa cukup bekal kita untuk menghadapinya......&lt;br /&gt;Ya Allah...terangilah senantiasa jalan hidup ini,jalan untuk mencari ridho-Mu....&lt;br /&gt;Amin...&lt;br /&gt;Semoga hari ini lebih baik dan lebih berkah dari hari kemarin.&lt;br /&gt;Dan semoga artikel di bawah ini bermanfaat khususnya bagi diri saya sendiri,keluarga,teman,dan kita semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sakit Sebagai Kafarat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Fajar Kurnianto&lt;br /&gt;Hidup tak selalu berjalan lurus, menyenangkan, dan membahagiakan. Suatu saat manusia akan mengalami siklus yang membuatnya tidak dapat melakukan apa-apa. Dan, karena siklus inilah, Allah SWT menuntut umat manusia untuk menghadapinya dengan baik, sesuai dengan petunjuk-Nya. Dengan siklus kehidupan ini juga, umat manusia sesungguhya diuji, apakah tetap tegar dan optimistis, ataukah putus asa.&lt;br /&gt;Sakit adalah salah satunya. Tak selamanya manusia berada dalam kondisi sehat, yang memungkinkannya dapat melakukan apa saja. Suatu waktu ia pasti akan didera oleh satu hal yang membuatnya harus terbaring tak berdaya di atas ranjang, atau salah satu anggota badannya tidak berfungsi dengan baik. Pada kondisi seperti ini, godaan untuk berkeluh kesah dan putus asa akan selalu menyerangnya setiap saat, karena orang sakit potensial untuk putus asa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sakit sesungguhnya adalah batu ujian bagi seorang Mukmin. Sakit bukanlah adzab yang dilimpahkan karena kebencian Allah, tapi justru itu adalah bagian dari kasih dan perhatian Allah SWT yang begitu besar kepada orang beriman. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya seorang yang beriman ketika didera musibah sakit, kemudian Allah menyembuhkannya, maka itu adalah kafarat (penghapus) bagi dosa-dosa yang ia lakukan sebelumnya. Ia sekaligus menjadi pesan berharga untuk menghadapi masa yang akan datang.'' (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;Mengapa Allah menghapus dosa-dosa orang Mukmin yang sedang sakit? Ada dua hal yang menjadi alasannya. Pertama, faktor kesabaran, ketabahan, dan optimisme seorang Mukmin. Sakit justru adalah ujian kesabaran yang mesti dihadapi dengan sikap lapang dada dan besar hati. Dalam beberapa ayat Alquran, Allah SWT sering menyitir bahwa Dia akan selalu menyertai orang-orang yang sabar dalam menerima ujian, tak terkecuali sakit ini. ''Sesungguhnya Allah akan selalu menyertai orang-orang yang sabar.'' (QS 2: 153).&lt;br /&gt;Kebersamaan Allah dengan Mukmin yang sakit adalah rahmat yang tiada terkira. Maka, biarpun rasa sakitnya teramat parah, namun karena ia merasa bahwa Allah selalu menyertainya, maka hampir-hampir tidak merasakan. Yang ada hanyalah kedamaian dan ketenteraman berada selalu di sisi-Nya.&lt;br /&gt;Kedua, faktor kesadaran yang timbul akibat sakit tersebut. Sakit sesungguhnya adalah waktu bagi seseorang untuk merenung dan mengingat-ingat segala perbuatan yang dilakukan sebelumnya. Seorang Mukmin yang sakit akan menjadikan sakit itu justru sebagai ladang introspeksi diri, sejauh mana ia melakukan segala perintah Allah SWT atau menjauhi larangan-Nya, pada saat ia belum sakit. Sakit sekaligus menjadi pesan bahwa manusia sejatinya adalah mahluk lemah yang tidak dapat berbuat apa-apa. Sakit yang diderita adalah bentuk konkretnya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, orang yang sakit seharusnya menyadari bahwa sakit justru merupakan karunia tak terkira baginya. Karena, dengan demikian, berarti Allah SWT masih peduli dan perhatian padanya. Kafarat dosa tentu adalah salah satu bagian dari itu. Di balik itu tersimpan pesan yang lebih besar: Allah SWT sesungguhnya sedang meninggikan derajat seorang Mukmin yang sedang sakit. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://eBookGold.com/index/cahyadi"&gt;&lt;img src="http://www.implix.com/banners/ebg3.gif" border=0 width="468" height="60"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-8790290286233932682?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/8790290286233932682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/sakit-sebagai-kafarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8790290286233932682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8790290286233932682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/sakit-sebagai-kafarat.html' title='Sakit Sebagai Kafarat'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-2976213251444632440</id><published>2008-10-18T11:28:00.001+07:00</published><updated>2008-10-18T11:32:54.313+07:00</updated><title type='text'>Doa Seorang Bayi</title><content type='html'>Oleh : Joni Arisanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw pernah bercerita tentang seorang bayi yang ketika sedang menyusu kepada ibunya, mendadak lewat seseorang yang gagah dan berkendaraan mewah. Ibunya berkata, "Ya Allah, jadikanlah putraku ini seperti orang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak, bayi itu melepaskan puting susu ibunya dan melihat orang yang berkendaraan itu sambil berkata, "Ya Allah, jangan kau jadikan aku seperti orang itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia menyusu kembali. Tiada lama, ada seorang budak dipukuli majikannya sambil tuannya berkata, "Kau pencuri, kau pelacur," sementara sang budak hanya membaca, "Hasbiyallah wani'mal wakil" (cukuplah Allah bagiku, dan Dia sebaik-baik zat yang dia pasrahi).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibu sang bayi berkata, "Ya Allah, jangan jadikan putraku seperti perempuan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi itu segera berhenti lagi dari menyusu dan melihat budak yang dianiaya itu sambil berkata, "Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia."&lt;br /&gt;Sang ibu sangat heran lalu mempertanyakan semua tindakan bayinya yang dia anggap selalu bertolak belakang dengannya. Si bayi kemudian menjelaskan, "Laki-laki berkendaraan yang gagah itu adalah orang yang sangat kejam, sedangkan budak itu dituduh berzina, padahal dia tidak berzina; dituduh mencuri, padahal ia tidak mencuri; maka aku berdoa 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekaguman seorang ibu kepada seseorang yang berpenampilan gagah dan berkendaraan mewah, lalu berharap agar putranya seperti orang tersebut, adalah hal wajar, sewajar ia tidak berharap anaknya jadi budak yang digebuki dan dicaci-maki tuannya. Itulah ciri asli setiap manusia, yang di dalam diri mereka Allah swt sengaja menitipkan perhiasan berupa kecintaan yang besar pada pasangan, keluarga, dan juga harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lewat hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim itu, Allah sekali lagi hendak mengingatkan kita bahwa apa yang tampak, terutama apa yang sesuai dengan perhiasan titipan Allah itu, tidak selalu benar di sisi Allah. Pandangan manusia umumnya hanya terbatas pada apa yang tampak dari luar dan menafikan segala sesuatu yang bersifat batin.&lt;br /&gt;Menilai sesuatu dari ukuran lahiriah sering tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Sesungguhnya Allah adalah Zat yang membolak-balik hati, menginsyafkan orang yang zalim, serta membantu orang-orang yang tertindas dan keletihan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-2976213251444632440?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jangan-jadi-pengangguran.html' title='Doa Seorang Bayi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/2976213251444632440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/doa-seorang-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2976213251444632440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/2976213251444632440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/doa-seorang-bayi.html' title='Doa Seorang Bayi'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-5806030254913686164</id><published>2008-10-17T09:24:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T09:28:51.340+07:00</updated><title type='text'>Tiga Pemburu Dunia</title><content type='html'>Oleh SH Syamsul Rijal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Nabi Isa as, dikisahkan tiga orang musafir menemukan timbunan harta di tengah jalan. Karena lapar, mereka sepakat mengutus seorang di antara mereka membeli makanan. Di tengah jalan, orang ini berniat membunuh kedua rekannya dengan menaburi racun pada makanan. Dia berpikir, dengan begitu dia dapat lebih leluasa menguasai timbunan kekayaan itu seorang diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kedua rekannya yang lain pun diam-diam sepakat membunuh rekannya yang membeli makanan, dengan harapan kekayaan itu hanya dibagi dua. Setelah rekan yang membeli makanan sampai di tempat, mereka langsung menerkam dan membunuhnya. Setelah itu mereka menyantap makanan beracun tadi dengan suka cita. Apa hendak dikata, kedua rekan yang terakhir inipun mati menemui ajal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konon Nabi Isa as sempat mengunjungi tempat kejadian itu dan kepada Alhawariyyuun, pendukungnya yang setia, ia berkata, "Lihat, inilah dunia, bagaimana ia telah membunuh ketiga orang itu sekaligus. Setelah mereka, tentu akan banyak lagi korban-korban berguguran dari para pemburu dan pencinta dunia."&lt;br /&gt;Dari kisah di atas terlihat bagaimana kehidupan dunia telah memperdaya ketiga pejalan kaki tersebut. Keserakahan, iri, juga dengki telah merasuk ke dalam diri mereka sehingga tak seorang pun mendapat timbunan harta yang mereka temukan. Nah, di tengah kondisi saat ini, ketika kebutuhan hidup melonjak naik, kita pun harus berhati-hati jangan sampai tergelincir oleh fatamorgana dunia sebagaimana kisah di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Alghazali, dunia tak ubahnya jalan yang dilalui seorang musafir. Di jalan yang dilalui itulah manusia hendaknya sekadar mengambil bekal, bukan harus menguasainya secara rakus, untuk menjadi teman dan pendampingnya kelak di alam kubur. Dengan bekal itu pula ia nantinya berjumpa Allah seraya mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan sepanjang perjalanannya sebagai musafir di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) ..." kata Allah mengingatkan kita semua dalam QS Alhasyr: 18. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga bersabda, "Orang yang paling kuat daya pikirnya adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk menggapai kemuliaan dunia dan akhirat."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-5806030254913686164?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/5806030254913686164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/tiga-pemburu-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5806030254913686164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5806030254913686164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/tiga-pemburu-dunia.html' title='Tiga Pemburu Dunia'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-184747656832616801</id><published>2008-10-16T09:02:00.002+07:00</published><updated>2008-10-16T09:15:28.404+07:00</updated><title type='text'>'Cambuk' Allah</title><content type='html'>Pada suatu hari, Hasan al-Bashri, Malik bin Dinar, dan Syaqiq al-Balkhi mengunjungi Rabi'ah al-Adawiyah yang sedang sakit. Mereka adalah tokoh besar dalam sejarah kewalian. Hasan memulai pembicaraan, ''Seorang manusia tidak dapat dipercaya kata-katanya jika ia tidak tabah menanggung 'cambukan' Allah.''&lt;br /&gt;Hasan bermaksud mengingatkan Rabi'ah agar tabah. Tetapi, Rabi'ah membalas pernyataan Hasan yang dianggap masih kurang tajam. ''Kata-katamu itu masih berbau egoisme.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Seorang manusia tidak dapat dipercaya kata-katanya jika ia tidak bersyukur karena 'cambukan' Allah,'' kata Syaqiq. &lt;br /&gt;''Ada yang lebih baik dari itu,'' jawab Rabi'ah seraya mengisyaratkan agar tamunya berpikir dan merenungkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Malik bin Dinar berkata, ''Seorang manusia tidak dapat dipercaya kata-katanya jika ia tidak merasa bahagia ketika menerima 'cambukan' Allah.'' Ketiga wali Allah itu mengira jawaban Malik paling tepat. Bagaimana lagi menghadapi ''cambukan'' Allah jika tidak merasa bahagia karenanya? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, mereka dikagetkan dengan jawaban Rabi'ah yang masih seperti semula, ''Masih ada yang lebih baik dari itu!''&lt;br /&gt;Setelah merenung, akhirnya mereka sepakat melempar persoalan ini pada Rabi'ah. Berkatalah Rabi'ah, ''Seorang manusia tidak dapat dipercaya kata-katanya jika ia tidak lupa kepada 'cambukan' Allah, ketika ia merenungkan-Nya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Subhanallah ...'' Mereka bertiga tertunduk diam. Dalam hati terdalam, mereka mengakui kehebatan Rabi'ah tentang kepasrahan total kepada Rabb Mahapencipta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, cara menyikapi ''cambukan Allah'' beraneka ragam dan bertingkat-tingkat. Cara tertinggi dilakukan kaum arifiin (makrifatullah) sebagaimana disampaikan Rabi'ah. Ketika ''cambukan'' Allah datang, dia menghadapinya dengan senantiasa berdzikir pada-Nya (musyahadah). Dirinya lalu melebur (fana'). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua adalah apa yang telah disampaikan Hasan al-Bashri. Seseorang yang tengah mendapat ''cambukan'' Allah cenderung memohon agar diberi kesabaran dan ketabahan menghadapinya. Sedangkan cara ketiga dilakukan kebanyakan orang awam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ''cambukan'' Allah datang, mereka memohon agar Allah segera melenyapkan musibah itu. Cara manakah sebaiknya dilakukan Indonesia saat ''cambuk'' krisis dari Allah kini melanda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk renungan kita semua agar senantiasa tabah dan sabar dalam menjalani cobaan dalam hidup ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-184747656832616801?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/184747656832616801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/cambuk-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/184747656832616801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/184747656832616801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/cambuk-allah.html' title='&apos;Cambuk&apos; Allah'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7342903976099746309</id><published>2008-10-15T09:09:00.003+07:00</published><updated>2008-10-15T09:42:18.813+07:00</updated><title type='text'>AL-GHAZWUL FIKRI ( PERANG PEMIKIRAN )</title><content type='html'>“…Mereka tidak akan henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup…” (QS.Al-Baqarah:217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Awal  tahun 90-an secara beranidua orang tukang ramal  kelas dunia, John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam buku andalannya, megatrends 2000 memberikan gambaran tentang model kehidupan awal abad ke-21. menurut dua orang futurolog ini, dunia ke-3 akan menjadi “santapan”  negara-negara maju. John dan Patricia seolah ingin memaparkan bahwa senjata yang akan dipakai negara maju untuk melumat penghuni dunia ke-3 bukan lagi dengan rudal berkepala nuklir atau rudal yang dilengkapi dengan senjata biologis, karena itu tak cukup efektif. Justru sebaliknya negara maju menggunakan senjata yang sangat lunak, bahkan nyaris tanpa kesan garang, namun akibatnya bisa membuat sinting. Apa senjatanya ? John dan patricia menuliskan formula 3F dan 3S alias “food, fashion, fun” dan “sport, sex, song” virus inilah yang akan merusak sistem tata nilai manusia penghuni dunia ke-3.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Tak mengada-ada rupanya dua orang paranormal ini ternyata ramalannya tokcer. Penghuni dunia ke-3 yang sebagian besar negara muslim termasuk di dalamnya Indonesia lebih mudah nyetel dengan formula tersebut. Kita tahu “virus” 3F dan 3S membawa pengaruh yang sangat berbahaya bagi ummat Islam, terlebih akhir-akhir ini jenis budaya yang bersifat hedonisme ini menjelma menjadi sebuah ideologi. Tidak heran pula bila serbuan “virus” ini mudah menggoda remaja, karena remajalah mahluk paling berpotensi tertular “virus” ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Food made in Eropa dan Amerika begitu mudah “tune in” dengan lidah bangsa timur ini. Dengan begitu produk fast-food lebih cepat ludes ketimbang jajanan singkong atau pisang goreng. Lucunya remaja lebih merasa pede bila nongkrong direstoran sekelas A&amp;W atau Mc Donald’s ketimbang di warteg, persoalan halal dan haram “ah itu sich nomor sekian yang penting keren dulu..! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bicara dandanan alias fashion, “virus” ini pun tidak kalah garang meski berlindung di balik kelembutannya busana model swimsuit, tang-top, bikini, you can see dan seabrek busana pemicu adrenalin kaum adam sangat mudah dilihat. “Menutup aurat..? Ah.. udah nggak zaman lagi.!” Begitu kira-kira komentar para remaja putri yang mulai pecicilan ini. Sehingga tidak heran banyak terjadi pelecehan seksual dan pemerkosaan yang terjadi di jalan, terminal, bahkan di dalam bis sekalipun. Kejahatan seperti ini tidak bisa disalahkan dari salah satu pihak saja, berapa banyak terjadinya kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap wanita yang disebabkan karena wanita tersebut memamerkan perhiasan dan auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bicara tentang fun alias hiburan, juga bakal bikin kita “kegerahan” Gimana tidak..?, dari mulai film, bacaan sampai game sarat dengan pesan-pesan kehidupan barat, dan. seringkali  hiburan  berubah   menjadi ancaman. Gaya    hidup    bebas   gaul misalnya, begitu mudah kita dapatkan lewat film-film yang sajikan oleh program TV swasta atau diselipkan lewat video klip yang ditayangkan selama 24 jam oleh MTV. Bacaan-bacaan tabloid yang membahas kehidupan sex dan ditambah dengan gambar-gambar yang mengiurkan mudah didapat di mana-mana dan dijual bebas, bahkan untuk membeli VCD porno sudah tidak usah pakai sembunyi-sembunyi lagi, walaupun anak dibawah umur yang membelinya tetap dilayani. Akibatnya Indonesia mendapatkan satu predikat lagi yang sangat-sangat memalukan yaitu Negara terporno nomor 2 di dunia setelah Rusia, ironisnya lagi negara kita negara muslim terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya bicara tentang sport, mungkin kita masih ingat beberapa bulan yang lalu orang-orang diseluruh dunia khususnya Eropa disibukan dengan sebuah kompetisi sepakbola, lebih jelasnya yaitu Piala Eropa, meskipun kompetisi ini berlangsung hanya di Eropa, tetapi dampaknya sampai keseluruh dunia. Di Indonesia misalnya, beberapa atribut sepakbola seperti kaos, sepatu, dan bola laku keras dipasaran, tidak ketinggalan pula pernak-pernik seperti pin, bros, tas dan lain-lain yang bergambar pemain sepakbola terkenal tiba-tiba saja bermunculan. Hal ini mungkin memang tradisi dan sudah menjadi “hukum alam”. Tetapi yang disayangkan  kenapa  hal  seperti   itu dijadikan sebuah gaya hidup oleh para remaja  bahkan  sebagian   orang   tua. Seolah-olah hidup hanya untuk olahraga, bukan olahraga untuk hidup agar lebih sehat. Mereka rela bangun tengah malam / begadang untuk menyaksikan pemain idolanya berlaga dilapangan hijau. Sedangkan bagun malam untuk sholat tahajud sulit sekali dilakukan, padahal Rasulullah yang seharusnya menjadi teladan dan idola kita hampir tidak pernah meninggalkannya. Begitulah keadaannya sekarang orang-orang muslim lebih memilih orang kafir untuk diidolakan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bicara tentang Sex, kita semua mungkin sudah tahu bahwa hal yang satu ini sudah tidak terbendung lagi. Karena budaya free sex bukan hanya datang dari barat saja, tetapi sutradara-sutradara film atau sinetron di Indonesia sudah pandai untuk hal ini. Lewat sinetron remaja yang mereka buat seolah mereka ingin mengatakan “ini loh gaya yang lagi ngetren di Barat sana” dan dengan Free sex sudah tidak ada lagi batasan antara pria dan wanita, hal ini sudah  sangat bersebrangan sekali dengan Islam, perhatikan sabda Rasulullah “sesungguhnya salah seorang diantaramu ditikam dari kepalanya dengan besi, adalah lebih baik daripada menyentuh sesorang yang bukan muhrimnya” (HR.Tabrani). Dari hasil pooling ternyata sinetron-sinetron seperti ini menduduki peringkat teratas, lantas. saja para sutradara semakin    berlomba-lomba membuat sinetron yang lebih heboh lagi.Sedangkan remaja yang sedang dalam pencarian jati dirinya semakin terjerumus ke jalan syaiton ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya bicara tentang song atau lagu dan musik. Banyak juga orang yang sehari-harinya tidak bisa hidup tanpa musik. Hampir disetiap tempat dan setiap waktu kita pasti selalu mendengarnya, tetapi lagu yang bagaimana yang kita dengar..? yang pasti bukan lagu yang lirik-liriknya mengajak kita untuk ingat kepada Allah dan ingat akan kewajiban kita terhadap-Nya, tetapi musik yang liriknya dapat melenakan dan membuat kita lupa akan kewajiban kita. Dan banyak juga aliran-aliran musik keras yang diimport dari barat dijadikan sebuah ideolagi atau gaya hidup oleh sebagian remaja khususnya di kota besar. Celakanya musisi negri ini latah juga, walhasil rusaklah semuanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tentu kita semua nggak ingin menyaksikan kawan-kawan dekat kita, tetengga kita, atau malah saudara kita terjun ke dalam lingkaran kerusakan moral yang jelas-jelas cuma mngukir dosa. Menyaksikan kebejatan ini tentu bukan cuma mengelus dada dan menggelengkan kepala saja, tapi harus ada tindakan konkret untuk membendung kerusakan tersebut. Untuk itulah, meski hanya “sedikit” tulisan yang ada dalam buletin ini, namun setidaknya diharapkan mampu membuka     wawasan    kita    tentang perang pemikiran, perang peradaban/ kebudayaan  dan  perang  urat   syaraf yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam atau lebih dikenal dengan Ghazwul Fikri. Terus terang saja, sudah banyak remaja yang menjadi korban akibat taklid (ikut-ikutan) dan menjadi plagiator budaya barat. Rasulullah Saw bersabda,“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu” (HR.Abu Daud, Ibnu Taimiyah). Rasulullah  Saw, orang yang paling mulia dan kita teladani, dengan tegas memperingatkan kita agar jangan mengikuti pola hidup (budaya) kaum/bangsa lain. Dalam hadist Bukhari dan Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : ”Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku menerima (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta” diantara sahabat ada yang bertanya, “ya Rasulullah apakah yang dimaksud (disini) seperti bangsa Pesia dan Romawi?” Rasulullah menjawab, siapa lagi (kalau bukan mereka).” Wallahu a’lam bishawwab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7342903976099746309?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7342903976099746309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/al-ghazwul-fikri-perang-pemikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7342903976099746309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7342903976099746309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/al-ghazwul-fikri-perang-pemikiran.html' title='AL-GHAZWUL FIKRI ( PERANG PEMIKIRAN )'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-8468797482184930682</id><published>2008-10-14T08:39:00.004+07:00</published><updated>2008-10-15T09:27:08.929+07:00</updated><title type='text'>Kisah Izrail dan Lelaki Muda</title><content type='html'>Seorang lelaki muda dalam mimpinya didatangi oleh Izrail sang malaikat maut. Izrail berkata, ''Kamu telah diberi nikmat hidup oleh Allah, maka bersiaplah karena suatu saat engkau akan mati.'' Lelaki itu berujar, ''Bolehkah aku minta dikabulkan satu hal? Berikan saya tanda-tanda jika ajal saya telah menjelang.'' Izrail pun mengabulkan, lalu pergi meninggalkan lelaki muda itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti, tahun terus berlalu, sementara itu, lelaki terrsebut terus sibuk dengan berbagai kenikmatan dunia. Karier, prestasi, keluarga, harta, perniagaan, dan kecintaan terhadap dunia terus melenakannya. Hingga saatnya Izrail datang untuk menjemputnya, ia terperangah dan takut. ''Saya belum siap wahai Izrail, lagi pula engkau tidak memenuhi janji untuk mengirimkan tanda-tanda bahwa kematianku telah dekat,'' protes lelaki muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas sang malaikat yang tak pernah kenal kompromi itu (kecuali kepada Rasulullah saw dan pengikutnya yang beriman) mengatakan, ''Bukankah sudah banyak utusanku yang datang untuk mengingatkanmu. Rambut yang memutih, wajah yang keriput, gigimu yang tanggal satu per satu, anak-anakmu yang semakin tumbuh besar, orang-orang di sekitarmu yang mendahuluimu, dan masih banyak lagi. Mereka semua adalah tanda-tanda yang telah mengingatkan akan kematianmu. Hanya saja kamu tidak menyadari kedatangan mereka dan pesan yang mereka bawa. Karena itu hari ini tiada lagi kesempatan itu diberikan padamu karena ajal telah menjemputmu. Dan sayang sekali engkau ada dalam kerugian.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, banyak orang di zaman sekarang begitu terlena dengan kehidupan dunia. Pekerjaan sehari-harinya adalah menumpuk-numpuk harta, pergi pagi pulang petang mengejar karier, ke sana ke mari mengurusi perniagaan, sibuk mencari popularitas diri, dan terus-menerus memupuk kecintaan terhadap dunia hingga tanpa disadari kerapuhan hati dan jiwa telah menjangkiti hati mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, mereka pun tinggal dalam rumah mewah berpagar tinggi seolah menjadi pembatas antara mereka dengan para hina papa di luar pagar itu. Mereka seolah tak kenal dan tak butuh orang lain karena mereka menyangka harta mereka bisa mengekalkan dan menyelamatkan kehidupan sementara ini. Tidakkah mereka sadar hingga suatu saat sang malaikat pembawa kematian datang menjemputnya, dan kala itu pertobatan tiada berguna lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa ingat akan kematian karena sesungguhnya ia kan datang kapan saja bila waktunya tiba.tak ada yang bisa menolak,tak ada yang bisa lari dan sembunyi karena ia akan menjemput kita dimana dan kemana pun kita sembunyi.maka isi lah hari-hari sisa waktu hidup kita  di dunia ini dengan amal ibadah,amal sholeh.dan semoga saat kematian datang menjemput kelak,kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung dalam amal sholeh. &lt;br /&gt;Untuk saya,keluarga,sahabat,teman,dan semuanya........&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-8468797482184930682?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/8468797482184930682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/kisah-izrail-dan-lelaki-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8468797482184930682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/8468797482184930682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/kisah-izrail-dan-lelaki-muda.html' title='Kisah Izrail dan Lelaki Muda'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7433566600843954224</id><published>2008-10-11T10:45:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T09:29:17.764+07:00</updated><title type='text'>BERKAH SEBUAH KETAKWAAN</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh menasihati dia dan teman - temannya : "Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam diri-nya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing- masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut." &lt;br /&gt;Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya ber-tanya: "Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya menjawab: "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayah-mu?" Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata: "Ayahmu itu dulu seorang pencuri?"! &lt;br /&gt;Pemuda itu berkata: "Guruku memerintahkan kami -murid-muridnya- untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut." &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menyela: "Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab: "Ya, begitu kata guruku." Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian shalat Isya' dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (syaikh). Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah dia ingat pesan syaikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditingalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya: "Ini rumah anak yatim, dan Allah memperi-ngatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim". Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Ha, di sini", gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berke-liling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyim-panan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata: "Eh, jangan, syaikhku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu." &lt;br /&gt;Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudia dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabis-kan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri: "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus melaksanakan shalat dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan shalat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan shalat. Isterinya bertanya: "Apa ini?" Dijawab suaminya: "Demi Allah, aku juga tidak tahu." Lalu dia menghampiri pencuri itu: "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si pencuri berkata: "Shalat dulu, baru bicara. Ayo pergilah berwudhu' lalu shalat bersama. Tuan rumah-lah yang berhak jadi imam". &lt;br /&gt;Karena khawatir pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi -wallahu a'lam- bagaimana dia bisa shalat. Selesai shalat dia bertanya: "Sekarang, coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?" Dia menjawab: "Saya ini pencuri". "Lalu apa yang kau per-buat dengan buku-buku catatanku itu?", tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab: "Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak", Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu ke-heranan. Lalu dia berkata: "Hai, ada apa denganmu sebe-narnya. Apa kau ini gila?" Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya. Mereka berdua dikaruniai seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata: "Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekre-taris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnisku." Ia menjawab: "Aku setuju." Di pagi hari itu pula sang tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad nikah puterinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7433566600843954224?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7433566600843954224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/berkah-sebuah-ketakwaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7433566600843954224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7433566600843954224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/berkah-sebuah-ketakwaan.html' title='BERKAH SEBUAH KETAKWAAN'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-5690212783922991768</id><published>2008-10-10T13:45:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T13:45:11.167+07:00</updated><title type='text'>MENUJU PERNIKAHAN YANG BAROKAH: Jangan Jadi Pengangguran</title><content type='html'>&lt;a href="http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jangan-jadi-pengangguran.html"&gt;MENUJU PERNIKAHAN YANG BAROKAH: Jangan Jadi Pengangguran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-5690212783922991768?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jangan-jadi-pengangguran.html' title='MENUJU PERNIKAHAN YANG BAROKAH: Jangan Jadi Pengangguran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/5690212783922991768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/menuju-pernikahan-yang-barokah-jangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5690212783922991768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/5690212783922991768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/menuju-pernikahan-yang-barokah-jangan.html' title='MENUJU PERNIKAHAN YANG BAROKAH: Jangan Jadi Pengangguran'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-1075740008692419931</id><published>2008-10-10T13:41:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T09:30:41.231+07:00</updated><title type='text'>Jangan Jadi Pengangguran</title><content type='html'>"Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memuliakan derajat seorang muslim yang mandiri dalam mencari nafkah. Islam begitu menghargai dan menyanjung pemeluknya yang memiliki pekerjaan dan keahlian (profesi). Sebaliknya, Islam mencela pengangguran yang hanya tergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Quran, bekerja diistilahkan dengan kata kasab yang berarti hasil-hasil usaha yang diperoleh manusia, baik hasil yang berupa aspek-aspek duniawi (materi) maupun ukhrawi (At-Thur: 21; Ibrahim: 51). Pengertian ini relevan dengan perintah Allah agar kita berlaku seimbang (tawazun) dalam menjalani kehidupan (Al-Qashash: 28). Ini diperkuat lagi oleh atsar sahabat tentang perintah untuk bekerja seolah-olah kita akan hidup selamanya di dunia dan beribadah seolah-olah kita akan mati esok hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut Muhyiddin Athiyah dalam Al Kasyaaf Al Iqtishady Lil Ahaadits An Nabawiyah Asy Syariifah, kasab terkait dengan urusan duniawi. Ia mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Al-Bazzaar dan Ath-Thabrani yang berbunyi: "Ditanyakan kepada Rasulullah Saw: Wahai Rasulullah usaha apakah yang terbaik? Jawab Rasulullah Saw: Pekerjaan seseorang dengan tangannya". Dalam hadits ini kasab diartikan suatu usaha atau pekerjaan yang menghasilkan sesuatu yang bersifat material karena dikerjakan dengan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hal itu, kita menyaksikan para sahabat sebagai generasi terbaik ummat manusia telah menjadikan urusan mencari nafkah sebagai bagian yang terpenting dalam hidupnya. Mereka terkenal sangat tekun dalam mencari nafkah, disamping shalih, wara' dan pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja sahabat Sa'ad bin Abi Waqash bekerja sebagai tukang pintal tali, Amr bin Ash tukang potong hewan, dan Muadz bertani. Begitu juga Usman bin `Affan , Zubeir bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah terkenal sebagai pedagang yang sukses. Abu Bakar sendiri berprofesi sebagai pedagang, padahal ketika itu ia tengah menjalani tugas negara sebagai khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sendiri sudah menjadi pedagang sukses sejak kecil. Begitu juga para nabi Allah yang lain adalah para pekerja keras yang menghidupi diri dan keluarga mereka. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Adalah Nabi Zakaria as dahulu sebagai tukang kayu." (HR.Muslim). wallahu a'lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mereka begitu dekat dengan sikap mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keluarga dan amanah yang diembannya. Mereka tidak melalaikan amanah yang diembannya hanya karena mereka sibuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Harus Bekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menganjurkan ummatnya untuk bekerja dan mencari rizki. Bekerja merupakan sunah para nabi. Sahabat Umar ra pernah berkata, "Janganlah seorang diantara kamu mencari rizki dengan (cara) duduk-duduk sambil berkata,' Ya Allah, berilah aku rizki.' Padahal ia tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas atau perak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sendiri sangat menekankan pentingnya seorang muslim untuk menghidupi diri dan keluarganya dengan bekerja. Imam Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Buyu', meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Seseorang yang memikul kayu bakar di punggungnya lebih baik dari pada dia meminta-minta kepada seseorang yang lain, baik ia diberi atau ia ditolak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya bekerja bagi seorang muslim dapat ditinjau dari tiga hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki potensi fitrah untuk bekerja sebagaimana hewan dan tumbuhan. Fitrah bekerja tumbuhan bisa dilihat dari caranya melakukan fotosintesa demi kelangsungan hidup untuk tumbuh dan berkembang. Hewan, walaupun tidak memiliki akal, senantiasa bekerja untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan berbagai cara. Misalnya lebah dan semut yang selalu bekerja keras untuk memenuhi persediaan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan untuk hidup bagi manusia adalah sesuatu yang alamiah. Ini dilatarbelakangi oleh keadaan yang dimiliki manusia sejak lahir yakni memiliki dimensi fisik, hati, dan akal. Ketiga hal itu terus mengalami perkembangan. Dan untuk bisa berkembang dibutuhkan makanannya masing-masing yang tidak bisa didapat secara cuma-cuma. Karenanya, berangkat dari kebutuhan tersebut manusia harus merasa butuh untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perintah Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad Saw dan semua pengikutnya untuk bekerja. "Dan katakanlah (hai Muhammad), bekerjalah kamu, niscaya Allah melihat pekerjaanmu, juga rasul-Nya, dan orang-orang mukmin.". Karenanya, bekerja merupakan ibadah. Sebaliknya menganggur merupakan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tuntunan di atas, Islam juga mengatur beberapa hal penting lainnya. Pertama, niat bekerja adalah ibadah karena Allah, bukan karena dorongan keluarga atau unsur selain Allah lainnya. Kedua, tujuannya mencari ridha-Nya bukan mencari kesenangan duniawi. Allah sangat mencela sikap cinta dunia seperti bermegah-megah dan menumpuk harta. Ketiga, tidak mesti pekerjaan tetap, tapi bisa apa saja yang penting halal, jenis dan produknya sesuai syariat.•&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-1075740008692419931?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/1075740008692419931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jangan-jadi-pengangguran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1075740008692419931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/1075740008692419931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/jangan-jadi-pengangguran.html' title='Jangan Jadi Pengangguran'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-4940615459176634973</id><published>2008-10-07T10:16:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T09:31:36.023+07:00</updated><title type='text'>Bila Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>Ya Allah, jika aku jatuh cinta, &lt;br /&gt;cintakanlah aku pada seseorang yang&lt;br /&gt;melabuhkan cintanya pada-Mu, &lt;br /&gt;agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. &lt;br /&gt;Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, &lt;br /&gt;jagalah cintaku padanya agar tidak&lt;br /&gt;melebihi cintaku pada-Mu&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati, &lt;br /&gt;izinkanlah aku menyentuh hati seseorang&lt;br /&gt;yang hatinya tertaut pada-Mu, &lt;br /&gt;agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu. &lt;br /&gt;Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,&lt;br /&gt;jagalah hatiku padanya agar tidak&lt;br /&gt;berpaling pada hati-Mu.&lt;br /&gt;Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,&lt;br /&gt;rindukanlah aku pada seseorang yang&lt;br /&gt;merindui syahid di jalan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku rindu, &lt;br /&gt;jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku&lt;br /&gt;merindukan syurga-Mu.&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, &lt;br /&gt;janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat &lt;br /&gt;di sepertiga malam terakhirmu. &lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, &lt;br /&gt;jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang &lt;br /&gt;menyeru manusia kepada-Mu. &lt;br /&gt;Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, &lt;br /&gt;jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu. &lt;br /&gt;Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta&lt;br /&gt;pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah &lt;br /&gt;pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah&lt;br /&gt;ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah&lt;br /&gt;hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada &lt;br /&gt;kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di&lt;br /&gt;jalan-Mu.&lt;br /&gt;(As-Syahid Syed Qutb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-4940615459176634973?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/4940615459176634973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/bila-aku-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4940615459176634973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4940615459176634973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/10/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='Bila Aku Jatuh Cinta'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-4768350759163585967</id><published>2008-09-20T09:44:00.000+07:00</published><updated>2008-09-20T09:55:56.716+07:00</updated><title type='text'>Ketika Akhirnya Saat Memutuskan Itu Tiba ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SNRlQ8LW2LI/AAAAAAAAAAo/oNpUcTdt9fc/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 131px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SNRlQ8LW2LI/AAAAAAAAAAo/oNpUcTdt9fc/s320/Water+lilies.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247930807499544754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cslm4%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:1; 	font-size:15.0pt; 	font-family:Arial; 	color:#333399;} address 	{margin-top:6.0pt; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:42.0pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:8.5pt; 	font-family:"Times New Roman";} p.NormalWeb2, li.NormalWeb2, div.NormalWeb2 	{mso-style-name:"Normal \(Web\)2"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	line-height:18.0pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h1 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; Ketika akhirnya saat memutuskan itu tiba… Aku tahu aku kehabisan cara untuk mencari-cari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;alasan, hal yang selalu aku lakukan saat berhadapan dengan kata: menikah. Bayangan tentang sosok seorang pria yang akan selalu ada disampingku selama aku ada di dunia, seseorang yang akan jadi orang yang paling tahu tentang diriku, bahkan lebih dari ibuku. Lalu aku merasa akan tertelanjangi luar dalam. Rasa ini yang mungkin pernah membuatku ragu untuk segera menikah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Aku memang seorang perempuan yang tak ingin merasa terikat. Aku selalu membayangkan diriku seekor kijang yang berlari dengan bebasnya di dalam rimba raya tanpa ada siapapun dan apapun yang membuat kaki lincahnya berhenti melompat. Kenikmatan dalam melakukan keinginan-keinginanku nampaknya membuatku begitu segan memiliki seseorang yang aku pikir bisa membuat langkahku terseret. Sementara rimba ini begitu luas dan aku cuma ada ditepian sebuah danau saja. Aku masih ingin melakukan apa pun kemanapun sesuai keinginan. Menikmati hidangan Allah di alam ini. Tak peduli apa yang orang katakan, tak peduli apa yang orang inginkan denganku. Aku merasa paling berhak dengan kehidupanku. Sosok suami bisa menjadi hambatan bagi kemajuan seorang perempuan karena ia dituntut untuk patuh pada suaminya. Mungkin itu gambaran yang sedikit banyak mempengaruhi pikiranku. Belum lagi ketika harus hadir seorang anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Namun kini ketika tiba-tiba ada sebentuk cinta sederhana yang ditawarkan kepadaku, aku termanggu. Tak bisa aku berkata. Tulus, apa adanya. Segala teori dan argumentasiku membisu. Tiba-tiba ada rasa aneh yang mengelus rasaku, dan aku tahu itu kerinduan. Rasa ingin dilindungi, rasa nyamannya berteduh. Rasa ingin disayangi, ingin menjadi orang yang istimewa untuk seseorang, ingin merasakan indahnya berkorban, bahagianya memberi. Bagaimana rasanya dipaksa untuk memahami orang lain hingga keterpaksaan itu bermuara pada keikhlasan. Ingin mencoba memaknai kepatuhan dari sudut pandang Allah, merasakan apa maksud Allah menyuruh seorang istri patuh pada suaminya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Rasa ini menjelma menjadi sujud-sujud panjang yang basah di tengah sunyinya malam. Begitu lama aku belum lagi merasakan kemesraan berkhalwat dengan-Nya. Entah mengapa hadirnya nama seorang pria membuatku ingin sekali lagi memeluk Allah dan berbisik; &lt;i&gt;Tuhan, diakah cinta dari-Mu? Allah… benarkah ini?...&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Ditawarkan sebuah cinta dari hamba-Nya, aku malah berlari mengejar kasih-Nya. Malam-malam sunyi yang biasanya membuaiku kini aku terangi dengan rakaat-rakaat panjang diakhiri bisikan basah yang jatuh di tanganku. Memohon ilmu-Nya yang menyamudra memilihkan yang terbaik untukku. Menyerahkan jiwa ragaku dalam tangan-Nya. Meluaskan hati ini untuk cinta-Nya. Aku benar-benar merasa jatuh cinta pada-Nya. &lt;i&gt;Duhai… apakah ini?... Hadirnya pria itu membuatku begitu dekat dengan Allah. Inikah jawabannya, Kekasih?...&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kebersamaanku dengan Allah menuaikan keyakinan dalam diriku. Dia seperti membisikkan entah dengan apa, tapi aku merasa yakin ini benar, bahwa inilah jalan kebaikan yang Allah bukakan untukku. Pintu ini dan saat ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Maka ketika Allah telah membuka pintu-Nya untukku, seberapa hebatkah diriku menolak untuk melangkah ke dalamnya? Mungkin aku tak tahu apa yang akan aku hadapi saat melewati teras rumah-Nya, tapi aku tahu Dia ada bersamaku, di dalam diriku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NormalWeb2"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Dan aku akan punya seseorang yang akan selalu menggandeng tangan dan menguatkan langkahku, m&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;enuju diri-Mu, Allah… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-4768350759163585967?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/4768350759163585967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/09/ketika-akhirnya-saat-memutuskan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4768350759163585967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/4768350759163585967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/09/ketika-akhirnya-saat-memutuskan-itu.html' title='Ketika Akhirnya Saat Memutuskan Itu Tiba ...'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SNRlQ8LW2LI/AAAAAAAAAAo/oNpUcTdt9fc/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-7336185294342636286</id><published>2008-09-18T09:14:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T09:37:41.320+07:00</updated><title type='text'>Cinta Sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Arial','sans-serif';"&gt;Cinta, Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah adalah, ''Sesuatu yang menggerakkan seorang pecinta untuk mencari yang dicintainya, dan kecintaannya akan sempurna manakala ia telah mendapatkannya. Maka, saat yang dicintainya disebutkan, serta merta hatinya akan tergerak, bangkitlah jiwanya, dan tergugah lahir batinnya meski sekadar disebut namanya. Sebaliknya, ketika yang tidak dicintainya disebutkan, sedikit pun tidak tergerak relung hatinya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta identik dengan ketergantungan. Seseorang yang dilanda rasa cinta, maka ia tengah bergantung pada objek yang dicintainya. Cinta yang sejati adalah kecintaan yang bergantung pada objek yang kokoh, bersifat kekal dan abadi, dialah Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika rasa cinta putus kepada-Nya, maka objek yang dicintai tidak ikut putus dan menghilang, tetapi tetap langgeng (&lt;i&gt;baqa&lt;/i&gt;). '' ketika orang-orang yang diikuti berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan [ketika] segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.'' (QS Al-Baqarah: 166).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak mengenal batas objek yang dicintai. Mencintai kepada sesama mahluk-Nya bukanlah cinta terlarang. Namun, agar cinta itu menjadi sempurna haruslah alasan kecintaannya tersebut semata-mata karena Allah Swt, bukan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta karena Allah merupakan bias dari keimanan. Sabda Rasul Saw, sebagaimana hadis dari Anas bin Malik r.a, ''Dan ia mencintai seseorang tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah.''(HR Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini budaya mencintai begitu merajalela di negeri kita. Dengan dukungan media massa baik cetak maupun elektronik, cinta disosialisasikan dalam berbagai bentuk. Sayang, sebagian besar bergantung pada objek cinta yang semu, bersifat temporal, dan fana. Cinta harta, kekuasaan, jabatan, kewibawa, ketenaran, menjadi tren cinta masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi muda menjadi sasaran yang paling utama. Eksplorasi rasa cinta mereka diumbar dengan memuja kaum selebriti sebagai objek cinta. Mereka bahkan dikultuskan menjadi panutan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala yang dicintainya disebutkan, serasa belum sempurna ekspresi cinta mereka bila belum diungkapkan lewat jeritan histeris, deraian air mata, jatuh pingsan, bahkan mengorbankan kehormatan. Walhasil, cinta yang seharusnya membentuk kepedulian sosial yang tinggi, malah melahirkan pada jiwa-jiwa pengusungnya sikap hedonis dan egoistis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Moga bermanfaat yach.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-7336185294342636286?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/7336185294342636286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/09/cinta-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7336185294342636286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/7336185294342636286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/09/cinta-sejati.html' title='Cinta Sejati'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1447309584087392232.post-716315637035236337</id><published>2008-09-15T09:49:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T09:40:22.487+07:00</updated><title type='text'>Proses Tata Cara Pernikahan Yang Islami</title><content type='html'>Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau aturan-aturan Allah Subhanallah. Sehingga mereka yang tergolong ahli ibadah, tidak akan memilih tata cara yang lain. Namun di masyarakat kita, hal ini tidak banyak diketahui orang. Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara penikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar dari jalan yang sesat (bidah). Sehingga orang-orang yang mengamalkannya akan berjalan di atas landasan yang jelas tentang ajaran agamanya karena meyakini kebenaran yang dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya Islam telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta pernikahan. Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap terlihat mempesona. Islam juga menuntun bagaimana memperlakukan calon pendamping hidup setelah resmi menjadi sang penyejuk hati. Berikut ini kami akan membahas tata cara pernikahan menurut Islam secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah&lt;br /&gt;I. Minta Pertimbangan&lt;br /&gt;Bagi seorang lelaki sebelum ia memutuskan untuk mempersunting seorang wanita untuk menjadi isterinya, hendaklah ia juga minta pertimbangan dari kerabat dekat wanita tersebut yang baik agamanya. Mereka hendaknya orang yang tahu benar tentang hal ihwal wanita yang akan dilamar oleh lelaki tersebut, agar ia dapat memberikan pertimbangan dengan jujur dan adil. Begitu pula bagi wanita yang akan dilamar oleh seorang lelaki, sebaiknya ia minta pertimbangan dari kerabat dekatnya yang baik agamanya.&lt;br /&gt;II. Shalat Istikharah&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan pertimbangan tentang bagaimana calon isterinya, hendaknya ia melakukan shalat istikharah sampai hatinya diberi kemantapan oleh Allah Taala dalam mengambil keputusan. Shalat istikharah adalah shalat untuk meminta kepada Allah Taala agar diberi petunjuk dalam memilih mana yang terbaik untuknya. Shalat istikharah ini tidak hanya dilakukan untuk keperluan mencari jodoh saja, akan tetapi dalam segala urusan jika seseorang mengalami rasa bimbang untuk mengambil suatu keputusan tentang urusan yang penting. Hal ini untuk menjauhkan diri dari kemungkinan terjatuh kepada penderitaan hidup. Insya Allah ia akan mendapatkan kemudahan dalam menetapkan suatu pilihan.&lt;br /&gt;III. Khithbah (peminangan) Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk menikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:&lt;br /&gt;1. Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dini kahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).&lt;br /&gt; 2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya. Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya." (HR. Jamaah) Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.&lt;br /&gt;IV. Melihat Wanita yang Dipinang Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnyaDari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: "Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya." Jabir berkata: "Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya." (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat pinangan ini di antaranya adalah: 1. Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram. 2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki- laki yang meminangnya.&lt;br /&gt;V. Aqad  Nikah&lt;br /&gt;Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi: a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai. b. Adanya ijab qabul. Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima. Dalam perkawinan yang dimaksud dengan "ijab qabul" adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima pernikahannya itu. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa: Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadist Sahl di atas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengijabkan seorang perempuan kepada Sahl dengan mahar atau maskawinnya ayat Al-Quran dan Sahl menerimanya. c. Adanya Mahar (mas kawin) Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang hendak menikahinya menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak menetapkan batasan nilai tertentu dalam mas kawin ini, tetapi atas kesepakatan kedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebih menyukai mas kawin yang mudah dan sederhana serta tidak berlebih-lebihan dalam memintanya. Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: "Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan." (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani) d. Adanya Wali Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 1836).Wali yang mendapat prioritas pertama di antara sekalian wali-wali yang ada adalah ayah dari pengantin wanita. Kalau tidak ada barulah kakeknya (ayahnya ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu atau seayah, kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim. e. Adanya Saksi-Saksi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil." (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557). Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum aqad nikah diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan khuthbatun nikah atau khuthbatul-hajat. VI. Walimah Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf: "....Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854) Memenuhi undangan walimah hukumnya juga wajib."Jika kalian diundang walimah, sambutlah undangan itu (baik undangan perkawinan atau yang lainnya). Barangsiapa yang tidak menyambut undangan itu berarti ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari 9/198, Muslim 4/152, dan Ahmad no. 6337 dan Al-Baihaqi 7/262 dari Ibnu Umar). Akan tetapi tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat maksiat kepada Allah Taala dan Rasul-Nya, kecuali dengan maksud akan merubah atau menggagalkannya. Jika telah terlanjur hadir, tetapi tidak mampu untuk merubah atau menggagalkannya maka wajib meninggalkan tempat itu. Dari Ali berkata: "Saya membuat makanan maka aku mengundang Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan beliaupun datang. Beliau masuk dan melihat tirai yang bergambar maka beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya malaikat tidak masuk suatu rumah yang di dalamnya ada gambar." (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah, shahih, lihat Al-Jamius Shahih mimma Laisa fis Shahihain 4/318 oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadii). Adapun Sunnah yang harus diperhatikan ketika mengadakan walimah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Dilakukan selama 3 (tiga) hari setelah hari dukhul (masuk- nya) seperti yang dibawakan oleh Anas radliallahu `anhu, katanya: Dari Anas radliallahu `anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam telah menikahi Shafiyah dengan maskawin pembebasannya (sebagai tawanan perang Khaibar) dan mengadakan walimah selama tiga hari." (HR. Abu Yala, sanad hasan, seperti yang terdapat pada Al-Fath 9/199 dan terdapat di dalam Shahih Bukhari 7/387 dengan makna seperti itu. Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthaharah oleh Al-Albani hal. 65)&lt;br /&gt;2. Hendaklah mengundang orang-orang shalih, baik miskin atau kaya sesuai dengan wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: "Jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan jangan makan makananmu kecuali seorang yang bertaqwa." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Said Al-Khudri, hasan, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 7341 dan Misykah Al-Mashabih 5018).&lt;br /&gt;3. Sedapat mungkin memotong seekor kambing atau lebih, sesuai dengan taraf ekonominya. Keterangan ini terdapat dalam hadits Al-Bukhari, An-Nasai, Al-Baihaqi dan lain-lain dari Anas radliallahu `anhu. Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf: "Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854) Akan tetapi dari beberapa hadits yang shahih menunjukkan dibolehkan pula mengadakan walimah tanpa daging. Dibolehkan pula memeriahkan perkawinan dengan nyanyi-nyanyian dan menabuh rebana (bukan musik) dengan syarat lagu yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan ahklaq seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini: Dari Aisyah bahwasanya ia mengarak seorang wanita menemui seorang pria Anshar. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Aisyah, mengapa kalian tidak menyuguhkan hiburan? Karena kaum Anshar senang pada hiburan." (HR. Bukhari 9/184-185 dan Al-Hakim 2/184, dan Al-Baihaqi 7/288). Tuntunan Islam bagi para tamu undangan yang datang ke pesta perkawinan hendaknya mendoakan kedua mempelai dan keluarganya.&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan doa: "Mudah-mudahan Allah memberimu berkah. Mudah-mudahahan Allah mencurahkan keberkahan kepadamu dan mudah - mudahan Dia mempersatukan kalian berdua dalam kebajikan." (HR. Said bin Manshur di dalam Sunannya 522, begitu pula Abu Dawud 1/332 dan At-Tirmidzi 2/171 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 89) Adapun ucapan seperti "Semoga mempelai dapat murah rezeki dan banyak anak" sebagai ucapan selamat kepada kedua mempelai adalah ucapan yang dilarang oleh Islam, karena hal itu adalah ucapan yang sering dikatakan oleh Kaum jahiliyyah. Dari Hasan bahwa Aqil bin Abi Thalib menikah dengan seorang wanita dari Jisyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyyah: "Bir rafa wal banin." Aqil bin Abi Thalib mencegahnya, katanya: "Jangan kalian mengatakan demikian karena Rasulullah melarangnya." Para tamu bertanya: " Lalu apa yang harus kami ucapkan ya Aba Zaid?" Aqil menjelaskan, ucapkanlah: "Mudah- mudahan Allah memberi kalian berkah dan melimpahkan atas kalian keberkahan." Seperti itulah kami diperintahkan. (HR. Ibnu Abi Syaibah 7/52/2, An-Nasai 2/91, Ibnu Majah 1/589 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 90) Demikianlah tata cara pernikahan yang disyariatkan oleh Islam. Semoga Allah Taala memberikan kelapangan bagi orang- orang yang ikhlas untuk mengikuti petunjuk yang benar dalam memulai hidup berumah tangga dengan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaih wa sallam. Mudah-mudahan mereka digolongkan ke dalam hamba-hamba yang dimaksudkan dalam firman-Nya: "Yaitu orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-Furqan: 74). Maraji: - Fiqhul Marah Al-Muslimah, Ibrahim Muhammad Al-Jamal. - Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthahharah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;Karya : Salmah Machfoedz&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1447309584087392232-716315637035236337?l=menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/feeds/716315637035236337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/09/proses-tata-cara-pernikahan-yang-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/716315637035236337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1447309584087392232/posts/default/716315637035236337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujupernikahanyangbarokah-cahyadi.blogspot.com/2008/09/proses-tata-cara-pernikahan-yang-islami.html' title='Proses Tata Cara Pernikahan Yang Islami'/><author><name>cahyadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15180526533838748278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3BDR12Sn9qg/SSoVbqcAeCI/AAAAAAAAACc/nHOw5g1FFGk/S220/Copy+of+100_2140.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
